Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Panik...


__ADS_3

Cio sudah di dalam mobil Daniel, Daniel menatap tajam wajah Cio yang sepertinya akan menangis...


"Apa kau anak Bryan...?" Cio menganguk dan menatap tajam wajah Daniel,


"Hahahaha...apa kau tau?" belum sempat Daniel mengucapkan perkataanya Cio sudah menyela


"Aman elum tacih au" Cio menepuk keningnya heran


"Bahkan watak mu seperti Bryan, mata mu hidung mu kulit mu....., semuanya" Cio tersenyum


"Danteng Tio matih, dad delek, aman uga" Daniel kesal dan marah,


Mobil melaju ke jalan, sedangkan Vely, dia sudah mendapatkan minuman untuk anaknya,


"Cio..." Vely kaget ternyata bukan Cio yang duduk di bangku itu, melainkan anak orang


"Dek Cio mana?" anak itu mengeleng kepala


"Ya tuhan, dimana dia.." Vely mengusap perutnya yang tiba tiba kram dan keras


Dia mencari dengan sedikit merintih menahan sakit di perutnya, dia mengambil ponselnya dan menekan pangilan kepada Bryan...


Bryan: "hallo sayang..."


Vely: "mas Cio hilang mas!!"


Bryan : "apa?, sayang kamu di mana sekarang, kamu Sherlock lokasinya aku bakalan datang


Vely: "hiks hiks hiks i------iya mas kamu cepetan mas, aku takut..."


Sambungan telponnya terputus Vely mengirimkan alamat nya dan segera mencari Cio di sekitar taman, sambil menahan rasa sakit di perutnya yang mlilit seperti mau melahirkan,


"Auhhhhh...." dia duduk di bangku taman sambil menagis, kemana anaknya itu pergi

__ADS_1


"Mbak, mbak engak kenapa Napa kan?" seorang wanita menghampiri Vely..


"Saya tidak apa apa Bu," ucap Vely meringis sakit


"Wajah ibu pucat, apa ibu mau melahirkan?" Vely mengeleng kepalanya, kandungan nya baru saja menginjak sembilan bulan kemarin, perkiraan dokter kalau Vely melahirkan tanggal sepuluh atau sebelas


"Ya sudah saya tinggal yah Bu,..." Vely menganguk, dia terus menelpon Bryan,


"kamu di mana sih, kok gak ada?" tanya Bryan


"Aku di bangku hadap timur mas, ku buruan dong mas...."


"iya sayang aku ke sana..." Bryan dan Marco mengambil langkah cepat untuk mencari Cio,


***


"Sayang kamu di rumah aja yah, aku yang cari Cio..." Vely menangis tersedu sedu


"Cari sampai dapat mas, aku takut" Bryan mengelus kepala Vely, menguatkan istrinya itu....


Bryan keluar dari rumah megah itu dengan wajah memerah menahan marah dan emosi yang di ujung tanduk, matanya merah. sedangkan Marco dia yang tau tuan muda di culik segera menelpon salah satu pasukannya yang bernama Richo sedangkan Bryan dia memakai jaket kulit hitam bergambar elang,


"Telepon Gilang dan perintahkan dia untuk menemui kita di taman...." ucap Bryan memerintah, dia sudah emosi dengan orang yang menculik anaknya


"Sudah, aku juga sudah menelpon Richo dengan pasukanku untuk datang ke lokasi, aku juga sudah memeriksa cctv di taman,..."


ucap Marco sambil melakukan mobil mewah milik Bryan..


"Siapa yang sudah berani mengambil anak ku, liat saja aku akan mematahkan lehernya menusuk lidahnya dengan bambu runcing,..." geram Bryan...


***


"Hey,...apa kau tau mommy mu milik ku" ucap Daniel, dia sudah membawa Cio ke markas besar miliknya

__ADS_1


"Dak au..." Cio cuek bebek dan tidak mau menangapi omongan Daniel,


"Bukkkk..." Daniel memukul kaki Cio karena melawan padanya


"Akit...hiks hiks hiks, my..." Cio meringis menahan sakit di kakinya akibat Daniel pukul, dia ketakutan


kaki Cio membiru dan memar keunguan karena Daniel,


"udah paman, akit ni...." Cio menghindari tangan Daniel yang mencengkram erat bahu mungil nya


Sementara Cio di siksa oleh Daniel. Vely sedang menahan sakit di perutnya, dia sudah menelpon Wenda Alice dan Lisa, sedangkan Farhan dan Dimas akan datang setelah kembali dari kantor mareka juga emosi saat mengatahui Cio di culik,


"Vely kamu gak kenapa Napa kan nak...?" Vely mengeleng kepalanya,


"Sakit ma...Vely kontraksi" ketiganya terkejut dan segera memanggil supir untuk membawa Vely ke RS...


"Tapi Cio ma..." Vely menolak


"Liat mama..." Vely melihat Alice "Kamu mau lahiran nak, kamu tentang yah, ada Bryan Dimas papa dan Marco, mareka pasti bahwa Cio kembali..." Vely sedikit lega dia menyesal sudah meninggalkan anaknya sendiri di bangku taman


Lisa Alice dan Wenda melaju ke RS untuk membawa Vely,


"Tarik nafas nak, kamu harus kuat" ucap Wenda menenangkan Vely yang nampaknya ketakutan, takut saat ini anaknya di culik sementara dia mau lahiran...


***


"Ini baru bukaan tujuh Bu, kita tunggu pembukaannya lengkap yah,..." Alice menganguk, sedangkan Wenda dan lisa Mareka meminta dokter menyiapkan ruang VIP untuk Vely


Vely di pindahkan ke ruang VIP untuk menyempurnakan pembukaannya, dia memang merasakan sakit seperti kontraksi pada malam hari, namun dia tidak tau itu kontraksi mau melahirkan...


***


"Mobil Ferrari putih, dengan plat nomor polisi ##### ...." ucap Marco

__ADS_1


"Ternyata dia.... Sekarang kerahkan anak buah untuk mengepung markas Mareka, " Marco menelpon Richo dan Gilang agar geng elang dan Cobra bersatu melawan mafia harimau ya itu geng Daniel


BERSAMBUNG


__ADS_2