
"Tidak tidak Jangan tutup tidak....!!!!" teriak Vely sambil memejamkan matanya,
"Tidak tidak....!!" teriaknya lagi
'plakkk' Vely terbangun saat wajah Nya di pukul oleh anak kecil yang minum susu di samping nya
"Tio nak...kamu baik baik saja kan?" ucap Vely sambil memutar-mutar tubuh mungil Tio, Vely sedang bermimpi buruk dan memeluk tubuh Tio. anak itu sedang minum susu dari botol dot miliknya, mendengar mommy nya berteriak kencang membuat Tio memukul wajahnya karena kesal
"Kenapa teliak mom? Tio mau tidun ni" celetuk Tio sambil membaringkan tubuhnya di samping Cristy yang sudah tertidur siang
Vely menepuk nepuk pantat Tio yang berbalut popok...
"Kenapa seperti nyata, ya tuhan apakah artinya ini? aku bermimpi Tio meninggal..."
batin Vely, dia mengusap wajahnya terasa sekali ada air mata di pipinya
"Tio, kamu baik baik aja kan? gak sesak nafas kan?" tanya Vely, Tio mendongak menatap wajah cantik mommy nya
"Dak..." ucapnya pendek, dia kemudian melanjutkan tidurnya
"semoga saja Hanya mimpi...." batin Vely berucap, setelah memastikan Tio tidur Vely pun ke dapur untuk mencuci muka
__ADS_1
Setelah segar Vely kemudian membuka kulkas Mencari sayuran hijau dan daging, dia ingin buat sop untuk makan makan siang anak anaknya nanti saat bangun tidur
Dia terus melamun memikirkan mimpinya tadi, sangat nyata sekali, Bahakan saat dia memukul dadanya yang sesak pun seperti nyata...
air matanya pun nyata, "Lindungilah anak anakku tuhan, sehat kan lah mereka dan berikanlah mareka umur panjang..." lirihnya
sambil menunggu sup nya mendidih Vely menggoreng ayam dan tempe....
pukul 01:30 si kembar terbangun, Hansel dan Lucio yang pulang jam dua belas tadi langsung duduk di meja makan bersama adek adek Mareka
Vely menyuapi si kembar empat dengan telaten karena mareka suka belepotan kalau makan, Vely terus menatap wajah Tio yang sedang mengunyah makanan nya
"Mom, Dangan teliak agi..." ucap Tio saat matanya menatap sang mommy yang juga menatapnya
***
Karena tidak ada pekerjaan lagi, Bryan memutuskan untuk pulang karena tidak ada gunanya dia berdiam diri di kantor
"Marco, aku pulang duluan, kalau kamu pulang jangan lupa tutup pintu ini dan kunci" Marco menganguk, Bryan segera turun dari lantai 18 itu ke bawah mengunakan life
Bryan mampir dulu ke toko buku untuk membeli perlengkapan mengambar buat anak kembarnya yang aktif
__ADS_1
Setelah sampai di rumah Bryan di sambut dengan keempat anak kembarnya yang berteriak Ingin di gendong, Hansel dan Lucio tidak mau kalah, ke-dua nya memeluk tubuh Bryan
melihat suaminya datang Vely segera menyambut kemudian memeluk tubuh Bryan,
"Mas...kamu sudah pulang" sebentar Bryan mengecup kening Vely kemudian membawa anak anaknya ke ruang keluarga untuk duduk di sofa
"Daddy beli buku gambar untuk kalian" si kembar empat tersenyum kemudian mengambil alih buku dan krayon, sudah tidak sabar untuk bercoret coretan, melihat anak anaknya anteng saat main Bryan pun masuk ke dalam kamar di ikuti sang isteri
Setelah si kamar Bryan bingung melihat wajah sang istri yang menangis
"Kamu kenapa sayang?" tanya Bryan
"Apa aku buat kesalahan lagi, atau apa?" lanjutnya
"Mas, tadi siang aku mimpi kalau Tio meninggal mas, aku takut mas...itu seperti nyata" ucap Vely, Bryan memeluk tubuh sang istri dan mengecup kening nya
"Banyak orang bilang kalau orang mimpi seseorang meninggal maka seseorang tersebut akan berumur panjang, jadi kamu tidak perlu takut, karena mimpi itu adalah kembang tidur..." ucap Bryan menenangkan istrinya yang menangis di pelukan nya
"Ya sudah mas mau mandi terus turun..." Vely menganguk
"Kalau begitu aku siapin makanan untuk kamu mas..." Bryan menganguk Kemudian Vely segera turun ke bawah,
__ADS_1
BERSAMBUNG