Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
116


__ADS_3

Bryan nampak berfikir mengingat ingat kata katanya tadi beberapa jam yang lalu


Apa yang pernah Daddy katakan? apakah pernah Daddy mengajarkan mu untuk ringan tangan..?" Marah Bryan, Hansel terdiam dan menangis takut


"Apa kau tau kau menyakiti saudara mu? Daddy tidak suka Jika kalian ringan tangan dan menyakiti sesama" ucap Bryan lembut, Vely tersenyum,


"Aku bahkan luluh dengan perkataan lembut mu mas, coba jika kau berkata lembut kau pasti bisa membuat Hansel sadar dan meminta maaf kepada Lucio terlebih dahulu" ucap Vely, Bryan mengangukan kepalanya paham,


tak berselang lama kini kepala Hansel bergerak, dia membuka matanya dan menatap wajah tampan Daddy nya yang juga menatapnya


"Dad.." lirih Hansel kecil, Bryan menarik tangan Hansel dan memeluk tubuh mungil Hansel yang kini menangis di dalam pelukannya


"Dad, maafin aku, aku janji gak bakalan nakal lagi" ucap Hansel dengan perlahan menatap wajah Bryan


"Sttt diam yah, Daddy sangat menyayangi mu makannya Daddy melakukan ini.." Hansel menganguk faham, dia tertidur kembali di dalam pelukan Bryan yang hangat itu, karena mengantuk Bryan pun ikutan terlelap di kasur bersama anak anaknya....


Vely tersenyum kecil melihat wajah Bryan Hansel and Lucio yang mirip itu, meningalkan mareka Vely pergi ke penginapan untuk menjemput si kembar empat,


***

__ADS_1


Tiga hari lamanya Bryan dan Vely berserta anak anak mareka berjalan jalan di pulau Dewata Bali itu, banyak oleh oleh dari Bryan dan Vely,


Bryan sudah memulai aktivitas seperti biasa, Vely pun sudah memulai aktivitas seperti biasa, setelah berpamitan dengan istrinya Bryan pun pergi berkerja...


"Cio Hansel ayo cepetan itu loh bis sekolah sudah datang" ya Lucio dan Hansel akan mengikuti bus sekolah, di SD yang sama agar mudah memantau keduanya


"Dah mommy," keduanya Berlari kemudian masuk ke bus,


"Jangan lupa bekal nya di habisin" teriak Vely, Lucio dan Hansel melambaikan tangan


***


"Oala, di sini toh, sini mommy bantu" setelah kepergian anak dan suaminya Lisa melakukan tugasnya sebagai seorang istri


****


"Tio Tino Cristy Kris, bangun" Vely menepuk pelan paha mareka, Cristy mengeliat kemudian telungkup mengacuhkan Vely, Vely gemes dan memukul pelan pantat Cristy yang berbalut popok itu


"Au au au au au" suara Kris lagi, begitulah seterusnya hingga Vely harus mengedong paksa segar mareka bangun

__ADS_1


Dengan wajah bantal kusut keempat balita itu mengoceh karena di ganggu, tak lama terdengar bunyi bell


"Assalamu'alaikum" sapa Tina dan dan Lina, Vely sudah tau kalau itu Tina dan Lina karena keduanya kalo datang pasti mengucapkan assalamu'alaikum terlebih dahulu, karena menghormati Vely pun menjawab


"Wa'alaikumsalam..." ucap Vely cengengesan, melihat itu Tina dan Lina ikutan cengengesan


"Ibu ibu..." ucap Tina


"Kalian dua ini ada ada aja..., ya sudah saya mau mandi dulu, jaga yah sekalian di suapi ibu mau mandi cepat karena ada pekerjaan lagi" keduanya menganguk serentak kemudian duduk dan bermain dengan si kembar, setelah memastikan anak anaknya aman dengan bebysiternya Vely tersenyum dan berlalu


"Aaaaaa" pancing Tina,


"Am mam mam" bibir mungil itu mengunyah dengan teratur


"byurrrrrrr" nasip sial memang selalu terjadi, dengan tertawa renyah Tio menyemburkan bubur ke baju Lina, tidak marah Lina malah tertawa, tawa mengelegar di ruangan besar itu,


Selesai menyuapi Mareka Tina dan Lina membuat susu untuk mareka berempat,


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2