
Vely dan Bryan sudah ada di kamar, Bryan sekarang sedang menatap Vely yang sedang serius mengerjakan tugas dari dosen....
"Apakah masih lama?" Vely menatap wajah Bryan dan mengangukan kepalanya
"Ini sudah hampir pukul sembilan Lewat...." Vely mendengus
"Ini cukup sulit..." Vely kembali mengerjakan tugasnya
"Perlu bantuan?" Bryan duduk di belakang Vely dan memeluk pundaknya
"Apakah kau bisa?" Vely meremehkan Bryan
"Coba ku lihat" Bryan melihat tugas Vely dan tersenyum,
"Semua sudah ku pelajari...ini sangatlah mudah"....
"Benarkah kau bisa?" Bryan pun menerangkan tentang perkantoran, karena Vely kuliah di bidang perkantoran dan Bryan seorang CEO maka hal itu sangatlah mudah bagi Bryan
"Wow...." ucap Vely senang
"Kau meremehkan ku..." ucap Bryan
"Sedikit..." kekeh Vely
Bryan dan Vely kini merebahkan diri di kasur,
Bryan meletakan baby Cio di atas dadanya,
__ADS_1
sedangkan Vely dia baring dengan posisi miring menghadap Bryan yang tiduran sambil menepuk punggung mungil Beby Lucio....
"Lihat dia tidak akan mau tidur jika sudah bangun" ucap Vely sambil mengelus kepala Cio yang sedikit demi sedikit menumbuhkan rambut
"Benarkah...emm sepertinya dia haus, susui lah" Bryan meletakan baby Cio di tengah tengah antara Vely dan Bryan...
Vely membuka tiga kancing baju nya dan mengeluarkan salah satu bukit kembar miliknya yang bulat sintal dan padat berisi...
Kecapan kecil dari bibir mungil Cio membuat Bryan tergiur...
"nak, berbagai lah kepada Daddy...." ucap Bryan nyeleneh
"tidak Daddy, ini milik Cio yang tampan..." Vely menoel Noel pipi tembem putranya itu
"Aku juga tampan..." ucapan narsis Bryan membuat Vely mengeleng kepala, laki laki ini sungguh sudah berubah menjadi laki laki yang mesum dan lembut
"Cio tidak kunjung tidur" ucap Vely saat jam sudah pukul sebelas malam.
"Ciluk...." Vely menutup wajahnya dengan kedua tangan nya " Baaaa" Cio tersenyum manis menampilkan gusinya yang tidak ada gigi
Bryan dan Vely bermain dengan Cio dengan waktu yang cukup lama hingga Cio haus dan nyusu, setelah itu Cio tertidur Bryan dan Vely tersenyum dan bergantian untuk mencium pipi gembul Putra mareka
kini keduanya berbaring di satu ranjang, Vely di tengah menghadap Cio dan Bryan menghadap punggung Vely....
"Papa dan mama akan pulang dua hari lagi...kita kasih surprise untuk mareka" ucap Bryan
"Benarkah...?" ucap Vely
__ADS_1
"Ehmmm.... tidurlah ini sudah tengah malam" Bryan dan Vely memejamkan mata dan berdayung ke alam mimpi secara bersamaan
***
tiga sekawan sedang duduk di balkon kamar Nia, Widia dan Ella menginap di rumah Nia karena papa dan mama Nia pergi kek desa...
"Aku ingin coba-coba merokok" ucap Widia
"Merokok lah..." Widia mengeluarkan sebatang rokok yang iya ambil dari rumahnya,
"Rokok siapa yang kau ambil?" tanya Ella saat Widia mengeluarkan sebatang rokok dari sakunya, anehnya lagi rokok itu hanya sebatang dan dari mana dia membeli rokok yang hanya sebatang...
"Punya ayah, aku ambil diam diam" Widia mencari korek api dan menghidupkan rokok itu tanpa mengisap....
"Cobalah" ucap Nia
"Aku takut...." Widia menjauhkan rokok itu dari wajahnya
"Isap sedikit" lanjut Ella
'Sluuuuup' "uhukk uhukk uhukkkk" Widia terbatuk batuk dan memberikan rokok itu kepada Nia. Nia mengisap rokok itu dan terjadi lah batuk yang sama
"Mana aku coba" Ella mengisap rokok itu, dan
"Uhukkkk uhukk uhukkkk, rasanya pahit dan Kubang saja ini..." Ella mematikan rokok itu dan membuangnya
"Aku menyesal telah mencoba benda itu" ucap Widia masam
__ADS_1
"Sepertinya kita tidak cocok untuk merokok" mareka menikmati indahnya malam di balkon kamar Nia,
BAB 29 SELESAI