
pagi ini Vely tergelak dan kawatir, pasalnya dia lupa meminum pil KB, sedangkan dia sudah tidak memakai alat kontrasepsi yang lain lagi setelah iya melepaskan suntik KB nya
"Mas mas...." Vely menggoyangkan lengan Bryan dengan kuat
"Apa sayang...?" Bryan duduk
"Mas, tadi malam kamu ada liat aku makan obat KB gak?" Bryan mengeleng kepalanya,
"Tidak" jawab Bryan
"Sudahlah..gawat mas" Bryan mengernyitkan keningnya
"Emangnya kenapa?"
"Nanti aku hamil, gimana dong?" ucap Vely sambil menggoyangkan tangan Bryan dengan lemas
"Gak papa Dong.." Vely mendengus sebal, bukanya mendapatkan solusi dari suaminya, justru Bryan lebih memihak untuk memiliki anak lagi
Vely berdiri dari duduknya kemudian berlalu ke kamar mandi, dia ingin membersihkan diri dari keringat sisa percintaan panas
usai mandi, Vely bergegas Menganti bajunya dengan baju santai, dia mengunakan baju terusan berwarna hitam bercorak bunga dengan kancing di dadanya, sangat seksi bukan
Vely menyiapkan baju untuk suaminya, ini sudah jam 08:34 Vely sudah terlambat untuk membuat sarapan pagi buat kedua putranya
"Sayang, dimana baju ku?" teriak Bryan saat dia lupa membawa handuk
"Ini..." Vely memberikan baju ganti untuk suaminya "Cepatlah, nanti turun untuk sarapan" Bryan menganguk, lagi lagi dia tidak turun kerja
__ADS_1
Usai mandi, Bryan menelpon Marco
"Hallo..." sapa Bryan
"hallo tuan. apakah tuan tidak ke kantor?"
"Tidak, aku malas" celetuk Bryan
"bukankah kita ada meeting penting dengan klien?"
"Kaulah yang akan mengurusnya dulu, aku sedang sibuk hari ini" Tut Bryan matikan sambungan telponnya, dia sudah lapar sekali
Di dapur, Vely dengan cekatan menyiapkan makanan untuk ketiga kesayangannya itu, karena Lucio dan Hansel sudah memakan roti sejak pagi tadi,
"Ini... makan lagi yah, nanti masuk angin" Cio dan Hansel menuruti, mereka mulai makan masakan sang mommy
"Katanya mau bebaskan om jahat..." ujar Cio
"Nanti nak...kita harus ke kantor polisi dulu untuk mencabut tuntutan kepada Daniel..." Cio menganguk mantap,
"My. cel mau ayam goreng nya" Vely memberikan sepotong ayam goreng kepada Hansel
"Kalian mau punya adek gak?" Vely mendelik tajam, dia tidak tau lagi ingin berkata apa
"Mau...." teriak Cio dan Hansel kuat, keduanya saling tatap Kemudian berpelukan,
"Yey yey punya adek..." Vely terbengong bengong melihat aksi Cio dan Hansel yang tak lazim
__ADS_1
Bryan tersenyum, setidaknya ada yang di pihaknya sekarang ini
_______________
Ara dengan semangat empat lima mendatangi kantor tempat suaminya berkerja, dengan cepat dia memasuki perusahaan, karena mareka tau siapa Ara itu
"Mas...." pekik Ara saat melihat Marco yang sedang sibuk dengan pekerjaannya
"Hai, sayang..." Marco mengecup pipi istrinya yang hamil muda itu
"Tumben sekali kamu mendatangi mas...ada apa gerangan?" selidik Marco
"Aku ingin bertemu dengan mu mas," Marco mencubit pipi istrinya,
Clara nathasa Ying keturunan China yang tinggal di pedesaan akibat kebangkrutan perusahaan kedua orang tuanya, Ying akrab di panggil oleh nenek dan kekek Ara namun Ara yang malang harus tinggal di desa yang tepatnya di jual oleh kedua orang tuanya kepada Marco untuk mendapatkan uang agar bisa kembali ke China
"Astaga, lihatlah aku jadi bersemangat untuk bekerja..." Marco yang Tampan itu mengelus pipi mulus istrinya dengan lembut
"Kemana bos mu? apakah tidak bekerja lagi?" Marco mendengus sebal, benar sekali, bos nya itu tida tau menahu tentang kehidupannya, tentang istrinya yang menunggunya, dia hanya memikirkan dirinya sendiri
"Kasian sekali suami ku ini..." Ara mencium pipi sang suami dengan gemas
"Ying hentikan..." pekik Marco sambil mengucapkan nama Ying
"Aku Ara bukan Ying...." kesal Ara
BERSAMBUNG
__ADS_1