Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 30


__ADS_3

...Yo mawar hitam, terima kasih untuk hari ini. Suatu hal yang menyenangkan bisa duduk ngopi denganmu. Sayangnya aku tak punya banyak waktu, bagaimana jika kita ketemu lagi kapan kapan? Senang berbincang denganmu,😊...


Zyan hanya membacanya dan tidak berniat untuk membalasnya. Baginya itu bukan hal yang penting, karna itu zyan mengabaikannya.


Salju turun semakin deras, tiupan angin perlahan membawa hawa dingin yang menusuk kedalam tulang. Zyan memandang salju yang turun, pikirannya kosong. Zyan membayangkan kenangan saat dia masih dipanti asuhan. Dimana dia dan jin sering bermain salju dibelakang panti berdua. Tak jarang jin sering melemparinya bola salju saat zyan hanya duduk terdiam.


Mengingat itu membuat zyan tersenyum tipis, bayangan wajah jin saat itu terlihat sangat lucu, muka merah karena kedinginan tapi tetap tersenyum. Zyan tersenyum tipis, jin yang baru datang merasa heran karna melihat zyan yang tersenyum sendiri melihat salju turun. Jin berinisiatif untuk mengejutkannya. Berjalan pelan agar tidak diketahui oleh zyan dan mengejutkannya dengan tiba tiba.


"Yo!! Senyum senyum sendiri." kata jin yang tiba tiba mengagetkan zyan.


Zyan terlonjat kaget dan wajahnya nampak marah. Jin langsung mendapat tatapan membunuh dari zyan karna kesal.


"Hi hi hi maaf. Habis kamu senyum senyum sendiri, terlihat aneh. Lagi melamun apa si zy?" tanya jin tanpa merasa bersalah.


"Bukan urusanmu?!" kata zyan merasa kesal.


Zyan beranjak bangun,


"Eh zy mau kemana?. Aku kan udah minta maaf." kata jin.


"mandi." jawab singkat zyan lalu menghilang dibalik pintu.


Jin merasa senang karna sudah mengangetkan, jin melihat laptop zyan yang masih menyala. Jin mengeser laptop zyan agar menghadap kearahnya. Jin melihat layar laptop dan terlihat email ghostraid, karna penasaran jin membaca email itu. Jin merasa heran dengan pesan yang dikirim ghostraid, dia tidak mengerti maksudnya.


Rasa penasarannya semakin dalam jin membuka berapa file dan menemukan file yang menyimpan data para target. Bagi yang sudah dieksekusi diberi tanda merah.


Terdapat berapa foto target yang masih belum dieksekusi dan berapa foto yang belum diketahui nama dan orangnya. Zyan memberi tanda tanya pada setiap foto yang belum diketahui. Jin terus membuka tiap file yang ada dilaptop zyan, dan jin menemukan satu file yang berisi data data perusahaan zhan.


Meski saat ini keberadaan zyan sebagai pewaris sah perusahaan zhan masih dirahasiakan tapi urusan perusahaan tetap zyan yang mengurusnya secara diam diam.


"Jadi ini yah data perusahaan yang selama ini zy kerjakan. Aku tidak mengerti sama sekali dengan semua ini. Zy memang hebat, dia bisa mengurus perusahaan dengan sangat baik. kalau aku mungkin udah nyerah dari dulu, melihatnya saja sudah membuatku pusing." kata jin pada dirinya sendiri.


Jin terus menjelajahi laptop zyan. Semua yang ada didalamnya jin membukanya satu per satu, sampai jin menemukan sebuah file yang dikunci.


Jin mencoba membuka file itu dengan memasukan berapa sandi yang menurutnya ada hubungannya dengan zyan. Tapi sayangnya, jin tidak berhasil membukanya.


Kriieett suara pintu terbuka tapi jin tidak mendengarnya.


Zyan masuk ke ruang itu, zyan berhenti tepat dibelakang jin dan memperhatikan jin yang sedang mencoba membuka file yang dikunci.


"Lagi ngapain?" tanya zyan tiba tiba membuat jin terlonjat kaget.


"Aya!! Zy bikin kaget saja." kata jin sangat terkejut melihat zyan yang sudah dibelakangnya.


Zyan berjalan kedepan jin, jin merasa kikuk karna ketahuan sedang mencoba membuka file pribadinya.


"Eh zy kamu udah selesai mandi ya? Ko datang gak ada suara seperti hantu. Kamu mau balas dendam ya karna tadi aku ngageti kamu?" kata jin agak sedikit dongkol dalam hati.


"Salahmu terlalu sibuk membuka rahasia orang lain." kata zyan dengan tenang sambil duduk.


"Hi hi hi maaf zy. Habis aku penasaran karna cuma file ini yang dikunci. Yang lain tidak, bahkan data perusahaan juga tidak kamu kunci." kata jin dengan wajah manyun.


Zyan yang melihat wajah jin, ingin sekali dia tertawa tapi zyan tahan. Zyan mengambil kembali laptopnya dan memasukannya kembali kedalam tas.

__ADS_1


"Ayo kita harus kembali sebelum malam." ajak zyan.


Jin masih manyun mengikuti zyan keluar menuju halaman depan.


Mobil hitam yang dinaiki zyan dan jin sudah melaju dijalan yang bersalju dengan perlahan. Zyan dan jin saling memandang keluar jendela memandang sepanjang jalan yang dipenuhi salju.


Mobil itu berhenti tak jauh dari asrama, zyan dan jin turun dari mobil dan berjalan kaki menuju gerbang asrama.


"Sore pak." sapa jin pada security yang menjaga asrama.


"Sore juga nak jin, nak zyan. Baru pulang ya?" tanya security.


"Iya pak. Kami masuk duluan ya." kata jin.


Security itu mempersilakan keduanya masuk. Zyan dan jin segera menuju kekamar mereka.


Jin langsung loncat keatas kasur,


"Hm nyaman sekali disini. Udaranya juga hangat." kata jin.


Zyan menaruh tasnya diatas meja lalu berjalan ke dapur untuk membuat minuman. Zyan mengambil dua bungkus teh didalam laci lalu menuangkannyan kedalam gelas dan mengisinya dengan air panas. Zyan berjalan ketempat tidur dan memberikan segelas teh pada jin yang sedang berbaring.


"Ini." kata zyan.


Jin segera bangun dan menerima teh dari zyan itu.


"arigatao." kata jin senang.


Zyan teringat tadi saat jin mencoba membuka file rahasianya. Zyan bangun dan berjalan menuju meja belajarnya lalu mengambil laptop dan kembali ketempat tidur. Jin tidak berkata ataupun bertanya tentang apa yang akan dilakukan zyan.


"Kemarin lah." kata zyan membuka laptopnya dan menunjukan file pribadinya.


Jin menghampiri zyan dan melihat yang zyan lakukan. Jin terkejut saat zyan membuka file pribadinya.


"Zy inikan file yang tadi terkunci?" tanya jin,


"Iya. Bukannya kamu ingin melihatnya." kata zyan tetap menatap layar laptop.


Jin terdiam, dirinya memang penasaran dengan isi file yang terkunci itu. Zyan membuka kodenya dan memberikan laptop itu pada jin.


"Bukalah jika kamu ingin melihatnya." kata zyan lagi.


Jin yang sudah sangat penasaran membuka file itu dan alangkah terkejutnya jin melihat isi file itu.


Isi file itu adalah kenangan milik zyan bersama keluarganya. Berapa video dan foto saat Zyan bersama keluarganya. Jin terdiam melihat isinya,


"Zy ini semua kenangan mu." kata jin pelan,


dia tak menyangka kalau file yang dikunci itu tempat zyan menyimpan kenangan masa kecilnya.


"Hanya itu yang aku miliki. Tak banyak kenangan yang aku punya untuk disimpan, semua hilang bersama malam itu." kata zyan dengan nada sedih.


Jin menatap zyan yang tertunduk dengan wajah sedih. Jin tidak pernah menyangka, zyan begitu menyayangi keluarganya.

__ADS_1


"Zy aku mengerti perasaanmu. Aku tidak punya kenangan apa apa selain kenangan di ingatanku." kata jin sedih.


"Kita sama sama mengalami hal yang sama. Kehilangan keluarga kita." kata jin lagi.


Keduanya larut dalam pikiran masing masing, tak ada yang bicara. Sampai ponsel jin berbunyi dan membangunkan keduanya dari lamunan. Jin melihat ponselnya, ternyata elena yang menelponnya.


"Kak elena." kata jin pada zyan.


"Angkat saja." kata zyan. Jin mengangkat telponnya,


"Konbawa nee-chan." sapa jin lewat telpon.


"konbawa. Jin kalian lagi ngapain? udah makan belum?" tanya elena.


"Kami sudah makan tadi kak. Kami lagi duduk sambil ngobrol." jawab jin.


"Oh kakak kira kalian belum makan. Aku mau ngajak kalian makan bareng." kata elena sedikit manyun.


"Maaf kak, kami sudah makan. Lain kali aja." jawab jin.


"Oke deh. Lain kali kalian harus nemenin kakak ya." kata elena kembali semangat lalu mematikan telponnya.


Jin meletakan kembali ponselnya diatas kasur.


"Kak elena tanya kita sudah makan belum? Kalau belum, suruh kebawah." kata jin membuka suara.


"Hn" jawab zyan.


Keduanya kembali diam, hari ini banyak sekali yang terjadi. Ada banyak hal yang tak terduga. Kali ini gantian ponsel zyan yang bergetar, itu dari bawahan zyan.


"Ada apa?" tanya zyan pada sipenelpon.


"Baik kirim kordinat lokasinya." kata zyan lagi lalu menutup telponnya.


"Ada apa zy? Apa terjadi sesuatu?" tanya jin khawatir.


"Mereka sudah menemukan lokasi target. Malam ini kita berangkat." kata zyan.


"Baiklah." kata jin penuh semangat.


dreett ponsel zyan kembali bergetar kali ini sebuah pesan masuk. Satu pesan dari bawahan zyan mengirimkan kordinat lokasi target. Zyan langsung membacanya dan segera menelpon paman yang.


"Hallo paman. Malam ini aku akan bergerak, target sudah ditemukan." kata zyan lewat telpon.


Setelah mendengar jawaban paman, zyan mematikan telponnya lalu mengatur rencana.


Karna saat ini sedang turun salju, zyan dan jin memakai baju yang lebih tebal untuk melindungi tubuh mereka.


"Jadi zy kapan kita aka berangkat. Saat ini suasana di asrama sepi, aku rasa tidak ada masalah kalau kita berangkat sekarang." kata jin saat mereka sedang bersiap.


"Tidak. Kita tunggu sebentar lagi." kata zyan sedang melakukan persiapan juga.


Jin hanya bisa mengikuti rencana zyan. Sambil menunggu jam 9, keduanya sibuk dengan urusan masing masing.

__ADS_1


__ADS_2