
Zyan kembali ke kelas dengan ekspresi kesal.
"Zy kamu kenapa?" tanya jin.
"Tidak." jawab zyan dengan singkat.
Jin pun tak lagi bertanya. Jin memilih untuk diam dan melanjutkan bermain game.
Shion masuk kedalam kelas. Jin langsung tersenyum saat melihat shion datang.
"Pagi shion." sapa jin.
"Oh pagi juga jin." balas shion dengan senyum.
Jin membalikkan badannya dan menghadap kebelakang. Dia melihat shion yang baru datang.
"Shion, bagaimana kabar ibumu? Apa sudah baik kan?" tanya jin.
"Iya. Ibuku sudah baik baik saja. Terima kasih jin," jawab shion.
"Syukurlah. Sudah berapa hari kamu gak masuk sekolah. Aku khawatir denganmu." kata jin.
Shion hanya tersenyum pada jin yang sudah mengkhawatirkan dirinya.
Pelajaran pun di mulai, suasana kelas menjadi hening. Semua fokus pada pelajaran.
Shion mencuri pandangan dengan zyan. Dia pun menulis sesuatu di bukunya dan memberikannya pada zyan.
Zyan menerimanya lalu membaca pesan yang di tulis oleh shion.
...'Zy, aku tau aku bukan siapa siapa kamu. Tapi sangat perduli denganmu.'...
Zyan membalas pesan di buku itu lalu memberikannya lagi pada shion.
......'Sudah aku katakan berapa kali. Sampai kau berlutut pun aku tidak akan mengubah pendirianku.'......
Shion kembali menulis dan kembali memberikan nya pada zyan.
...'Zy, ingatlah. Balas dendam hanya akan melahirkan kebencian yang dalam. Aku mohon zy sadarlah.'...
__ADS_1
Zyan hanya membacanya dan tidak mau lagi membalas pesan shion. Shion melihat zyan dengan pandangan sedih.
Waktu terus berjalan sampai waktu pulang tiba. Shion ingin sekali bicara lagi pada zyan tapi zyan enggan merespon sikap shion.
Zyan malah mengajak jin keluar,
"Jin ayo." ajak zyan.
"Iya zy." balas jin.
Keduanya keluar dari kelas. Shion hanya bisa menatap sedih zyan dari belakang.
Kedua temannya datang menghampiri shion yang terlihat sedih.
"Shion kamu kenapa?" tanya yuri.
Shion tidak menjawab dan terus melihat zyan sampai zyan menghilang dari pandangannya. Kedua temannya ikut memperhatikan arah pandangan shion.
"Sebaiknya kau minta bantuan pada jin. Aku yakin jin pasti mau membantumu." kata lan.
Keduanya teman shion, mengira kalau shion kesulitan untuk bicara pada zyan tentang perasaannya. Dan mereka menyarankan untuk bicara dengan jin.
Lan dan yuri tahu jika hanya jin lah yang bisa membantu shion untuk bisa bicara berdua dengan zyan.
Malam hari di asrama, Zyan dan jin melakukan kegiatan seperti biasa. Zyan sibuk dengan laptopnya dan jin sibuk dengan ponselnya.
"Zy, apa malam ini kita akan keluar?" tanya jin sambil bermain game.
"Iya. Tapi hanya aku saja yang akan keluar. Kau tetaplah disini." jawab zyan.
"Kenapa aku tidak boleh ikut zy? Aku ingin ikut bersama mu." balas jin.
"Maafkan aku jin. Tapi untuk saat ini cukup aku saja yang keluar. Demi keamananmu." kata zyan.
"Zy, apa aku selalu menjadi bebanmu? Sampai kau tidak mau mengajakku pergi?" tanya jin dengan nada sedih.
Mendengar hal itu, zyan beranjak dari duduknya dan menghampiri jin yang sedang duduk diatas tempat tidurnya.
"Kau bukanlah beban untukku. Justru kaulah semangatku, jin. Alasanku melarangmu demi kebaikanmu. Kau tau situasi saat ini, polisi ada di mana mana sekarang. Jika sampai kau dan aku tertangkap itu akan menjadi masalah besar." jawab zyan.
__ADS_1
"Tapi zy. Aku juga mengkhawatirkan keselamatanmu. Bagaimana jika sampai polisi menangkapmu?" tanya jin.
"Tidak masalah jika mereka menangkap ku, selama kau aman. Itu sudah cukup untukku jin." jawab zyan.
Jin terus menatap sahabatnya itu dengan pandangan sedih. Jin tak rela, zyan pergi seorang diri. Tapi jin juga tidak bisa melarang zyan untuk pergi.
"Jin, cukup disini dan doakan aku kembali dengan selamat." kata zyan seolah menjawab kekhawatiran jin.
Jin menundukkan kepalanya, dia terlihat murung. Zyan mengerti, jin sangat mengkhawatirkan dirinya tapi ztan lebih khawatir jika sampai jin tertangkap polisi.
"Jin, jika kau bosan di dalam kamar. Kau bisa keluar dan bermain dengan yang lain. Tak perlu menungguku pulang." kata zyan sambil beranjak bangun.
Jin masih tidak mau menjawab. Zyan pun tidak mau memaksa jin untuk menjawabnya.
Zyan mulai bersiap untuk keluar malam ini. Meski ini masih pukul 7 malam, zyan tetap akan keluar. Demi mendapatkan informasi yang dia butuhkan.
Selesai bersiap, zyan menjatuhkan tali dan bersiap untuk turun. Tapi langkahnya terhenti karna jin memegang tangan kanan zyan.
"Zy cepat kembali dan berhati hatilah." kata jin.
"Aku pasti akan kembali. Doakan aku berhasil." balas zyan.
Jin menganggukkan kepalanya. Meski di dalam hatinya masih merasa khawatir, jin melepaskan tangan kanan zyan. Dan zyan pun turun kebawah dengan cepat.
Setelah zyan pergi, jin masih saja mondar mandir di dalam kamar. Jin terus merasa khawatir pada zyan.
Jin terus berdoa di dalam hati, berharap zyan akan baik baik saja.
Tapi langkahnya terhenti karna ponselnya berbunyi. Jin melihat siapa yang menelponnya. Ternyata shion yang menelponnya, jin langsung mengangkat panggilan itu
"Hallo, shion. Ada apa?" tanya jin langsung.
"Jin, kamu ada waktu tidak? Aku ingin bicara berdua denganmu di halaman." jawab shion.
Jin terdiam sejenak, jantungnya mulai berdetak kencang.
"Ada. Baiklah, aku akan segera turun." balas jin.
"Aku tunggu di bawah." kata shion.
__ADS_1
Jin menutup telponnya lalu mengambil jaket dan segera turun kebawah. Ada perasaan senang dan juga penasaran di dalam hatinya.
Jin sampai di halaman asrama, dia menengok kesana kemari mencari shion.