Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Kesal...


__ADS_3

"Emang ku beli di mana stroller itu?" ujar Bryan, dari Tadi tangan itu sibuk sama perut istrinya yang buncit


"Pemberian Adi..." Bryan menatap wajah Vely dengan tajam, dia kesal saat Vely mengingat Adi apalagi pemberian Adi yang sangat iya hargai...


"Tidak perlu mengambilnya kembali, aku bisa membeli banyak..." kesal Bryan, Vely mengerutkan keningnya,


"Kenapa emangnya?, itu masih baru dan bagus, Cio baru gunakan sekali, nanti adeknya bisa pakai kok..." ucap Vely sambil mengelus pingang nya, Bryan yang melihat itu memindahkan tanganya ke arah pinggang sang istri untuk di urut


"Itu pemberian Adi, jadi apa pun yang menyangkut dengan peria tidak boleh di kenang oleh kamu, titik..." ucap Bryan tak perlu di bantah...


"Kamu ini kenapa sih? tiba tiba marah gak jelas..." Vely yang kesal itu berdiri, dia memilih untuk masak dari pada berdebat dengan suaminya itu...


"Kalau aku mengenang mantan boleh...?" ucap Bryan kesal sekali, Vely seolah-olah tidak mendengarkannya


"cobalah, cobalah jika kau berani..." Bryan langsung ciut melihat tatapan membunuh dari istrinya,


Vely menghela nafasnya kemudian kembali duduk di samping Bryan, "Kamu kenapa sih?" ucap Vely lembut,


"Engak kenapa Napa..., aku minta maaf sudah membuat mu kesal.." Vely mengeleng dan memeluk tubuh Bryan,

__ADS_1


"Jangan mengenang mantan, kalau tidak mau aku juga mengenang mantan ku..." Bryan tersenyum dan memeluk tubuh mungil Vely,


Keduanya kembali baikan dan memeluk satu Sama yang lainnya..."i love you...my wife" bisik Bryan


"I love you to...my husband" keromantisan itu berakhir saat teriakan Cio melengking di ruangan itu


"Myyyyyyy....daddddddd!!!" pekik nya sambil memegang popok yang masih baru dan itu di taroh di kepalanya Hinga menjadi bentuk topi


"Sini boy...." Cio dengan langkah pelan menghampiri kedua orang tuanya, dia tidak mau kalah dan duduk di tengah tengah keduanya


"Kenapa sayang...?" tanya Vely sambil mengelus kepala Lucio, tak lupa dia mengambil popok yang masih ada di kepala Cio


"Ton, tu ogi my..." Bryan melihat Tah tangan anaknya yang menunjuk ke arah tv besar


"No no no...Ogi!" pekik Cio tajam, dia tidak mau tidur jika tidak menonton Rogi kesayangannya


Bryan mengalah dan menghidupkan tv besar itu, hingga timbul lagu, 'Hai tayo Hay tayo dia bis kecil ramah melaju melambat tayo selalu senang, jalan menanjak jalan berbelok dia selalu berani meskipun gelap dia tak sendiri dengan teman tak perlu rasa takut Hai tayo Hai tayo dia bis kecil ramah melaju melambat tayo selalu senang Hai tayo Hai tayo dia bis kecil ramah dengan teman di sisi-nya tayo selalu senang' Cio menari nari sambil tertawa, Bryan dan Vely saling tatap kemudian ikut tertawa melihat tingkah laku Cio yang semakin hari semakin aktif


"Ai ayo ai ayo, ia bis tecin lamah belaju belambat ayo telalu enang...., Yey teletai.." prok prok prok Bryan dan Vely bertepuk tangan memuji Cio, Cio berpekik gembira, namun setelah itu dia menghampiri Vely dan memegang perut mommy nya...

__ADS_1


"Dedek Nani ogi ya...atu ua iga..." krik krik krik krik, Cio mengerucutkan bibirnya kesal,


"Dak Nani dedek ya...dak teman Agi" Cio memukul pelan perut Vely, Bryan mengendong Cio dan melambungkan tubuhnya ke udara...


"Aaaaaaaaaa, Daddy no no no..." Vely mengeleng kepalanya dan berlalu ke dapur, dia membuat makanan untuk Cio dan Bryan,


"Lempar dia..." Bryan Terus melambung kan tubuh anaknya dengan pelan,


"Aaaaaaaa no" Cio kecapekan dan Berlari ke dapur meminta minum kepada mommy nya


"My num..." Vely memberikan air minum kepada Cio dan anak itu segera meneguknya,


"Tapek" keluhnya


"Makannya Jangan aneh aneh nak, liat tu keringatnya, ayo sini mommy lap..." Vely mengelap keringat Cio dan mendudukkan anaknya di bangku.


Bryan pergi ke dapur dan duduk bersama Cio yang menatap wajah tampan Daddy nya,


"kenapa liat liat?" Cio tersenyum manis

__ADS_1


"danteng Tio matih dad delek" Bryan mengelus dadanya sabar...


BERSAMBUNG


__ADS_2