
Peria bertubuh Kekar itu mengangkat barang barang belanjaan Alice dan mami Wenda, Nia Widia dan Ella membantu mengangkat barang barang yang banyak itu, Vely ingin membantu namun dia tidak di izinkan oleh mareka,
Mareka belum tau jenis kelamin bayi yang di kandung Vely, emang pada dasarnya Vely dan Bryan tidak mau mengatahui jenis kelamin bayi itu karena itu akan menjadi kejutan saat Vely melahirkan nanti...
"Vely kamu udah makan?" tanya wenda
"Udah mi sama teman teman tadi..." Wenda tersenyum dan kembali membantu dekorasi kamar yang jadi tempat tidur bayi Vely
"Kalian mau buat kayak apa kamar ini?" Vely tidak tahan untuk tidak bertanya
"Maunya sih dia dan Cio bobo bareng, tapi kita belum tau jenis kelaminnya..." ucap Alice sambil menempelkan wallpaper dinding motif abu abu muda dan putih,
"Iya sih ma. masa kalau di gabung cewek dan cowok bisa bisa yang cowoknya suka main Barbie dan yang ceweknya suka main robot, kan lucu anak Vely yang cewek jadi tomboi dan yang cowoknya kek banci..." ujar Vely terkekeh, perkataan Vely mengundang gelak tawa semua orang
"My...." Cio yang baru bangun tidur itu datang dan terduduk di depan pintu kamar
"Eh udah bangun nak," Vely menghampiri anaknya dan membawanya ke arah Ella dan yang lainnya
"Una tiapa tu...?" Cio menunjuk ke arah boxs bayi dan beberapa aksesoris bayi yang berserakan di lantai
"punya dedek bayi..." Cio mengangukan kepalanya, dia beralih ke Vely dan memeluk mommy nya itu...
"au tutu my, aku aus ni..." Vely berdiri dan pergi ke dapur membuat susu
Mareka melanjutkan mendekor kamar bayi itu, setelah selsai Ella Nia dan Widia pamit pulang karena hari hampir sore,
__ADS_1
Vely masuk kembali setelah mengantar sahabat sahabatnya ke mobil
"Vely ini kartu kredit Milik Bryan, tadi dia kasih ke mama..." Alice menyerahkan kartu kredit yang berbentuk black card milik suaminya
"Oh..." Vely pergi menyimpan kartu itu, Cio mengekori nya dari belakang
Tepat jam lima Bryan sudah di perkarangan rumah, Cio yang tau Daddy nya pulang dengan laju berlari ke arah Daddy nya
"Dad..." Bryan yang kelelahan langsung semangat melihat anak pertamanya yang antusias berlari ke arahnya
"Kamu sudah pulang mas...Ayo masuk" Bryan mengecup kening istrinya kemudian ikut masuk sambil mengedong Cio
"Eh Bry, sudah nyampe aja.., kebetulan kamu ada, tolong yah ngerakit itu boxs bayi sama stroller, soalnya mama dan jeng Wenda engak bisa soal baut membaut...
"Oke ma, nanti Bryan yang ngerakit, tapi bryan mandi dulu..." Bryan kemudian masuk ke kamar untuk mandi,
"Waktu aku nitipin Cio sama mama pas pertama ketemu itu, mama tau kan aku ninggalin stroller nya Cio, ingat ngak?" ucap Vely, dia inggat sekali waktu dia bawa kabur Cio saat ketemu Bryan, dan meningalkan stroller anaknya saat itu
"Inggat, stroller itu ada di rumah dalam gudang, mama lupa kasih ke kamu.." Vely tersenyum,
"Vely boleh ambil gak?" tanya Vely
"Emangnya buat apa? kan kita udah beli yang baru dan bagus lagi.." Vely cemberut,
"Ma itu kan punya Cio yang pertama kali," Alice tersenyum dan mengangguk,
__ADS_1
"Nanti kalau mama ke sini mama bawa deh.." Vely memeluk tubuh Alice dan mencium pipi sang mertua
***
"mama dan mami engak sekalian makan malam, tanggung loh" keduanya saling tatap dan mengeleng...
"Baiklah..." setelah semua masuk ke mobil Vely Kembali mengingatkan Alice
"Mama Jangan lupa stroller Cio...!!" pekik nya
"Yaa...!" balas Alice
mobil pun berlalu....
"loh kan stroller Cio ada di ruang ini sayang, itu loh.." Bryan berjalan sambil menunjuk ke arah stroller milik Cio yang baru di beli waktu itu
"Stroller Cio itu sebenarnya ada sama mama, waktu kamu kali pertama ketemu aku. ingat gak? pas aku nipu kamu, cinta" Bryan berfikir sejenak
"Ya, jadi"
"Kan aku lari bawa Cio sambil meninggalkan stroller itu, mungkin mama sama kak Lisa yang membawanya pulang..." Bryan tersenyum mengingat kejadian penipuan itu
"Emang berharga betul ya stroller itu?" Vely duduk di sofa panjang sambil mengelus perutnya yang buncit
"Tentu..."
__ADS_1
BERSAMBUNG