
"happy birthday to you happy birthday to you happy birthday Lucio, semoga panjang umur" Cio kini sudah genap enam tahun, sedangkan Hansel dia sudah genap empat tahun kurang sebulan pas empat tahun
"yey, happy birthday sayang, semoga panjang umur dan sehat selalu yah" Vely mengecup pipi putranya yang sudah berusia enam tahun itu,
"Terimakasih mommy..." ucap nya, dia mengecup gemas pipi sang mommy
"Happy birthday son, Daddy mencintaimu" Cio mengecup pipi Daddy nya
"Dad, gak sayang Cel.." Cel adalah panggilan untuk Hansel
"Sayang juga dong...anak yang satu ini" Hansel mengecup pipi Daddy nya
makan malam di balkon bersama anak dan istrinya, Bryan mengucap syukur kepada Tuhan, bahwa dia masih bisa menapaki kebahagiaan bersama sang istri, kurang lebih enam tahun mareka bersama melewati masa di mana dia dan Vely saling mencintai dan menyayangi
saat usia Cio dua Minggu dia menikah dengan Vely, jadi dua Minggu lagi hari anniversary dia dan sang istri, dia harus mempersiapkan segala kejutan untuk Vely
Hari semakin larut, Lucio berpelukan dengan Hansel, "Kita tidur sayang..." ucap Cio kepada adiknya, 'sayang' kata kata itu sudah Tidak asing lagi di telinga Bryan dan Vely, karena pangilan sayang itu di sudah terbiasa di pangil Hansel dan Cio..
"Kak, di aku punya hadiah untuk mu..." Hansel mengeluarkan dinosaurus nya
__ADS_1
"Ini..." Cio mengambil dinosaurus itu,
"Ini kan punyamu, kau sangat menyayangi nya" ucap Cio heran, Vely dan Bryan terus menatap kakak dan adik yang berbicara itu, terpaut setahun lebih namun, keduanya seperti seumuran
"Kau pantas mendapatkan nya," Lucio memeluk Hansel,
"Ambillah satu kado yang berwarna biru itu, aku memberikan nya pada mu..." dengan senang hati Hansel mengambil kado itu
"Sudahlah kak dek, sebaiknya kalian bobo..." ujar Vely Hansel sudah memakai popoknya, sedangkan Cio dia sudah tidak pakai popok lagi
"good night son..." setelah mengecup pipi putranya Lucio dan Hansel pun berlalu ke kamar mareka untuk tidur, yah mareka tidur seranjang
Vely dan Bryan saling memeluk, kedua belum merencanakan untuk memiliki anak lagi. bukan Bryan, tapi Vely dia tidak mau hamil lagi sebelum usia Hansel genap lima tahun
"bagaimana jika aku hamil lagi, dan anak kita laki laki?" tanya Vely lembut
"tidak apa apa, kita bisa membuat lagi bukan..." Jawab Bryan singkat
"Oh ya, Ariel..." ucap Vely pendek
__ADS_1
"Kenapa dengan dia?" Vely mengigit bibir bawahnya
"Aku mohon lepaskan dia, mas. dia sudah berubah" ujar Vely, dia pernah ke penjara diam diam untuk melihat Ariel...
"Apa maksudmu? kau mau melepaskan penjahat?" Vely mengeleng kepala,
"Bukan mas, aku hanya ingin dia bebas dari sel, aku tidak mau dia hidup tanpa keturunan" ujar Vely, sudah lama Ariel di penjara namun Bryan selalu menambah masa hukumannya, bukankah itu terdengar keji? saat seseorang sudah senang akan bebas, namun dia harus mendengar kalau dia harus bertahan lebih lama
"Dia pantas mendapatkan nya" ujar Bryan pendek,
"Jika seperti itu tandanya engkau masih mencintai nya, bukan? kau menahan nya lebih lama, bagiamana dia akan memiliki suami dan anak jika kau terlalu tega..." Vely memegang dagu suaminya itu
"Tapi dia it...."
"Mas, semua orang punya kesalahan, lalu bagaimana tuhan menciptakan kata maaf dan memaafkan, memaafkan orang itu hal yang baik mas... seperti aku memaafkan kamu yang sudah menghancurkan masa depan ku, lihatlah aku hidup bahagia bukan" Bryan berfikir sejenak, benar! apa yang di katakan oleh istrinya, jika Vely tidak memaafkan nya dulu mungkin dia tidak akan sebahagia ini...
"Apa kau yakin? kau tidak akan menyesal dengan keputusan mu ini?" tanya Bryan
"Aku jamin.." kedua saling memeluk
__ADS_1
"Tapi untuk itu, tidak gratis sayang....kau harus membayar nya dengan servis yang bagus..." oh tidak Bryan akan mengempur Vely habis habisan malam ini....