Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
{EPD 19}


__ADS_3

Setelah membayar administrasi, kini kepulangan jenazah Tio akan di iringi dengan lima mobil, satu ambulance dan empat lagi mobil keluarga berserta bodyguard....


Suara sirine ambulance menambah kesedihan yang mendalam, Vely berharap ini hanya mimpi, namun jika ini mimpi mengapa sesakit dan sesak ini....


Mobil mobil itu melewati gedung Black tower gedung milik Thedorus yang di wariskan untuk Lucio kelak,


belokan demi belokan di lalui hingga sampai di rumah Bryan...


mareka di sambut dengan banyaknya rekan kerja serta pengusaha sukses yang datang melayat, bunga di rangkai hingga berbentuk cantik dengan tulisan yang memilukan


***Selamat jalan Tio.....semoga damai bersama bapa di sorga,


PT guarda group


Turut berdukacita atas meninggalnya Kristio Adriyel Cristian... semoga damai bersama Tuhan


Ev Global group***

__ADS_1


peti mati tersebut di angkat ke dalam rumah, di mana para saudara saudari Tio duduk menunggu kedatangan saudara mareka yang telah terbujur kaku


Bryan memeluk erat tubuh Vely yang menangis, tubuh mungil itu bergetar hebat


"Mas...anak kita mas" lirihnya, Bryan mengecup kening Vely


"Kita kehilangannya sayang, tapi kita harus sabar mungkin Tuhan lebih sayang sama dia" lirih Bryan sambil mengusap punggung Vely


Acara pemberkatan jenazah Tio di Mulai, pastor melakukan pemberkatan itu selama 31 menit, Setelah acara pemberkatan itu selesai kini proses penutupan peti di lakukan, namun sebelum itu Bryan dan Vely mau berpamitan dengan putra mareka dulu


"Jika mummy ada salah, Tio maafkan yah. di sini mummy akan mendoakan Tio. kita akan ketemu lagi nak jika sudah selesai per-ziarahan mummy di dunia ini" air mata itu senantiasa mengalir seiring dengan ucapan Vely yang memilukan saat di dengar


Setelah mengecup kening dan seluruh wajah putranya itu Vely memperbaiki dasi Tio yang agak mereng ke samping persis seperti saat dia memperbaiki kancing piama Tio saat tidur.....


kini giliran Bryan yang mengucapkan salam perpisahan kepada putranya...


"Tadi pagi, Tio main sama Daddy kan...Tio tertawa gembira sambil melempar bola kepada Daddy... Bahakan kita sempat makan kudapan buatan mommy di kulkas..." sejenak Bryan berhenti mengambil nafas

__ADS_1


"Nak.." suara itu begitu merdu keluar dari mulut Bryan "Jika Daddy ada salah, Tio maafkan yah..Daddy sayang sama Tio Daddy cinta sama Tio...." mengucapkan kata kata terkahir memang menyesakkan dada namun Bryan harus kuat


"Doakan mommy Daddy Abang kakak dan Adek yah" Setelah mengecup pipi kening putranya untuk yang terakhir kalinya Bryan mundur dengan lemas


"Bry kamu harus kuat yah" ucap Dimas sang Kakak nya Bryan, Dimas tau adiknya itu sangat kehilangan


"Vel, kamu yang Sabar yah, semua ini cobaan untuk kita" Lisa memeluk tubuh Vely, kini giliran Mareka yang mengucapkan selamat jalan kepada Tio, Hansel Lucio Kris Tino Cristy senantiasa berdiri patuh ketiganya sudah mencium Tio namun tadi ada kata kata Cristy yang bikin Bryan dan Vely menangis histris


"Kak, nanti sole kita main yah di depan, kakak kekual Dali dalam Tini.." ajak Cristy


Kini peti mati itu akan di kunci dan di paku


'Tok tok tok tok' suara palu itu memukul paku.


"Mas anak kita mas...!!" teriak Vely saat wajah putranya tidak terlihat lagi


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2