Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Rahasianya adalah


__ADS_3

setelah bayi itu tenang,


"Apa jawabanmu Vely, apakah kau menerima ajakan Bryan untuk menikah?..." ucap Dimas, dia penasaran dengan Jawaban Vely, dan orang yang di tanya hanya diam


"Hurfttttt....kita baru saja bertemu, saya rasa cukup aneh jika langsung menikah" Vely mengeluarkan semua yang ingin iya keluarkan....


"Bagaimana kalau kalian pendekatan dulu..." Vely setuju dan menganguk....


lama mareka mengobrol hingga malam pun tiba dan mareka mulai membersihkan diri masing-masing


***


Vely di tahan di rumah Bryan, karena hari sudah malam......


Setelah mendapatkan baju ganti dari Lisa Vely pun pergi mandi,


"Sama Dady aja yah, mommy lagi mandi" ucap Bryan sambil membawa anak nya ke ruang keluarga, dia duduk di samping Farhan


"gimana rasanya jadi ayah?" Bryan menatap wajah papanya


"Lumayan pa... walupun sekedar datang terus pergi" Bryan seperti setrika, kadang kerumahnya kadang ke kosannya Vely,


Bryan dan papanya berbincang bincang hangat, terkadang mareka berdua tertawa melihat Cio cegukan dan terkadang Cio tersenyum,


"Papa mau istirahat dulu, sini anakmu papa bawa sama mama. tadi mama bilang Cio bawa ke kamar sebentar" Bryan menyerahkan Beby Lucio ke tangan Farhan....


Setelah kepergian Farhan Dimas pun datang dan mengobrol dengan Bryan, Hinga obrolan Mareka sampai pada.....


"Loe rocker juga yah... sekali semprot langsung tumbuh" ucap Dimas terkekeh


"Bibit ungul" Bryan menatap burungnya

__ADS_1


"Apa rahasianya?" ucap Dimas....


"Rahasianya adalah...." Bryan mengantungi perkataan nya


"Apa?" ucap Dimas tidak sabaran


"Pertama....loe harus memperkosa istrimu dengan kondisi kamu mabuk"


"kedua... berikan cek dengan nominal yang banyak"


"keempatnya..kamu kalau bikin harus tiga ronde biar langsung jadi...." Dimas menganguk kepalanya sepertinya paham


"Ketiganya apa?" kesal Dimas


"Seorang Bryan tidak membutuhkan angka tiga, karena itu mempersulit suatu hubungan" ucap Bryan


"Berarti aku harus bikinnya empat ronde dong, kalau tiga nanti di persulit kehamilan istriku" ketus Dimas


"aku selalu menyemburkan di dalam" ucap Dimas


perbincangan mareka sangat intim, dan vulgar, Lisa dan Vely yang sama sama akan bergabung pun terdiam saat mendengar pembicaraan mareka.....


"Kita ke dapur aja Vel..." Vely dan Lisa langsung ke dapur...


Lisa duduk di dekat Vely dan menatap wajah cantik Vely uang tanpa polesan make up, wajah itu sangat cantik, bulu mata lentik bibir berbentuk love (kek jisoo blackpink) belum lagi kulit putih mulus dan rambut bergelombang.....


"Apakah saat kau hamil, kau merasakan kesakitan?" tanya Lisa sambil menyeka keringat yang jatuh di pipinya akibat memasak air


"Sakit..? maksudnya sakit apa?" tanya Vely


"Apa yang kau rasakan saat hamil?" Lisa ingin tau apa yang di rasakan wanita ketika hamil

__ADS_1


"Terkadang perutku terasa keram, suka mual jika kehamilan menginjak trimester kedua, saat trimester ketiga kehamilan kaki mulai membengkak dan sering terjadinya keram perut...." ucap Vely saat mengingat betapa sakitnya dirinya waktu mengandung


Lisa mengelus perutnya dan berkata


"Aku sangat ingin memiliki anak, tapi tuhan belum percaya kepada ku dan Dimas" Lisa menunduk, dia tidak enak kepada papa dan mama mertuanya karena tidak bisa memberikan keturunan dan cucu untuk mareka


Vely menatap wajah cantik Lisa, dia mengelus punggung tangan Lisa dengan lembut...


"Aku tidak pernah menginginkan anak, namun tuhan dengan mudahnya menaruh bayi di perutku, bukan kah itu mukjizat.... semoga tuhan menaruhnya ke rahim mu," ucap Vely tulus, bahkan dulu dia sempat memiliki ide buruk untuk Lucio anaknya itu, dan dia sadar tidak semua wanita bisa memiliki bayi dengan mudah, dan dia bersyukur bisa mendapatkan bayi di rahimnya


"Amin..." ucap Lisa pendek...


"cobalah membawa Cio tidur bersama kalian, siapa tau dengan adanya Cio kalian bisa memiliki keturunan" ucap Vely, dia pernah membaca kalau anak bisa menjadi pancingan untuk kehamilan


"Benarkah? aku rasanya Pelu mencobanya" ucap Lisa antusias


Malam semakin larut, Lucio ada di pelukan Vely dan saat ini Lisa sedang menunggu bayi itu selesai menyusui dan segera di bawa ke kamarnya.....


"Bagaimana rasanya?" ucap Lisa di tengah keheningan


"Geli..." ucap Vely sambil mengelus kepala Lucio, rasanya ini baru kali pertama iya tidur terpisah dari anaknya


setelah Selesai, Vely memberikan Cio kepada Lisa dan Lisa segera membawa Cio ke kamarnya dan Dimas


Vely masuk ke kamar tamu dan


"Kenapa kau ada id di kamar ku?" ucap Vely sambil melotot


"aku ingin ngobrol dengan mu" vely menaikkan alisnya tajam,


"Sudah malam, dapatkah kau keluar aku ingin beristirahat" Vely nampaknya lesu dan capek-capeknya, bahkan mulut mungilnya sudah menguap....

__ADS_1


BAB 20 SELESAI


__ADS_2