Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Membuka mata


__ADS_3

Pagi harinya Bryan membuka matanya, netra biru itu menatap siluet tubuh mungil Vely dan putranya yang berdiri di depan pintu masuk ruang rawat Bryan


"Bryan....!" pekik Vely sambil berlari kecil menuju Bryan...


Vely memeluk Bryan dengan satu tangan dan tangan yang lain sedang mengedong Cio,


"Sayang..." ucap Bryan sambil mengelus puncak kepala Vely


"Dasar bodoh..." ucap Vely seiring air matanya mengalir deras


"Kenapa?" Bryan bingung melihat vely yang mengumpatinya


"Aku mencintaimu jangan lupa Bryan, jangan tinggalkan aku" ucap Vely saat Bryan menghapus air matanya


"Aku tidak mau ninggalin cewek cantik yang satu ini, dan si junior tampan..." Bryan mengelus kepala Lucio.....


"Aku serius..." pekik Vely


"Oke oke, aku mungkin sedikit bercanda, namun apa yang aku katakan tidak mungkin aku inkari" ucap Bryan serius, Vely menatap netra biru itu dengan dalam, ada ketulusan yang di lihat Vely,


"Seharusnya kau tidak bodoh datang dan memeluknya, kau tau, aku hampir kehilanganmu" lirih Vely,


Bryan mendudukkan dirinya dan memegang tangan kanan Vely,


"Lihatlah aku" Vely menatap Bryan


"nyawa, harta, apapun akan aku lakukan demi kamu Dan Cio, Bahakan aku rela nyawa ku melayang demi kalian,....jadi aku mohon Vely, jagalah dirimu untuk ku, aku akan mati jika kau tidak ada...." air mata Bryan mengalir, baru kali ini laki laki itu mengeluarkan air matanya bahkan itu sangatlah langka

__ADS_1


Cio menatap wajah kedua orang tuanya bergantian kemudian mengeluarkan lidahnya


'mmmmmmm" bunyi mulut kecil itu bergumam,


"apa nak?" Bryan pun menepuk sisi ranjang pasien yang cukup untuk dua orang itu..


"Duduk di sini sayang..." Vely meletakan baby Cio di samping Bryan,


"Aku pangilin dokter dulu yah, kamu sama Cio aja" Bryan mengeleng kepala menolak


"Jika mareka masuk aku tidak akan bisa berduaan dengan mu,...." ucap Bryan,


"Pastikan tubuhmu baik baik saja, aku tidak mau kau sakit lagi, kapan kita menikahnya...." ketus vely


"Cie yang gak sabaran" ledek Bryan


"Sayang jangan marah marah dong, nanti ceptu loh...." ucap Bryan


"Ceptu? apa itu?" tanya Bryan


"Cepat tua" Vely membelakan matanya, kesal senang bahagia bercampur menjadi satu, dia kira dia akan kehilangan orang yang mulai mengisi ruang hatinya itu namun tuhan terlalu berpihak kepadanya


"Udah ah, aku mau keluar sebentar, aku lapar...." Vely pun pergi ke kantin RS untuk mencari makan untuk dirinya...


saat keluar Vely berpapasan dengan Dimas Lisa serta kedua orang tua Bryan,


"om Tante, kak Dimas kak Lisa..." ucap Vely sambil menyalami kedua orang tuanya Bryan

__ADS_1


"Gimana keadaan Bryan nak...? apakah dia sudah sadar?" tanya Alice


"Puji Tuhan sudah Tan...Bryan sama Cio di dalam" ucap Vely tersenyum keempatnya mengucapkan syukur


"Kamu mau kemana nak?" tanya Farhan


saat melihat vely akan keluar setelah mengantar Mareka masuk


"Aku mau ke kantin om, soalnya aku tadi datang kepagian dan belum sarapan, kalian mau titip?" tanya Vely,


"Engak nak" ucap Farhan


"Oh, bry kamu makan?" tanya Vely


"Engak..." ucap Bryan sambil memainkan tangan putranya


"Aku suruh perawat membawa makan untukmu, no tolak" Vely bergegas pergi


Alice senang melihat kedekatan Bryan dan Vely, Alice mengambil alih Beby Lucio dari Bryan,


"Cucu Oma, Oma bawa ke Singapura mau?" Bryan menatap wajah mamanya,


"Bryan aja belum sebulan bersama nya, mama mau bawa ke Singapura pula, tunggu gede deh" Alice tertawa


Dimas dan Lisa pun ikut bercanda dengan mareka, hari sudah siang, mareka pun pulang, Vely memilih untuk menjaga Bryan sedangkan Cio di bawa pulang oleh Oma nya


BAB 33 SELESAI

__ADS_1


__ADS_2