Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 53


__ADS_3

Sikap jin yang manja lama kelamaan membuat zyan kesal dan gemes. Membuat ingin sekali mencubit pipinya karna kesal.


"Kenapa? Bukankah itu benar?" kata zyan.


"Iya memang benar. Tapikan berbeda zy. Saat melakukan eksekusi itu karna didorong oleh perasaan yang kuat tapi kalau hadir kepesta itu beda cerita zy" kata jin.


"Sudahlah. Kita bahas nanti. Ini sudah sore kita harus kembali" kata zyan.


Zyan menutup laptopnya dan memasukan nya kedalam tas. Hari sudah sore, mereka harus segera kembali ke asrama untuk persiapan nanti malam.


Sebelum zyan keluar dari villa, dia mencari paman Yang terlebih dulu.


"Paman dimana pistol ku?" tanya zyan.


"Disini tuan, sudah saya siapkan." kata paman.


Zyan mengambil pistol itu untuk persiapan nanti malam di pesta. Zyan punya firasat kalau dia akan bertemu salah satu dari tiga target utama mereka.


"Kami harus kembali, terima kasih untuk hari ini paman." kata zyan.


Pukul 6.45 malam, di asrama zyan dan jin sedang bersiap untuk berangkat menghadiri pesta.


"Zy jadi ini ya baju yang akan kita pakai?" tanya jin.


"Iya. Cepat bersiap bentar lagi kita akan segera berangkat." kata zyan.


"Iya bawel." jawab jin


Zyan hanya diam dan melanjutkan berpakaian.


Dilantai bawah asrama, raiga dan soji sedang berjalan menuju lantai atas.


"Ada benarnya juga. Kita bisa minta tolong zyan. Dia pandai?" kata soji.


"Iya, aku setuju. Ya sudah kita segera kesana." jawab raiga.


Saat keduanya hampir sampai dilantai tiga, dan terus berjalan kekamar zyan dan jin.


Saat baru sampai dilantai atas mereka berdua berpapasan dengan zyan dan jin yang sudah rapi.


"Kalian mau kemana?" tanya soji, bingung.


"Pakaian kalian seperti mau ke pesta?" kata raiga.


"Kami memang mau ke pesta." jawab jin dengan gaya seperti zyan.


"Pesta?" kompak soji dan raiga.


"Sudah ya. Nanti kami terlambat." kata jin


Zyan dan jin lalu meninggalkan kedua temannya yang masih kebingungan. Mereka segera menuju halaman asrama.


"Selamat tuan muda zyan tuan muda jin. Saya diperintahkan nyonyak untuk mengantar anda ketempy pesta." kata pak asil.


"Iya, langsung berangkat saja." kata zyan.


Mobil itu pun melaju, didalam mobil zyan duduk dengan tenang sambil melipat kedua kaki dan tangannya dan memejamkan matanya. Jin sedang tadi masih terlihat tegang. Dia terus bergemetar, sesekali dia melirik kearah zyan.


Zyan membuka matanya karna jin terus saja gelisah tak bisa duduk dengan tenang.


"Bisakah kamu tenang?" kata zyan.


"Zy aku tidak bisa tenang. Aku takut, ini pertama kalinya bagiku." kata jin


"Terserah pada kamu saja." jawab zyan


Akhirnya mereka sampai didepan sebuah gedung yang menjadi tempat pesta itu diadakan.


"Tuan muda silakan masuk. Pestanya ada dilantai 12." kata pak asil.

__ADS_1


"Terima kasih." jawab zyan dan jin bersamaan.


Keduanya menaiki lift untuk sampai dilantai 12.


Mereka tiba didepan pintu masuk, disana ada seorang penjaga yang bertugas mengecek undangan para tamu.


"Undangan!" kata penjaga.


Zyan mengeluarkan undangan nya dan diberikan pada penjaga. Penjaga itu mengecek undangan itu, dan melihat zyan dan jin.


"Baiklah. Kalian boleh masuk." kata penjaga.


Zyan dan jin masuk kedalam ruangan itu, jin langsung terkagum kagum melihat didalam ruangan itu yang begitu mewah dan sangat ramai.


"Zy ini besar sekali." kata jin.


"Bodoh, jaga sikapmu. Jika tidak ingin dianggap bodoh." bisik zyan


Jin langsung terdiam, dan mengikuti zyan dibelakang. Mata zyan melihat sekeliling, dia mencari seseorang. Dan matanya menemukan orang yang dia cari.


"Jin, ayo. Kita sudah menemukannya." kata zyan.


Jin menganggukkan kepalanya dan mengikuti zyan. Zyan teringat perkataan elena tadi sore.


#flashback on#


..."zyan jin saat kalian nanti tiba dipesta, pertama yang kalian lakukan adalah mencari orang ini." kata elena...


...Elena menunjukan foto seseorang pada zyan dan jin. Zyan memperhatikan orang itu,...


..."Siapa dia?" tanya zyan....


..."Dia nabe lee. Dia lah yang mengadakan pesta ini" kata elena....


..."Jadi apa yang harus kami lakukan?" tanya jin...


..."Temui dia dan sapa dia. Ingat kalian harus bersikap sopan padanya." kata elena....


..."Oya satu lagi, berikan ini padanya, dengan begitu dia akan mengetahui siapa kalian dan akan mengijinkan kalian disana." kata elena...


...Elena menyerahkan kotak kecil pada zyan, zyan menerimanya dan segera menyimpannya....


#flashback off#


Zyan mendekat pada nabe lee dan memberi hormat dengan membungkukan badan nya. Jin yang melihat zyan, ikut ikutan gerakan zyan.


"Selamat malam tuan nabe, perkenalkan nama saya zyan dan yang disebelah saya jin." kata zyan.


Zyan memperkenalkan dirinya pada nabe lee dan para tamu yang sedang berbincang dengan nabe.


"Siapa kalian? Aku tidak merasa mengenal kalian." balas nabe.


"Kami diminta ibu ruan untuk datang karna beliau tidak bisa hadir." jawab zyan.


Nabe memandang zyan dan jin dengan tatapan curiga, zyan menyadarinya dan langsung mengambil kotak kecil dari saku jasnya yang diberikan elena padanya.


"Ini sebagai bukti kalau kami diminta oleh ibu ruan." kata zyan.


Nabe menerimanya dan membuka kotak itu, dia langsung terbelalak melihat isi kotak itu. Sebuah bros lambang keluarga ming.


"Baiklah. Kalian boleh ikut bergabung." kata nabe.


"Terima kasih tuan." jawab zyan.


Jin sejak tadi hanya diam dan mengikuti setiap gerakkan zyan. Zyan dan jin kembali berkeliling ruangan itu, zyan mengambil dua gelas minuman dari pelayan yang berkeliling membawa nampan.


"Ini, minumlah pelan pelan." bisik zyan.


Jin mengangguk dan menerimanya, dia memperhatikan zyan saat meminum minuman itu. Lalu jin mengikutinya.

__ADS_1


Suasana pesta yang seperti ini membuat zyan bosan, dia pun berkeliling ruangan itu, dan secara tak sengaja matanya menangkap seseorang yang sangat dia kenal.


Zyan menghampiri orang itu, orang itu pun mengetahui keberadaan zyan. Dia berhenti, menunggu zyan menghampirinya.


"Apa yang kamu lakukan disini?" bisik zyan.


Zyan berdiri disamping pria itu tapi zyan membelakangi nya. Pandangan matanya terus memperhatikan sekeliling. Jin yang tidak tau apa apa hanya mengikuti saja.


"Aku? Aku hanya ingin memastikan informasi itu. Dan tadinya berniat memberitahu mu." jawab pria itu.


"Informasi? Informasi apa?" tanya zyan.


Zyan terus bersikap santai dan seolah tak saling mengenal.


"Salah satu dari tiga dalang berada disini. Saat ini aku sedang mencari keberadaannya." jawab pria itu yang tak lain adalah ghostraid.


Zyan terkejut mendengarnya, dan hampir saja dia memecahkan gelas yang ada di tangan nya.


"Dimana dia sekarang?" tanya zyan penuh amarah.


"Saat ini aku belum menemukan dia diruangan ini. Tapi dari daftar tamu yang hadir, dia sudah berada disini." jawab ghostraid.


Jin diam saja mendengarkan percakapan zyan dan ghostraid. Jin sama sekali tidak mengerti apa yang di bicara kan zyan dengan ghostraid. Karna sebenarnya jin tidak tahu jika yang sedang berbicara dengan zyan adalah ghostraid.


"Nanti aku kabari jika sudah menemukannya. Sampai di sini dulu perbincangan kita." kata ghostraid


Dia pergi, zyan yang sejak tadi sudah dipenuhi oleh amarah karna mengetahui salah satu dari tiga dalang pembantaian keluarganya ada disini.


"Zy, kamu baik baik saja?" tanya jin, khawatir.


Mendengar pertanyaan jin, zyan tersadar dari lamunan nya.


"Jangan bicara disini. Kita ke jendela." kata zyan.


Jin cuma bisa mengikuti kemana zyan pergi karna dia tidak tahu apa yang terjadi dengan zyan.


Saat keduanya sudah ada di jendela, zyan menatap keluar lewat jendela. Sorot matanya yang dipenuhi dengan amarah dan kebencian sangat jelas terlihat.


jin tak berani mengganggu zyan karna takut zyan akan marah. Jadi jin hanya bisa menunggu sampai zyan berbicara.


"Pria yang kita temui tadi adalah ghostraid" kata zyan


Jin terkejut tak percaya mendengar perkataan zyan.


"Apa maksudmu zy? Pria yang tadi berbicara denganmu itu ghostraid?!!" tanya jin


"Iya" jawab zyan,


Zyan tertunduk lesu menatap kebawah dari lantai 12.


"Kamu tahu dia ghostraid tapi kamu diam saja?!" kata jin.


Zyan tak menjawabnya, didalam pikiran saat ini dipenuhi oleh rasa benci ingin segera menghabisi orang itu.


"Kenapa diam saja zy" jin berusaha menahan emosinya.


"Karna aku butuh dia." jawab zyan.


"Butuh? Untuk apa? Bukankah dia yang selalu menerormu dengan memberi informasi dan dia juga mengetahui identitasmu." kata jin.


"Karna dia mengetahui siapa dalang di balik insiden malam itu. Aku butuh dia untuk mengumpulkan informasi." kata zyan.


"Apa? Jadi kamu sudah tahu siapa dalang nya?" tanya jin


"Iya. Maaf karna aku tidak memberitahu mu. Aku tidak bisa membahayakan mu." jawab zyan.


Jin mendekat dan berdiri disamping nya sambil tersenyum tulus pada zyan.


"Aku sudah tahu hal itu, zy." kata jin.

__ADS_1


Zyan sama sekali tidak terkejut mendengarnya, zyan sudah menebaknya jin tahu dari pesan di ponselnya.


__ADS_2