Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
[Part 22]


__ADS_3

Pesanan sampai, Bryan siap untuk memotong bakso jumbo tersebut, Vely sendiri ingin meneteskan liur saat melihat daging bulat tersebut


"Cepetan mas...lama banget kayak itu aja" ucap Vely, pasalnya Bryan mengelus pisau itu di pentolan itu seperti dirinya mengelus burungnya di inti Vely yang membuat Vely tidak tahan jika Bryan melakukan itu


"Baiklah, mas belah Sekarang" Bryan memotong pentol Rakasa tersebut sambil membaginya di mangkuk Hansel dan Lucio, kedua bocah itu langsung saja memakan makanan tersebut dengan sebotol susu di samping, penangkal pedas


Melihat para bebysister yang juga tergiur melihat makanan enak tersebut, Bryan berniat untuk mengerjai


"murah loh mbak, sepuluh juta aja" ucap Bryan, keempatnya membulatkan matanya


"Oala pak, itu mah gajih kita tiga bulan..." ucap mareka, Bryan terkekeh sementara Vely mencubit gemas pinggang Bryan karena keterlaluan mengerjai bebysister


"Ambil mangkuk si kembar Mbak, ini aku juga ada beli yang pentolan sedang untuk mareka" ucap Vely,


"Sekalian ambil mangkuk untuk kalian" teriak Vely lagi,


Semuanya makan dengan tenang karena tidak ada yang berani ribut saat makan makanan pedas jika tidak mareka akan keselak...


Bebysister itu sangat beruntung datang ke rumah Bryan dan Vely jika mareka ambil cuti lagi maka mareka tidak akan makan makanan yang menjadi makanan terenak dan terbesar

__ADS_1


itu


"Kalau mau ambil aja si situ mbak, dari pada gak habis" ucap Vely, dengan senang hati keempat bebysister tersebut menambah


"au agi..." ucap Kris, Vely menaruh kembali mangkuknya di lantai kemudian menambah pentolan ke mangkuk Kris,


"Pelan pelan" ucap Vely sambil menuntun tangan Kris untuk duduk


"Ahh mam agi" ucap Kris saat berhasil duduk, ya karena popok yang selalu di pakai membuat Kris agak kesusahan untuk duduk di tambah lagi itu penuh, tidak seperti Cio dan Hansel pertumbuhan si kembar sedikit lambat karena siklus pertumbuhan anak anak ada yang berbeda-beda


"Au agi"


Ucap mareka bertiga dengan tersenyum menampilkan gigi susu yang rapi, dengan senang hati Vely menambahkan untuk mareka,


Vely Bryan Lucio sudah selesai makan, kini hanya Hansel dan keempat bebysister tersebut saja yang masih mengunyah..


"Cio ambilin mangkuk di dapur nak, mommy mau bagi untuk supir dan security..." perintah Vely, Lucio berdiri Kemudian berjalan ke dapur di ikuti Tino


"Ngapain ikut dek?" heran Cio

__ADS_1


"Num" ucap Tino lucu, Cio mengambilkan air di dispenser mengunakan gelas khusus milik adek adeknya kemudian menyerahkan kepada adiknya,


"Ahhh ni, makacih bang..." ucap Tino sambil menyerahkan gelas nya, berniat membantu abangnya Tino meminta satu mangkuk untuk di bawa, karena mangkuk yang di bawa Tino kaca akhirnya Cio menukarkan dengan yang plastik agar tidak jatuh dan pecah


"Jangan lari dek.." peringat Cio,


"Ya..." jawab Tino pendek, dia malah fokus pada jalanan di depannya takut dia kesandung seperti dulu yang mengakibatkan kepalanya benjol


"Dad...ni akuk na" Bryan mengambil mangkuk tersebut kemudian memberikan kepada Vely,


"Pintar anak Daddy.." ucap Bryan sambil mengecup pipi Tino yang gembul,


"Kenapa yang plastik bang? kan ada yang kaca" ucap Vely saat melihat mangkuk plastik yang di bawa Cio


"Tadi adek yang minta bawa mom, jadi dari pada pecah kan bahaya kena kaki adek" ujarnya


"Oh, pintarnya Abang ini" puji Vely, Lucio tersenyum malu karena di puji, lagi lagi Cio mendapatkan pujian dari sang mommy


"Ya sudah, ini bawa untuk pak Supir dan pak security yah...," suruh Vely, Cio membawa itu ke luar di bantu oleh Hansel dan si kembar yang ikutan jalan di belakang kayak tukang ronda... padahal kan hanya beberapa mangkuk itu pun pakai nampan

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2