Perang Abadi Kasarewang

Perang Abadi Kasarewang
Ujian Standarisasi (4)


__ADS_3

Dari seluruh arah ruangan, lima buah formskitter muncul mengelilingi mereka. Formskitter-formskitter itu berbeda dari formskitter yang pernah Harsa jumpai sebelumnya. Mereka adalah daging terbang yang berbentuk kubus, balok, bola, piriamid, dan tetrahedron. Kumpulan daging itu tampak mengerikan tanpa kulit, darah menetes dari daging-daging yang senantiasa berubah bentuk. Tanpa aba-aba, formskitter kotak itu berubah bentuk jadi ghoul tanpa mata, mulut, dan telinga. Ghoul formskitter itu langsung berlari ke belakang Harsa. Pukulan itu melesat begitu kuat hingga walaupun Harsa berhasil menghindarinya, cekungan besar terbentuk tepat di pijakan kaki Harsa beberapa detik yang lalu.


Harsa melompat ke belakang. Tangannya meraih ke gagang pedang barunya dan menarik kedua bilah pedangnya keluar. Harsa langsung merasakan perubahan elemen elektromagnetik dari auranya. Wow, pikirnya kagum dalam hati. Otot-otot pergelangan tangan kirinya protes begitu harus menampu beban pedang baru itu. Harsa menghiraukannya.


Dia maju ke depan dengan satu kali lompatan penuh dengan physis. Dia melesat dengan cepat ke depan ghoul itu. Bukan hanya karena kekuatan physis, namun karena elemen elektromagentik yang mulai bersingkronisasi dirinya. Tebasan silang Harsa tidak bisa dihindari oleh formskitter itu. Tubuh dan intinya terbelah menjadi empat sebelum akhirnya menghilang menjadi debu. Harsa terkejut sendiri bagaimana cepatnya pertarungan dirinya selesai. Dia tak menyadari perkembangannya sendiri selama dua tahun ke belakang.


Ketika formskitter lawannya sudah KO, Harsa mulai memperhatikan sekitarnya. Aster sedang bertarung melawan formskitter berbentuk balok. Formskitter itu menyerang dengan menambahkan balok demi balok di atas tubuhya sendiri. Dia lalu melemparkan bagian tubuhnya pada Aster. Setiap lemparan meledak dan membuat cekungan di lantai.


Dengan physisnya yang terbatas, Aster membuat satu kumpulan air yang dia bekukan menjadi tombak es keras. Dia menghindari dan membalikkan serangan balok-balok daging yang meledak dengan tombak esnya. Berbeda dengan terakhir kali Harsa melihat Aster berlatih bertarung, gelakannya lancar dan refleksnya luar biasa meningkat. Harsa teringat Barsa ketika melihat gerakan-gerakan Aster. Ya, latihan bela dirinya dengan Barasa sama sekali tak sia-sai. Namun, tampaknya Aster kesulitan untuk membalas serangan formskitter itu. Dia hanya terus menghindar dan terdorong ke belakang.


Tak jauh di sebelahnya, Kriya menjagal formskitter berbentuk bola yang tak berkutik menerima seragan bertubi-tubi. Ditambah lagi, pola serangan Kriya yang super acak Karenna dia mampu mengubah masa dan jenis pedangnya dengan mudah. Dari pedang pendek, menjadi katana, lalu pedang berbelah dua, golok, ataupun karambit. Tampaknya dia memiliki keselerasan dengan dekrit materi, terutama elemen besi. Meski dia dapat memojokkan formskitter itu, Kriya frustasi karena dia tak kunjung dapat menemukan intinya.


Di seberangnya, Kasarewang yang belum juga memperkenalkan dirinya terus menghindari formskitter dengan tiba-tiba menghilang dari pandangan. Dengan mata kepalanya sendiri, Harsa mengkonfirmasi. Kasarewang itu memiliki keselerasan dengan dekriat ruang. Dia berpindah-pindah dan merubah ruang di sekitar jangkauan orangnya. Namun, tak juga menyerang formskitter berbentuk pyramid yang menyerangnya bagai bor.


Di paling ujung, Rucira sedang menangkal serangan-serangan formskitter dengan…. batang pohon? Formskitter tetrahedron telah berubah seperti ghoul yang dilawan Harsa, namun ghoul itu memiliki empat buah tangan. Rucira tampak kesulitan untuk memberikan serangan balik. Setiap kali dia menahan pukulan dari ghoul itu, batang pohonnya patah dan hancur berkeping-keping. Dia tak mampu memperkuat batang pohon itu dengan kekuatan physisnya. Tak lama, kecemasan Harsa berwujud. Rucira yang semakin kelelahan tak mampu menahan seluruh pukulan dari ghoul bertangan empat itu. Salah satu tangannya akan segera menghantam pipi Rucira.


Harsa tidak pikir panjang. Dia melemparkan salah satu bilah pedangnya hingga menancap ke tangan ghoul tersebut, membuat pukulan ghoul-formskitter itu berbelok. Dengan satu bilah pedangnya lagi ia masukkan elemen elektromagnetik yang berlawanan, tubuhnya tertarik dengan cepat menuju seberang ruangan. Hanya dalam waktu beberapa detik, dia sudah berada di samping ghoul tersebut, kakinya yang penuh menendang kepala ghoul-formskitter itu hingga putus. Namun, seperti yang dia perkirakan, kepala ghoul itu sudah kembali seperti semula dalam sekian detik. Harsa mengambil bilah pedangnya yang tertancap di tangan ghoul itu, lalu melompat ke belakang untuk mengambil jarak antara dia dan ghoul itu.


“Rucira!” Kriya berteriak panik setelah mengabaikan lawannya. Dia segera menyesali keputusannya karena formskitter bulat yang sedang dia lawan melonjong, dan menonjok pipinya dengan keras hingga dia terlempar ke belakang.

__ADS_1


Harsa mengabaikan terikannya. “Apa kamu tidak apa-apa?” tanya Harsa pada Rucira yang duduk di belakangnya.


“Aahh.” Rucira masih shock karena sangking terkejutnya. “Iya, kurasa, baik-baik saja. Di depan kamu!!”


Harsa sudah merasakan serangan formskitter itu melalui auranya. Dia menghindarinya ke samping. “Tolong cover aku ya.” Pinta Harsa sebelum berbalik untuk menghadapi formskitter itu dengan serius.


Dia mengalirkan elemen laser ke salah satu bilah pedangnya. Dia menembakkan laser-laser itu ke arah formskitter ghoul, dan lubang besar muncul di dadanya menuju perutnya. Dari lubang itu Harsa dapat melihat bahwa intinya berada di bagian bawah perutnya. Dia sudah tak ragu untuk maju untuk membelah inti formskitter itu dengan kedua belah pedang barunya, namun tiba-tiba tangannnya kehilangan tenaga. Dia jadi menjatuhkan lengan dan pedangnya. Kehilangan momentum, ghoul formskitter itu menonjok wajahnya hingga dia terpentas ke belakang.


“Harsa!” Teriak Rucira dari belakang.


Harsa bangun. Mata dan auranya sudah mendeteksi pukulan kedua, namun tiba-tiba keduanya kabur oleh ratusan, bahkan ribuan, kupu-kupu yang terbang memborbardir ghoul-formskitter itu. Formskitter itu sekarang sibuk menyingkirkan kupu-kupu itu. Meski dia berhasil menghancurkan satu, masih ada ribuan yang terus menganggu pengelihatannya.


“Apa kamu tak apa-apa?” Tanya Rucira balik.


Harsa ingin memperingati Kriya tentang formskitter bulat yang menjadi lawannya. Kriya bukannya sudah mengalahkan lawannya, dia hanya meninggalkan lawannya sementara untuk menghabisi formskitter yang menjadi lawan Rucira. Sekarang, formskitter bulat itu berbentuk bola itu melemparkan bagian tubuhnya yang dia ubah menjadi peluru untuk ke punggung belakang Kriya. Kasarewang yang belum mengenalkan dirinya itu memanpulasi elemen ruang yang ada di belakang punggung Kriya. Peluru-peluru itu melewati punggung Kriya, namun muncul kembali di belakang formskitter bola dan menghujami dirinya sendiri.


“Aku kira habisi formskitter sendiri-sendiri baru bantu yang lain.” Kata Kasarewang itu dengan sarkas. Entah bagaimana, Kasarewang itu telah menghabisi lawan formskitternya sendiri.


Di ujung ruangan juga, Aster akhirnya berhasil menancapkan tombak esnya ke inti formskitter balok itu. Dia terengah-engah. Di wajah, paha, dan pinggangnya berdarah karena serang formskitter itu. Dia masih berdiri, namun baik kedua kakinya dan tangannya bergetar karena kelelahan.

__ADS_1


“Sungguh, aku sudah membelah formskitter itu berkali-kali, namun tidak menemukan intinya.” Kata Kriya kembali memperhatikan formskitter lawannya setelah memastikan Rucira baik-baik saja.


Kasarewang yang belum mengenalkan dirinya. “Hah! Itu nggak mungkin, setiap formskitter pasti ada intinya.”


Kasarewang itu menghilang dari pandangan dan muncul kembali di depan formskitter bulat itu. Dia membelah formskitter menjadi dua, kemudian menghilang lagi dan muncul di seberang ruangan, di sebelah Aster. Selanjutnya, Kriya maju. Dia mengubah tombak menjadi golok dan menebas formskiter itu menjadi delapan bagian. Terakhir, Harsa melemparkan bola api merah ke formskitter itu hingga tubuhnya menjadi abu.


Namun, abu-abu itu terkumpul dan formskitter bola itu mulai terbentuk kembali.


“Lihat? Menurut kalian, memangnya tadi kita bisa melewatkan intinya?!” Kata Kriya lelah.


“Nggak mungkin.” Kasarewang yang satu tak percaya.


“Nggak. Aku pernah bertemu yang seperti ini satu kali.” Kata Harsa panik. Dia mulai mencari-cari inti formskitter itu dengan auranya sambil menceritakan dengan singkat bagaimana dia dan Barasa hanya melawan bagian dari formskitter.


“Jadi?! Tubuh asli dan intinya ada di tempat lain?!” Wajah Rucira menjadi pucat.


“Kemungkinan besar, ya.” Jawab Harsa bingung.


Mereka tidak punya waktu berpikir. Formskitter bola itu sudah pulih sempurna dan mulai menyerang mereka kembali. Kriya kembali menahan serangan serangan itu. Sampai kapan mereka harus menahan serangan formskitter bola itu?

__ADS_1


 


 


__ADS_2