
Nadia velysa adalah seorang mahasiswi yang cerdas dan terampil...Vely sangat bahagia sekali saat mendapati dirinya lolos masuk ke universitas terkenal dengan bantuan beasiswa....
hari ini Vely terlambat masuk, Berlari di lorong panjang dan tergesa-gesa. karena jam sudah pukul delapan iya takut dirinya di cap tidak disiplin
"Maaf pak saya terlambat..." ucap Vely sambil membungkukkan badannya hormat
dosen yang bernama Henky itu hanya tersenyum dan mengangguk,
"Masuklah jam baru akan di mulai"
Vely tersenyum dan ikut mengekori sang dosen
"Perkenalkan nama saya Nadia velysa. saya lulusan dari SMA negeri 02. usia saya delapan belas tahun" Vely memperkenalkan diri di hadapan para mahasiswa yang lain
Kini giliran mahasiswa yang lain memperkenalkan diri. Vely menyimpan uang hasil kerjanya di dalam saku dan menepuk saku bajunya...
"Setidaknya aku bisa makan hari ini" ucap Vely
Vely ngekost di perempatan jalan. Vely terkesan beruntung Karena biaya kos di bayar oleh kampus,
usai kuliah Vely dan teman teman barunya pergi ke kantin untuk makan sebelum pergi pulang. hari ini hanya ada perkenalan antara mahasiswa dan para dosen jadi mareka pulang awal
Sementara di gedung tinggi dan megah
__ADS_1
"Ayolah sayang, hanya lima puluh juta saja, apa kau akan bangkrut jika aku meminta sebanyak itu pada mu?" ucap Ariel sambil bergelanyut manja di lengan kekar Bryan
"Aku tidak akan bangkrut, tapi jika kau meminta sebanyak itu hanya untuk shopping saya tidak akan memberikan uang itu" ucap Bryan geram
"Kau pelit sekali" kesal Ariel
"Tidak cukupkah seratus juta yang aku berikan padamu hari itu? jika aku hitung hitung sudah lebih dari satu miliar uang yang aku berikan padamu selama ini" ucap Bryan menatap wajah cantik Ariel
"Baiklah, aku bisa menyimpulkan bahwa kamu laki laki pelit" ucap Ariel marah, dia berdiri dari pangkuan Bryan dan pergi dari ruangan itu,
Brakkkkk dia menutup kasar pintu otomatis itu...Bryan menghela nafas dan tersenyum kecut, apakah dia buta dalam memilih perempuan, bahkan dia sebenarnya sudah menikah sudah lama namun Ariel bersikukuh untuk tidak menikah karena dia adalah model terkenal....
Sementara di pinggir jalan
matanya tertuju pada mobil mewah di depan tempat kerjanya, pikirnya itu pasti pengusaha sukses yang berselingkuh di bar....
dengan langkah cepat Vely menuju bar mami Wenda, dia pasti mendapat banyak uang karena mengantar minuman beralkohol untuk pelanggan
"Selamat sore mami" sapa Vely ramah
"Selamat sore, kamu baru datang nak?" sapa mami Wenda, Wenda sendiri memiliki mini bar, dia memperkerjakan Vely di bar miliknya, dia tidak meminta Vely Melakukan hal berbau mesum atau melayani para lelaki hidung belang. Wenda sangat sayang pada Vely dan menganggapnya sebagai anaknya, Wenda juga tau latar belakang Vely seperti apa
Di bagian bar lain, laki laki itu meneguk habis minumannya dan berbicara sendiri,
__ADS_1
orang tersebut tidak lain adalah Bryan, dia datang ke mini bar itu hanya untuk minum minuman keras
"Satu lagi Vodka" teriak Bryan, Vely dengan sigap membawa minuman yang di pesan Bryan,
setelah hendak kembali Bryan menarik tangan Vely dan mendudukkan Vely di pangkuannya.
"Sayang layani aku" ucap Bryan sambil memeluk tubuh mungil Vely
"Maaf jangan kurang ajar pada saya, saya bekerja sebagai pembawa minuman, jika anda ingin di layani maka anda pangil saja wanita lain" Vely berontak dan mencoba lepas dari pelukan Bryan...
"Aku bisa membeli bar ini beserta pelayan dan pekerja nya" ucap Bryan hendak mencium Vely,
Plakk dia menampar wajah Bryan,
"Beraninya kau!!" Bryan menutup ruangan tersebut dan menghampiri Vely yang ketakutan,
"apa yang akan kau lakukan?" Vely mencoba kabur dan membuka pintu, namun pintu itu terkunci
"PUASKAN AKU!!!" Teriak Bryan sambil menarik tangan Vely ke arah sofa besar di ruangan VIP itu, ruangan mahal dan berfasilitas lengkap dengan kasur dan sofa, Bryan sudah menyewa ruangan itu
"Tidak... lepasan aku," Vely menangis kala bju nya sudah sobek dan berantakan...
BAB 1 SELESAI
__ADS_1