
Dear Eresha
Akhirnya aku menemukan mu di antara hiruk-pikuk keramaian kota. Menembus ribuan manusia di tengah-tengah bus kota.
Kisah kita sempat menjadi sebuah cerita yang kompleks. Sebuah perkenalan singkat yang akan terus ku ingat. Hingga ketika cerita kita berada di puncak, klimaks yang hanya sekejap mata. Kemudian semuanya langsung berakhir seperti antiklimaks yang tak suka bertele-tele.
Situasi tak memungkinkan bagi kita untuk saling melupakan. Hari-hari itu hanya akan terasa semakin perih bagiku. Entah bagaimana denganmu.
Aku salah. Sangat salah ketika aku memutuskan untuk memaksa masuk ke kehidupanmu. Nyatanya dirimu adalah seorang peri yang tersesat. Peri yang tengah bersedih. Peri yang kehilangan sebagian dari hidupnya.
Aku salah ketika mencoba melengkapi bagian yang hilang itu. Karena sebenarnya ia selalu ada bersamamu tanpa pernah kamu sadari. Sebuah hati yang selalu kamu jaga dan genggam erat.
__ADS_1
Sekarang, ku lihat potret kita di masa lalu. Penuh tawa bahagia tanpa pernah menduga kecewa yang akan datang setelahnya. Wajah bahagia terekam nyata di atas lembaran kertas berwarna. Membingkai indah memori lampau yang begitu menyayat jiwa.
Tak seharusnya kisah kita pernah tercipta. Dan sekarang cerita itu telah tamat di atas kertas. Aku tak berhak lagi untuk mencintaimu, tapi bolehkah aku hanya sebatas mengagumimu? Hanya sebentar saja, sebelum pada akhirnya kita akan benar-benar berpisah. Aku janji tak akan lama. Hukum saja aku sesuka hatimu jika aku ingkar.
Arka Ray Lionando
***
Ia hanyalah anak laki-laki sederhana yang tak pernah terlihat begitu rapuh sebelumnya. Pria dingin berotak encer, yang enggan membuka hatinya untuk siapapun. Hingga pada akhirnya gadis itu datang, merubah seluruh dunianya.
Dunianya yang terlalu kelabu seperti tak ada kehidupan. Memang selalu begitu baginya. Semuanya terasa hampa tak bermakna baginya.
__ADS_1
Eresha Caitlyn Ananda namanya. Seorang gadis yang Tuhan titipkan padanya. Tuhan percaya jika Arka mampu menjaganya hingga ia pulih seutuhnya. Cinta adalah sebuah anugerah yang tak pernah ia duga. Hal yang dulu sempat ia sepelekan, kini mampu membungkam nya.
Perasaan yang ikut Tuhan titipkan bersamaan dengan datangnya gadis ini di kehidupannya. Yang dulunya Arka di kenal sebagai orang berhati dingin, tak banyak bicara dan juga jarang tersenyum. Tapi semuanya berubah seratus delapan puluh derajat setelah Eresha datang.
"Semoga aja dia enggak marah bukunya gue coret-coret gini." Gumam Arka pelan.
Beberapa bait tulisan itu ia torehkan di buku tulis Eresha yang sempat ia pinjam tadi. Sebenarnya ia tak ketinggalan catatan seperti yang ia katakan tadi, itu hanya alasan yang ia buat agar bisa meminjam buku ini.
"Semoga semuanya akan baik-baik saja setelah Eresha baca ini." Ucap Arka dengan penuh harap.
Kemudian ia segera memasukkan buku itu kembali ke dalam tas nya agar tak tertinggal besoknya.
__ADS_1
Arka melirik jam di kamarnya sambil meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku karena terlalu lama berkutat di meja belajar. Setelah itu ia bergegas pergi menuju kasurnya untuk tidur.