
Vely berdiri dari baringnya,
"Sayang aku udah baikan kok, kita pulang sekarang aja yah, aku kasian sama Cio...." Bryan menghela nafas dan menganguk..
"Aku tanya ke dr Andi dulu kamu udah bisa pulang atau engak, soalnya aku masih kawatir sama kamu..." Bryan berlalu pergi mencari dr Andi untuk berkonsultasi dengan nya..
"Untuk sekarang ibu Vely sudah bisa untuk pulang, tapi kesehatan harus di Jaga pola makan dan istirahat yang cukup. mengingat hamil muda rentan terhadap yang namanya keguguran jadi harus di perhatikan lagi..." Bryan menganguk
"Apakah kami bisa melakukan hubungan seksual dok, atau saya tidak melakukannya?" tanya Bryan lagi, dia harus tau hal itu karena dia tau burungnya tidak bisa diam kalau bersama Vely...
"Bisa. tapi harus perlahan lahan dan jangan menindih perut ibu..." Bryan menganguk lagi.
"Saya meresepkan vitamin dan obat penambah darah untuk ibu Vely, jangan lupa untuk memeriksa kandungan sebulan sekali..." Bryan pergi menebus obat dan segera kembali ke ruang VIP di mana istrinya dirawatnya
"gimana? sudah boleh untuk pulang kan?" tanya Vely saat melihat Bryan masuk ke ruangan
"Sudah, tapi kamu harus berjanji sama aku dulu, kalau kamu engak boleh capek capek dan berkerja yang berat berat..." Vely menganguk pasti dan tersenyum penuh kemanisan
Setelah semuanya beres Vely dan Bryan segera kembali ke tempat Alice untuk menjemput Cio, mungkin saja anak itu sudah tidur...
__ADS_1
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya sampai juga, Vely segera keluar dari mobil di ikuti Bryan yang menjaganya takut oleng, biasalah calon ayah siaga untuk kurcil yang masih bersemayam di rahim Vely...
"Mama papa..." sapa Vely, matanya menangkap Lisa dan Dimas yang bergabung dengan kedua orangtuanya.
"Loh sudah kembali? bagaimana keadaan ku nak?" Alice memberikan Manuel kepada Farhan dan segera mendekati menantu nya
"Ada kabar gembira untuk kalian..." ucap Bryan mewakili perasaan nya
"Apa...?" tanya Alice antusias, semoga saja apa yang iya fikirkan dengan keras tadi sang menjadi kenyataan
"Sebentar lagi kalian akan memiliki cucu ke tiga dan sebentar lagi Cio akan menjadi Abang...." Alice tersenyum bahagia begitupun dengan Farhan Dimas dan Lisa, mareka tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan mendengar kabar itu,....
"Tuhan benar benar baik yah pa...dia mengabulkan permohonan kita...." ucap Alice menatap wajah Farhan
"Wah wah, sebentar lagi ada kurcil ke tiga nih, pasti kalau ngumpul Keluarga berisik minta ampun..." ucap Lisa,
untuk merayakan hari itu mareka makan bersama di rumah Alice. Bryan dan Vely memutuskan untuk menginap di rumah utama...
***
__ADS_1
"Hallo, juniornya Daddy. sehat sehat yah di perut mommy," ucap Bryan saat Vely yang baring telentang dan Bryan yang memainkan perutnya
"Mas aku mau...emmm," Vely menjeda omongannya dan sepertinya dia nampak berfikir...
"Apa?" tanya Bryan penasaran
"Sushi" ucap Vely Setelah berfikir keras...
"Shusi? malam malam begini?" tanya Bryan binggung, perasaan tadi Vely terlalu banyak makan...
"Besok...mas" ucap Vely sambil menenggelamkan wajahnya di dada bidang Bryan,
"Oh...." jawab Bryan
Vely tertidur pulas di Pelukan Bryan sedangkan Bryan dia melepaskan pelukannya dan menghampiri buah hatinya yang tidur di boks yang memang ada di rumah utama...
"Maafkan Daddy yah, Daddy engak ada waktu kamu di perut mommy...Daddy berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang Daddy miliki untuk kamu dan adek..." Cio mengeliat lucu dan mengubah posisi tidurnya menjadi telungkup
"good night my son, sweet dreams..." ucap Bryan kemudian meredupkan lampu di dekat boks Cio dan menyelimuti tubuh mungilnya itu
__ADS_1
kembali ke Vely Bryan merebahkan diri di samping istrinya dan memeluk pinggang Vely yang masih ramping...
IKLAN