Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Tak berjudul


__ADS_3

setelah berjalan jalan di museum Bryan dan Vely pergi berjalan menuju tempat wisata lainnya...


puas berjalan jalan akhirnya Bryan dan Vely memutuskan untuk pergi makan di restoran le kok yang Berlokasi di Arondisemen ke-13, restoran Le Kok merupakan restoran Vietnam yang terkenal di Paris. Masakkan Vietnam yang terkenal adalah Pho, hidangan seperti mie kuah dengan tambahan rempah-rempah khusus dan irisan daging. keduanya harus siap antre untuk mendapatkan tempat duduk karena terkenal dan padatnya pengunjung restoran satu ini.


Selain makanannya yang lezat, Le Kok juga menyediakan makanan pembuka gratis bagi para pelanggannya yaitu sepiring tulang, tulang rawan dan daging yang lezat, karena tidak sabar Vely sampai melupakan Bryan yang masih sibuk memesan makanan


"I want pho and other delicacies that this restaurant is famous for..." ucap Bryan memesan makanan mengunakan bahasa Inggris kepada salah seorang pelayan


"the drinks, here there are many drinks...please choose" Bryan memilih untuk meminum jus lemon dengan perasaan jeruk nipis asli bercampur lemon manis...


setelah memesan makanan Bryan pun menghampiri Vely yang sudah duduk manis, sepertinya sang istri sudah kelaparan...


"Sudah?" tanya Vely


"Sudah". jawab Bryan pendek


"Kamu pakai bahasa Indonesia sama Mareka?" Bryan ingin tertawa mendengar perkataan Vely yang nyeleneh

__ADS_1


"Kamu kita ini restoran Indonesia? ngaco deh" Vely tergelak dan menutup wajahnya dengan tangan kerena malu...


"Terus kamu pakai bahasa Prancis ya?" Bryan mengeleng kepala,


"bahasa Inggris, karena mareka juga paham bahasa Inggris..." Vely hanya mengangguk paham, tak berselang lama datanglah pesanan mareka. Vely dengan senang hati menerima banyak makan yang di pesan Bryan,


"Kau tau, ini adalah kali pertamanya aku makan makanan Perancis." ucap Vely, dia mulai mengaduk makanan itu dan menyuapi ke mulutnya, rasanya gurih dan lezat.


"Restoran ini juga punya sejarah, kamu mau mendengarkan...?" Vely meningalkan sejenak makanannya


"Apa?" Vely siap mendengarkan


setelah membayar semuanya Bryan pun membawa Vely kembali ke hotel karena malam nanti mareka akan ke menara Eiffel untuk menikmati indahnya tower yang berlampu itu


"Mas apakah kita nanti akan menikmati makan di dekat menara?" tanya Vely, Bryan menganguk


"mas kita akan video call kepada Hansel dan Lucio...." ucap Vely, baru akan mengangkat hp nya Bryan sudah mencegah

__ADS_1


"Jangan, nanti mareka nangis..." Vely paham, jadi dia tidak jadi video call bersama anak anaknya takut mareka menangis karena pergi ke luar negeri tampa Lucio dan Hansel


Setelah sampai di kamar hotel, Vely langsung membuka pakaiannya, dia ingin berendam di bathtub untuk melepaskan penat nya,


Setelah menuang aroma terapi ke dalam bathtub Vely pun melepaskan bra dan CD nya,


dia terhanyut dalam ketenangan hingga tidak sadar ada satu orang masuk ikut berendam, siapa lagi kalau bukan Bryan,...


Vely merasakan ada yang meremas dadanya, dia menoleh ke belakang dan terkejut melihat Bryan yang tak ada rasa bersalah sedang asik memejamkan matanya sambil melintir puncak dada Vely...


"mas apa yang kau lakukan, lepaskan tangan nakal mu ini..." Vely berusaha melepaskan diri dari Bryan


Dengan santainya Bryan mengendong Vely dan menempelkannya di tembok, tampa menunggu lama dia memasukkan pusaka nya di dalam sarang teraman dan tenyaman...


"Owhhhh...." desah Vely saat Bryan berhasil memasukkan dengan begitu dalam


Peluh keringat menyatu menjadi satu di tubuh keduanya, dengan irama yang mengalun indah. kecapan bibir menyatukan hasrat cinta,

__ADS_1


Akhirnya keduanya tumbang setelah tiga kali mengeluarkan lahar panas dari panci centong nasi ke panci...


BERSAMBUNG


__ADS_2