Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
114


__ADS_3

Lucio yang pada dasarnya berhati lembut itu tidak tega kepada adiknya yang di marah oleh Daddy nya, namun terbesit rasa ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh Daddy nya jika memarahi Hansel,


"aku gak suka ya mas kamu marah dan bilang kalo ini anak siapa, kamu fikir aku selingkuh, hah!!" teriak Vely, Bryan tergelak mendengarkan perkataan istrinya itu


"Apa maksudmu? aku sedang mendidik Hansel agar tidak ringan tangan, seharusnya kamu berfikir mengunakan otak mu itu, bukannya membela tanpa tau permasalahannya.....!" herdik Bryan, Vely sesak saat Bryan menghardik nya, apakah suaminya tidak menyayangi nya lagi,


Lucio masuk ke dalam kamar sambil menunduk, Bryan menarik tangan Lucio pelan dan membuka kancing baju Lucio,


"Lihat ini lihat....!" suara Bryan kian meninggi, Vely kaget melihat dada anak pertamanya itu yang memerah, Vely menatap wajah Hansel yang menunduk


"Hansel..." ucap Vely lembut,


"Kau tau sudah kan, apa yang membuat ku marah besar...bukan aku pilih kasih atau apa terhadap anak-anak ku ataupun meragukan Mareka anak ku atau tidak, tapi, satu hal yang harus kamu ketahui Vely. aku tidak ingin mareka saling menyakiti sesama. aku tidak mau kejadian dimana Cio di pukul hingga merusak mentalnya itu terjadi lagi..." tanpa mengucapkan sepatah katapun Bryan keluar dengan langkah cepat dan membanting pintu dengan kasar...


Sedih? tentu, Vely menatap wajah kedua putranya itu bergantian,


"Duduk..." ucap Vely lembut

__ADS_1


"Hansel, tatap wajah mommy sekarang" perkataan lembut Vely tidak membuat Hansel takut, dia menatap wajah Vely dengan berdurai air mata...


"Maaf mom, karena Hansel mommy dan Daddy bertengkar..." Isak Hansel menyesal


"Daddy tidak memarahi mu jika kamu tidak melakukan kesalahan," Vely menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya pelan "mommy berharap kalian berdua saling memaafkan dan berjanji tidak melakukan kesalahan yang sama..." ucap Vely sambil mengelus kedua punggung belakang anak anaknya dengan kedua tangannya


"Maafkan aku bang, aku janji tidak akan melakukan hal yang sama..." Hansel mendekati Lucio yang sedang menatapnya juga


"Aku juga, aku tau kau tidak suka jika aku berteriak-teriak..." ucap Cio sambil menjabat tangan kecil adiknya itu


kedua berpelukan dan saling mencium pipi...


tapi suaminya, kemana suaminya itu apakah dia marah dan pergi. entahlah Vely berharap dia bertemu Bryan sekarang dan berbicara dengan tenang


"Mom, Daddy kemana? apakah dia tidak memaafkan Hansel?" Hansel yang tidak melihat Bryan masuk ke dalam kamar itu menjadi sedih dan cemas, pasalnya ini kali pertama Bryan marah padanya


"No sayang, Daddy Hanya perlu menenangkan diri, dia akan kembali dan bermain lagi dengan kalian..." ucap Vely menenangkan,

__ADS_1


"Kalian mau tidur atau main, ini sudah sore untuk tidur siang" ujar Vely


"Tidur mom, aku tadi menangis dan mengantuk sekarang..." keduanya berlari ke arah kasur dan merebahkan diri di sana,


"Ya udah kalo begitu, mommy ke bawah dulu yah..." Vely melangkahkan kakinya menuju lantai bawah mencari suaminya yang marah tadi


Di bawah ada pak Mus dan bi Wati yang bertugas menjaga dan mengurus villa


"Pak Mus di mana Bryan..?" pak Mus yang sedang menghirup udara segar itu menoleh


"Tadi dia pergi ke penginapan tempat bebysiternya si kembar, katanya mau jemput mareka..." ungkap pak Mus, Vely tersenyum dan pergi ke arah penginapan untuk menemui suaminya itu


Namun nihil Bryan tidak ada di sana,


"Nani di mana bapak?" tanya Vely, Tina yang melihat majikan nya itu menjawab


"Tadi pergi sama si kembar Bu katanya jalan jalan..." ucap Tina, Vely menghela nafas berat, suaminya pergi tanpa dirinya dan berjalan jalan tanpa dirinya Hansel dan Lucio, sungguh dia sedang marah

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2