
Bryan membawa si kembar empat jalan jalan melihat lihat toko yang menjual pernak pernik ala Bali, si kembar empat yang kesenangan itu Terus mengoceh senang
Bryan singah didekat toko kain Bali kain yang tipis dingin dan lembut dengan motif wayang kulit....
"Berapaan ini mbak?" tanya Bryan kepada penjaga toko
"Lima puluh ribu pak, ini ada banyak motif" penjaga toko itu mengeluarkan stock kain Bali tersebut
"Ini saya mau yang rusa Doraemon dan dinosaurus" Bryan memilih itu karena ada motif lain selain bentuk wayang kulit dan macan...
"Oh ini pak, gak mau yang bercorak Bali?" Bryan mengeleng kepala,
"Ini saja mbak" ucap Bryan sambil tertawa, pasalnya kalo mengambil motif yang aneh aneh yang ada anak anaknya pada takut
setelah membeli kain Bali Bryan pergi ke toko mainan, di ingin membeli mainan untuk Hansel dan Lucio, rasanya dia juga menyesal telah membentak anaknya itu
iya tidak tau apa yang harus iya beli untuk Vely, nantilah tunggu Vely yang akan memilih pikirnya
Bryan pulang saat matahari mulai terbenam, dia mendorong kereta dorong si kembar, karena angin yang berhembus cukup dingin Bryan pun menyelimuti Mareka mengunakan kain Bali yang iya beli
sampai di depan villa Bryan di kejutkan oleh Vely yang berlari dan memeluknya,
__ADS_1
"Mas kamu kemana aja mas, aku di tinggalin" ucap Vely sambil menangis, Bryan tersenyum melihat istrinya itu
"Kenapa? bukankah kamu memarahi ku tadi, pergi sana jangan dekat dekat" ucap Bryan, Vely tergelak tak percaya dengan perkataan Bryan
"aku kan cuman gak mau kamu marah marah begitu sama anak anak mas, apalagi membentak mareka, mareka bisa ketakutan" ucap Vely sambil mengeluarkan air mata di dada suaminya
Bryan membalas pelukan Vely,
"Ayo masuk," ucap Bryan lembut, Bryan menarik pelan tangan Vely,
"Mas si kembar dapat kain dari mana?" tanya Vely,
"mas yang beli, lihatlah bagus bukan" ucap Bryan, Vely menarik satu kain yang bermotif rusa itu, dingin dan lembut
"emang yang kau pegang itu untuk mu, yang Doraemon dan dinosaurus itu milik Hansel dan Lucio, si kembar tidak bisa memakai itu karena mareka punya yang khusus untuk mareka juga..." ujar Bryan,
keduanya masuk sambil bergandengan tangan dengan tangan kanan Bryan yang mendorong stroller baby kembali,
"Mas aku mau bicara empat mata sama kamu" Bryan mengerenyitkan alisnya heran,
"Ya sudah aku telpon Nani dulu untuk menjemput si kembar untuk di mandikan" Bryan pun menelpon Nani,
__ADS_1
Tak berselang lama Nani datang bersama Tina "mandikan si kembar, dan ini peralatan mareka" setelah Nani membawa si kembar empat Bryan di tarik Vely ke arah kamar
Bryan Melihat anak anak bujangnya yang tertidur pulas di kasur, mata mareka sedikit bengkak sehabis nangis,
"Ayo mas kita baring dulu..." Vely dan Bryan baring di bawah kaki Hansel dan Lucio yang tidur itu
"katanya mau ngomong empat mata, kok jadi depan mata sih?" ujar Bryan, Vely nampak sekali terkekeh
"Mareka sedang tertidur, jadi kita bisa bicara dengan tenang..." sempat Vely berdehem sebentar " mas aku tau kamu sedang menasehati Hansel tadi, tapi aku kurang suka mas cara kamu menyampaikan nasehat mu.." ucap Vely
"Apa yang kau tidak suka? aku inggin Hansel maupun Lucio tidak saling berkelahi, boleh sekali kali karena itu wajar saja karena mareka anak anak, tapi. aku tidak suka mareka saling menyakiti sesama" ucap Bryan sambil mengelus kepala Vely dengan lembut
"Sama mas, aku pun merasakan hal yang sama dengan dirimu..tapi apakah dengan cara yang kasar? anak anak itu butuh kelembutan mas, jika dengan cara lembut kamu menasehati mareka maka mareka akan mudah menuruti mu, contohnya Lucio kala itu tidak suka kamu terlalu dekat dengan si kembar empat. kamu ingat kan dimana kamu menasehati nya dengan lembut dan dia akan meminta maaf kepada mu dan tidak akan melakukan hal itu lagi" ucap Vely lembut selembut salju, wanita cantik itu tau bagaimana caranya agar dia berdamai dengan Bryan, dia tidak ingin masalah dia dengan suaminya itu semakin larut hingga timbul keretakan rumah tangga...
"Aku minta maaf sayang, aku tau aku salah sudah membentak Hansel, aku hanya takut dia ringan tangan, itu saja..." ungkap Bryan, Vely mengelus dada bidang Bryan
"Coba kamu ulang lagi perkataan kamu pas kamu memarahi Hansel, tapi dengan suara lembut" suruh Vely, Bryan tergelak, mengulangi? tapi dia sudah lupa apa yang iya katakan
"Aku lupa sayang" ucap Bryan
"Katakan saja apa yang kau ingat..."
__ADS_1
BERSAMBUNG