
Keluarga kecil itu melaju membelah jalan, dengan sari bungkus remah roti di sisi Cio dan Hansel, keduanya tidak akan banyak bicara
"Cio...kamu masih ingat gak sama om yang sudah mukul Cio waktu kecil...?" tanya Vely lembut
"masih, om jahat kan...?" ujar Cio tanpa menoleh sedikitpun
"Kita akan ke sana hari ini.." lanjut nya
"Aku akan bertemu dengan nya lagi?" Vely mengeleng kepala, tentu saja membebaskan masalalu Bryan
"Kita kesana bukan untuk dia, kita ada tujuan tersendiri.." Cio Hanya menganguk kepalanya
_______
seperti biasa, tim polisi akan menyambut ramah kedatangan Bryan dan anak anaknya
"Tentu kalian tau apa tujuan aku datang ke sini kan?" tanya Bryan
"Apakah tuan yakin akan mencabut tuntutan kepada nyonya Ariel?" tanya kepala polisi itu
"Yakin...jadi bisa si bebaskan sekarang?" setelah melalui beberapa proses, dan tanda tangan akirnya Ariel bebas dari penjara
__ADS_1
Vely mendatangi Ariel dengan senyuman manis nya
"Mbak Vely...apa yang kamu lakukan di sini...?" Vely menjabat tangan Ariel dari balik jeruji besi
"Selamat, nona Ariel. anda sudah bebas dari penjara dan hari ini nona yang manis akan melihat dunia lagi...." Ariel menagis haru, kesedihan nya kini tergantikan dengan kebahagiaan
"Terimakasih atas kebaikan kalian, saya sangat senang dan bahagia, terimakasih terimakasih, dan maafkan saya..." Ariel bersujud kepada Vely, Bryan yang melihat itu pun meminta para polisi untuk membuka pintu jeruji itu"
"Terimakasih sekali lagi...atas kebaikan kalian," tak henti hentinya dia mengucapkan terimakasih kepada Bryan dan Vely..
"Sama sama mbak, saya berharap dengan ini mbak bisa mengubah diri lagi menjadi yang lebih baik...oh iya cafe mbak yang sempat mbak bangun dulu akan di serahkan kembali kepada mbak..." Ariel tersenyum bahagia, dia bersyukur atas apa yang Vely lakukan, dia mengakui kalau Vely adalah manusia berwujud manusia...
"Kalau begitu kami pamit mbak... permisi" Vely pamit pulang, sedangkan Ariel dia membenah pakainya untuk kembali ke apartemennya
Sampai di rumah nya, Bryan mendapatkan banyak kado di depan pintu masuk, apa ini kado untuk Lucio?
benar saja, suara gaduh di halaman rumah megah itu memperlihatkan bahwa ada Ella Widia dan Nia, mami Wenda dan Alice, tuan Farhan Dimas dan Lisa beserta Manuel yang ikut duduk sambil mengucapkan selamat ulang tahun kepada Lucio
"Happy birthday cucu Oma..." Alice mencium pipi Lucio dengan gemas
semuanya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Lucio dengan lembut, Cio bahagia sekali mendapati banyak hadiah dari Tante nenek Oma opa om , banyak sekali
__ADS_1
Makan bersama keluarga besar, Vely menyiapkan makanan untuk mareka, dan merayakan ulang tahun Cio yang sederhana
Usai semuanya kembali ke rumah masing-masing, Keluarga kecil itu masuk dengan membawa banyak kado ulang tahun Lucio, Hansel dari tadi duduk di dekat kakak nya itu..
"kak, kamu gak buka kado?" tanya Hansel
"Nanti, aku capek..." ucap Lucio, dia sebenarnya ingin meminta sesuatu kepada Daddy nya
"Oh iya... anak Daddy mau kado apa?" Cio tersenyum saat mendengarkan pertanyaan Daddy nya
"Aku mau..." belum sempat Cio mengutarakan permintaannya Vely sudah meminta Cio dan Hansel untuk mandi...
"Nanti aja deh dad...aku mandi dulu.." Cio berlalu pergi bersama mommy dan Hansel, Bryan melihat tumpukan kado di hadapannya
"Anak sultan kalo ulang tahun mah beda..." ujarnya terkekeh
usai mandi, Vely duduk di kasur sedangkan Bryan dia memakai bajunya
Lucio dan Hansel masuk ke kamar Daddy dan mommy nya
"Dad aku mau kado nya..." Hansel Bryan dan Vely menunggu permintaan Cio
__ADS_1
"Bebaskan om jahat..." Vely dan Bryan tergelak sedangkan Hansel dia hanya diam,
BERSAMBUNG