Pengasuh Tomboy Si Pencuri Hati

Pengasuh Tomboy Si Pencuri Hati
BAB 46


__ADS_3

Ray dan mbok Asih tiba di rumah sekitar pukul tiga dini hari.


"Loh, kamu gak tidur, Nduk?" tanya mbok Asih saat Suci membukakan pintu untuk mereka.


"Keadaan rumah sedang kacau begini, mana bisa tidur."


"Alhamdulillah, Nduk. Berkat do'amu juga masalah besar sudah selesai."


"Jadi, Mbok dan Tuan sudah bertemu nyonya Sofia?" tanya Suci.


"Ya. Wanita picik itu kini berada di rumah sakit."


"Rumah sakit? Memangnya dia kenapa?"


"Nyonya Sofia kehilangan penglihatannya setelah keningnya tidak sengaja membentur sudut meja saat dia berebut kunci mobil dengan Benny."


"Benny?"


"Benny adalah anak kandung nyonya Sofia dengan laki-laki bernama Sean. Pemuda itu yang semalam mendatangi rumah ini dan mengaku kelaparan setelah diusir oleh ayahnya."


"Aku paham sekarang. Benny diusir oleh ayahnya karena dianggap menjadi penyebab nyonya Sofia kehilangan penglihatannya. Karena kelaparan, dia terpaksa mencuri roti, meskipun pada akhirnya dia tewas karena dihajar massa," ucap Suci.


"Tepat sekali!" seru Ray.


"Oh ya, mulai sekarang tidak ada lagi nyonya besar di rumah ini," ucap mbok


Asih.


"Apa maksud Mbok?"

__ADS_1


"Nyonya Sofia sudah mengakui semua perbuatan dan kebohongannya, termasuk hubungannya dengan seorang pria bernama Sean. Jadi, tuan Ray mempersilahkan nyonya Sofi untuk tinggal bersama suaminya."


"Bagaimana tanggapan nyonya Sofia diperlakukan begitu?" tanya Suci.


"Saya rasa kamu paham betul sifatnya. Tentu saja dia protes padaku. Akan tetapi dia harus menerima konsekuensi dari begitu banyak kesalahan yang pernah dilakukannya. Ehm … bagaimana dengan Arsen? Apa malam ini nyenyak tidurnya?"


"Seperti biasanya, tuan muda Arsen terbangun karena haus, setelah minum susu dia tidur kembali."


"Saya istirahat di kamar dulu."


Ray berlalu dari hadapan Suci dan menuju kamarnya yang berada di lantai dua.


Keesokan paginya.


"Lihat, Zola masih saja kebingungan menunggu nyonya pulang," ucap mbok Asih saat mendapati gadis itu tengah berdiri di pintu gerbang sambil celingukan. Kasihan dia, dia pasti belum tahu jika nyonya Sofia tidak akan pernah kembali ke rumah ini lagi," ucap mbok Asih.


"Sepertinya aku harus memberitahunya."


"Kamu pasti menunggu kedatangan nyonya Sofia," ucap Suci sesampai di pintu gerbang.


"Nyonya Sofia tidak pulang semalaman. Tapi tidak ada satu pun dari kalian yang peduli padanya.


"Kata siapa tidak ada yang peduli pada nyonya? Semalam mbok Asih dan tuan Ray pergi mencarinya."


"Lantas? Di mana Nyonya sekarang? Kenapa sampai pagi belum pulang juga?"


"Ehm … saat ini nyonya Sofia tengah dirawat di rumah sakit."


"Astaga! Apa yang terjadi pada nyonya Sofia? Kenapa dia bisa dirawat di rumah sakit?" desak Zola.

__ADS_1


"Nyonya mengalami kecelakaan dan ia kelihatan penglihatannya."


"Astaga!" Zola yang merupakan tangan kanan Sofia itu membekap mulutnya.


"Aku harus ke rumah sakit sekarang."


Zola berlalu dari hadapan Suci. Beberapa saat keduanya dia kembali dengan mengenakan tas selempang nya.


"Taksi!," serunya pada sebuah taksi yang kebetulan melintas. Ia pun lalu masuk ke dalam taksi tersebut.


Sesampainya di rumah sakit.


Tangis Zola pecah saat dia memasuki ruang perawatan Sofia. Bagaimana pun Sofia orang terdekat nya di rumah Ray.


"Kenapa Nyonya jadi begini?" isaknya.


"Sudahlah, jangan menangis," ucap Sofia.


"Bagaimana saya bisa melanjutkan hidup tanpa Nyonya di rumah itu?"


"Dengar. Meskipun saya sudah tidak lagi tinggal di rumah itu, kamu masih bisa bekerja untuk saya."


"Maksud Nyonya?"


"Saya akan menyetirmu untuk menghancurkan Ray."


Bersambung …


Hai, pembaca setia…. ditunggu dukungannya ya….

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like,komentar positif, favorit, vote, dan hadiah. Sekecil apapun dukungan kalian. Akan sangat berarti bagi Author 🥰🥰🥰🥰


Happy reading..


__ADS_2