Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
{EPD part 17}


__ADS_3

Kini hari dan bulan berlalu begitu cepat, tak terasa kini usia Si kembar sudah tiga tahun


Pagi yang cerah ini di awali dengan keributan yang melengking kemana mana, Lucio yang sudah menginjak usia sepuluh tahun


"Mom, Abang berangkat dulu yah..." Vely tersenyum dan mengecup kening putranya itu dengan lembut


"Belajar yang baik, jangan nakal" peringat Vely, Lucio tersenyum, Hansel menyusul Cio dan memeluk sebentar tubuh mommy nya


"good by mommy..." Lucio masuk ke dalam bis sekolah dan menghilang dari hadapan Vely


tidak seperti biasanya terjadi, pagi ini Tio lesu dan pucat, Vely mengecek suhu tubuh Tio,


"Kamu kenapa nak...?" tanya Vely


"Sak...Apas" ucap Tio jujur


"Sesak? sesak kenapa nak? coba jelasin" belum sempat menjawab pertanyaan dari Mommy nya Tio tiba-tiba pingsan, Vely kaget bukan main, dia memanggil supir untuk menolongnya,

__ADS_1


kepanikan Vely membuat seisi rumah itu kalang kabut, "Ada apa Bu?" Tina Lina dan Vero yang menjaga si kembar itu keluar dari ruangan bermain


"Tio Tio, dia sesak nafas dan tidak sadarkan diri, bibir dan lidahnya membiru" panik Vely seiring dengan air mata yang meleleh.


Sampai di RS Tio di dorong ke IGD untuk penanganan lebih lanjut, isakan tangis Vely mengema di depan IGD...Dia mencari hp nya dan menelpon Bryan, Bryan yang sedang meeting bersama kliennya sontak permisi untuk mengangkat telpon...


"Hallo" ucap Bryan di seberang sana


"Mas...mas kamu ke RS sekarang mas, Tio.. Tio mas, dia tidak sadarkan diri, bibirnya biru mas...kamu ke RS Garcia sekarang" Bryan sontak mematikan sambungan telpon itu dan membatalkan meeting tersebut, anaknya jauh lebih penting


Sementara Vely, wanita cantik itu terus menerus mengeluarkan air matanya, tak Lama kemudian terdengar suara pintu terbuka, dokter keluar dari ruangan tersebut dengan wajah lesu...


"Bagaimana keadaan anak saya dok, tadi dia tiba tiba pingsan dan mulutnya biru...?" ucap Vely, dr tersebut menyampaikan


"Jantung pasien tiba tiba berhenti berdegup, kamu sudah melakukan percobaan untuk mengembalikan detak jantungnya namun, tuhan berkehendak lain, nyawa pasien tidak tertolong... untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya" pernyataan dari dr tersebut membuat Vely syok dan pingsan tak sadarkan diri


"Vely....!" seru Bryan yang tiba-tiba muncul,

__ADS_1


"Sayang..." ucapnya lagi, Tak berselang lama datang Alice Farhan dan Dian, mareka mendapatkan kabar dari Bryan, berhubung RS tidak jauh dari rumah akhirnya mareka cepat sampai...


"Ya tuhan ada apa?" Bryan Terus mengguncang tubuh Vely,


"Bagaimana keadaan cucu saya dok...?" tanya Farhan mewakili Bryan Wenda dan Alice yang baru datang


"Pasien tidak tertolong, jantungnya tidak berdetak saat sudah sampai di RS, namun tuhan berkehendak lain kami tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien" mendengar perkataan dr tersebut Bryan meneteskan air matanya, baru aja dia berangkat kerja dan bermain dengan anak anaknya, tapi ini terlalu Cepat...


"Jangan bohong dok, Tio baik baik saja saat pagi tadi" teriak Bryan, Farhan dan yang lainnya syok kemudian menangis pilu


Vely di bawa ke ruang rawat agar bisa beristirahat, Bryan masuk ke IGD di mana putranya terbujur kaku..


"Tio...baru saja Daddy bermain dengan mu dan saudara saudarmu yang lainnya... Kenapa kau tega meninggalkan mommy dan Daddy, mommy pingsan nak..." tangis Bryan seraya memeluk tubuh mungil Tio yang menutup mata dengan rapat


"Apakah kau mau mengganti posisi sama Daddy? Hem maukah kamu bangun dan biarkan Daddy yang ada di posisi mu" lagi Bryan memeluk tubuh mungil itu dan mengguncang Pelan,


"Nak, bangunlah" tak berselang lama Vely dan yang lainnya masuk, Vely begitu sadar langsung berlari ke luar untuk menemui putranya,

__ADS_1


"Nak, Tio bangun nak, bangun ini mommy jangan tinggalkan mommy nak mommy sayang Tio..." terus Vely mengguncang tubuh itu yang sudah terbujur kaku itu, Tio memiliki tubuh mungil yang sangat mengemaskan belum lagi rambut ikalnya alis tegasnya bulu mata lentik nya dan bibir tipisnya, semuanya telah menjadi kaku di tubuh mungil Tio, kepergian putra ke lima Bryan dan Vely itu sudah tidak ada lagi


BERSAMBUNG


__ADS_2