Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 49


__ADS_3

"Aku tidak tahu." jawab zyan


"Begitu ya?!" jawab elena sedih.


Setelah itu tak ada yang bicara lagi. Baik elena, jin maupun zyan. Suasana kembali hening, semua sibuk dengan pikiran masing masing.


Sesekali elena melirik kearah zyan yang sibuk mengerjakan tugas sekolah bersama jin. Elena menatap zyan dengan pandangan sedih.


"Zyan apa kamu perlahan mulai mengingat masa lalumu?" gumam elena dalam hati.


Dia terus menatap zyan,


"Zy apa yang bisa aku lakukan untuk mengembalikan ingatanmu yang hilang? Haruskah aku mengatakan semuanya agar kamu bisa mengingatnya?" gumam elena lagi


Zyan menyadari ada yang menatapnya sejak tadi, dia menoleh ke elena. Dan benar, elena sedang menatapnya dengan tatapan sayu.


"Ada apa kak elena melihatku seperti itu?" tanya zyan dengan nada dingin.


Jin mendengar perkataan zyan menghentikan aktifitasnya dan ikut memandang elena. Elena tersenyum sambil menutup matanya.


"Tidak ada. Aku hanya merindukan teman lamaku. Wajahmu dan dia sangat mirip. Saat aku melihatmu seperti aku melihat dirinya." kata elena tak berani menatap zyan.


Zyan mengerutkan keningnya, zyan paham dengan perkataan elena. Tapi tetap berpura pura tidak tahu. Pandangan zyan kembali fokus pada buku pelajaran.


"Memang teman kakak seperti apa? Kenapa wajah zy bisa mirip dengan teman kakak?" tanya jin dengan polosnya.


"Dia sangat cantik, baik dan penuh perhatian. Wajahnya yang cantik tapi tidak sombong, dia sangat suka membantu orang lain. Banyak yang suka dengannya, bahkan sampai ada yang rela melakukan hal gila demi mendapatkan cinta." kata elena.


Zyan hanya mendengarkan cerita elena yang sedang bercerita tentang ibunya. Jin sendiri terlihat antusias mendengarnya.


"Jadi apa yang terjadi selanjutnya?" tanya jin, kepo.


"Tentu saja dia menolaknya karna di dalam hatinya sudah ada seseorang yang dia suka." kata elena, tersenyum.


"Siapa itu kak?" tanya jin


Rasa penasaran jin semakin besar dengan cerita elena. Elena tersenyum senang, akhirnya dia punya menemukan cara untuk membuat zyan perlahan mengingat masa lalunya.


"Dia seorang pria yang dingin cuek tapi sebenarnya lembut dan penuh perhatian." kata elena terlihat senang.


"Sifatnya sama dong kak. Sama seperti zy." kata jin melirik ke zyan.


Elena tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


"Beda." jawab zyan tanpa memalingkan wajahnya.


"Ih zy kaya kamu tahu saja." jawab jin


"Hi hi hi, kamu benar jin. Sifat zyan sama persis seperti pria itu. Dingin, cuek tapi penuh perhatian." kata elena.


Zyan malas menanggapinya lagi.


"Jin-chan sebaiknya kerjakan dulu tugasmu. Aku tidak akan membantumu lagi jika kamu tidak mengerjakan tugasmu!" ancam zyan.


Mendengarnya jin langsung merinding takut.


"Uh gitu saja ngambek si. Jangan gitu dong zy." kata jin merajut.

__ADS_1


Langsung mendapat tatapan membunuh dari zyan dan semakin membuatnya merinding.


"Ihhh serem banget. Baiklah aku kerjakan tugasnya." kata jin menyerah.


"He he he. Kamu lucu jin. Cuma digertak begitu saja langsung menciut." ejek elena.


Jin cuma bisa manyun dan tidak menanggapi ejekan elena.


"Kak, kapan kapan cerita lagi yah?" kata jin


"Baik. Kamu lanjutkan tugasnya." jawab zyan


Jin melanjutkan tugasnya, kembali fokus kepelajarannya. Elena memperhatikan kedua adiknya sambil tersenyum senyum sendiri.


"Baiklah adik adikku, kalian lanjutkan. Kakak mau kembali ke ruangan kakak. Belajar yang rajin." kata elena.


Elena keluar dari kamar kedua adiknya. Setelah elena pergi, jin menghampiri zyan yang masih duduk belajar.


"Zy, zy, zyan?" panggil jin manja.


"Apa?!" tanya zyan.


"Zy, kamu penasaran tidak dengan cerita kak elena?" tanya jin.


Zyan tak mau menjawabnya, zyan tau maksud elena menceritakan tentang ayah dan ibunya pada jin saat dia ada. Zyan tahu, elena ingin zyan mengingat masa lalunya. Zyan memang ingat semua keluarganya dan juga malam kejadian itu.


Hanya saja untuk saat ini zyan masih berpura pura hilang ingat. Dia masih belum bisa mengungkap kebenaran itu.


"Zy kenapa diam saja? Sejujurnya aku sangat penasaran dengan teman kak elena yang dibilang mirip dengan mu itu." kata jin.


Zyan masih sibuk dengan pikiran, dia sama sekali tidak mendengar perkataan jin. Saat dia teringat, tadi ponselnya berbunyi dan zyan belum membukanya karna masih dipegang jin.


Jin jadi tegang saat zyan menanyakan ponselnya. Mengingat tindakannya tadi bisa memancing amarah zyan.


"He he he ini zy." kata jin cengar cengir.


Zyan mengambil ponselnya dengan wajah marah. Tapi jin masih senyum senyum merasa bersalah.


Zyan langsung membuka ponselnya dan melihat pesan yang masuk. Ternyata dari Paman Yang,


......Tuan saya sudah menemukan informasi tentang elena dan ruan ming.......


Zyan kaget membaca pesan dari Paman. Akhirnya yang teka teki tentang mereka berdua terpecahkan. Zyan sangat penasaran dengan hubungan mereka dengan orang tua nya.


Zyan membalas pesan dari paman.


......Baiklah. Besok aku akan menemui Paman. Tolong rahasiakan masalah ini. Jangan biarkan siapapun tahu termasuk jin.......


Jin yang super penasaran mendekati zyan untuk melihat apa yang zyan lakukan.


Zyan menyadari langsung mematikan ponselnya dan menyimpannya kedalam saku celana. Jin jadi manyum melihat sikap zyan yang tak mengijinkannya melihat apa yang dia lakukan.


"Ih zy ko gitu amat. Aku pingin tau pesan dari siapa?" kata jin, mode manja.


"Dari paman." jawab singkat zyan


"Ada apa? Apa sudah menemukan jejak baru?" tanya jin.

__ADS_1


"Tidak." lagi dijawab singkat oleh zyan.


"Lalu kenapa paman mengirimi mu pesan?" tanya jin lagi.


Kesabaran zyan sudah mulai habis. Dia tidak bisa konsentrasi pada pelajaran karna harus menjawab setiap pertanyaan jin.


"Apa tugasmu sudah selesai?!" tanya zyan balik.


Zyan berusaha terus bersabar menghadapi sahabatnya itu.


"Sudah." jawab jin penuh percaya diri.


Zyan tidak menanggapi dan masih fokus belajar.


"Zy, belajarnya udahan. Kamu harus istirahat, jangan terlalu banyak pikiran." kata jin, penuh perhatian.


Sebenarnya kepalanya juga sudah mulai terasa pening, zyan menutup bukunya dan beranjak ketempat tidur. Jin sudah terlebih dulu tiduran


"Zy masih sakit tidak?" tanya jin.


"Masih sedikit pusing." jawab zyan.


"Jika masih sakit, besok tidak usah berangkat. Nanti aku yang bilang sama kakak elena." kata jin.


"Tidak usah. Besok juga sembuh." kata zyan.


jin tak menjawab lagi, dia hanya melihat zyan yang memandangi langit kamar. Tanpa sadar keduanya tertidur pulas sampai pagi.


Perlahan suara burung kecil berkicao di pepohonan, terdengar merdu ditelinga hingga membangunkan zyan dari mimpinya.


"Ah sudah pagi." kata zyan.


Dia bangun dan langsung menuju kamar mandi. Di dalam kamar mandi, dia menatap pantulan dirinya dicermin. Memperhatikan wajahnya dan akhirnya dia paham, wajahnya memang sangat mirip dengan ibunya tapi matanya lebih mirip ayahnya.


"Ayah, Ibu, Naya aku mohon bersabarlah. Tak lama lagi kematian kalian akan terbalaskan. Aku janji." kata zyan pada dirinya sendiri.


Selesai mandi zyan keluar, dan dia melihat jin yang sudah bangun dan sedang membuat minuman. Melihat zyan keluar, jin langsung tersenyum sambil memberikan segelas macha pada zyan.


"Arigatao." kata zyan.


"Doitashimashite" jawab jin.


Kedua berdiri ditepian jendela sambil melihat pemandangan di pagi hari.


"Zy, lihat burung burung itu. Mereka terbang bebas diangkasa. Terbang kesana kesini tanpa beban, terlihat senang dan bahagia." kata jin.


Zyan memperhatikan sekawanan burung kecil yang terbang kesana kesini dengan bebasnya. Suara kicaoan mereka seperti nyanyian kebahagian ditelinga zyan.


"Kamu juga bisa seperti mereka. Terbang bebas keangkasa." jawab zyan sambil meminum machanya.


Jin tak menjawab, matanya terus memandangi burung burung kecil itu yang berlompatan dari satu ranting ke ranting lain.


Terkadang jin tersenyum melihat tingkah burung burung itu yang menurutnya sangat lucu. Zyan menengok ke samping kirinya, terlihat wajah sahabatnya itu yang sedang tersenyum.


Dan tanpa sadar membuatnya sedikit merona. Zyan segera memalingkan wajahnya, kembali menatap langit pagi.


"Pergilah mandi, selagi kak elena belum datang" perintah zyan.

__ADS_1


"Baiklah, aku mandi dulu." kata jin.


Zyan masih menikmati suasana pagi yang begitu tenang dan udara yang masih segar.


__ADS_2