
Vely sudah di pindahkan ke ruangan VIP, Bryan yang kecapekan menungu pun tertidur di samping Vely,
Alice dan Farhan sudah di kasih kabar kalau Vely pingsan, mareka sempat panik namun Bryan menenangkan mareka, keduanya tidak jadi pergi ke RS karena Cio yang rewel....
Pukul lima sore hari Vely terbangun, matanya menatap tanganya kekar yang melingkar di perutnya, "Aku di mana ini...?" tanya Vely pada diri sendiri
"Kamu sudah sadar, apa yang sakit, apakah kamu membutuhkan sesuatu?" ucap Bryan, dia merasakan pergerakan saat Vely memegang kepalanya...
"bry...hiks hiks hiks, Jangan marah lagi yah, aku engak mau kamu diamin aku" ucap Vely sesegukan...
"Maafkan aku, aku janji aku engak akan diamin kamu lagi," Bryan mengecup lama kening Vely dengan penuh kelembutan
"Kamu mau apa sekarang? makan? minum, atau apa?" ujar Bryan, Vely memegang perutnya yang kelaparan,
"Aku lapar, tadi pagi aku sedikit aja sarapannya karena engak Nafsu makan" ucap Vely pelan, dia tau pasti Bryan akan mengomeli nya karena tidak sarapan....
"Hurfttttt, baiklah aku cari makanan untuk kamu, oh iya dokter Andi akan melakukan pemeriksaan terhadap tubuh mu," ucap Bryan tiba-tiba...
__ADS_1
"Aku sakit apa bry? apa serius?" Vely jadi ketakutan
"Aku tidak tau, si kepala plontos itu tidak memberitahu secar detail Kepada ku" kesal Bryan..."Ketiga sahabat mu sudah pulang, mareka akan kembali ke kampusnya tadi setelah mengantar mu...." ucap Bryan
"Oh iya, sebaiknya kamu pergi mencari makanan untuk ku, jangan lupakan rujak nya bry...." Bryan berdiri dari duduknya,
Cup..."hmpttt...bry kamu ini orang lagi lapar malah di cium" kesal Vely,
"Iya Vely sayang..." ucap Bryan sambil mencolek colek pipi Vely yang chubby akibat banyak makan...
"Kok Vely sih? ngeselin kamu nya" Vely merajuk dan menutup wajahnya dengan bantal
"Iya mas sayang, istrimu ini sedang lapar sebaiknya mas ku ini pergi mencari makanan dan rujak di depan..." Bryan berlalu, sementara Vely dia tersenyum ternyata suaminya itu sangat mengkhawatirkannya,
Bryan kembali dengan makanan pesan Vely,
saat akan masuk ruangan VIP itu Bryan berpapasan dengan dr Andi yang membawa dr kandungan beserta alat USG,
__ADS_1
"Pak Bryan, kami akan melakukan pemeriksaan terhadap ibu Vely," Bryan menganguk kemudian ikut masuk bersama tim medis....
"Sayang Mareka mau periksa kamu.." Vely duduk, dia pun menatap para tim medis, matanya menangkap alat yang pernah ia lihat waktu mengandung Cio,
"Alat USG?" tanya Vely...
"Ibu sebaiknya pergi menampung air seni ibu di wadah ini, setelah itu celup tes kehamilan ini di dalamnya...." Vely berbinar dia mengambil alat itu dan bergegas pergi ke kamar mandi, sedangkan Bryan dia masih loading dan belum ngeh....
Selang beberapa menit Vely keluar, matanya binggung melihat dua garis samar yang iya liat, Vely memberikan asil tes pack itu kepada dr Andi, dr Andi tersenyum dan meminta dr kandungan untuk mengecek perut Vely,
Vely bergetar antara bahagia dan Takut, dia bahagia karena kalau dugaannya benar, namun dia sedih kalau dugaannya salah...
Bryan menatap wajah cantik Vely yang sepertinya deg deg gan, alat USG itu berputar di bawah perut Vely dan menampilkan rahim Vely, dr Sarah tersenyum dan mengangguk Kepada dr Andi....
"Selamat pak, istri bapak positif..." Belum sempat dia menyampaikan informasi itu Bryan menyala...
"Lakukanlah yang terbaik untuk istri saya dok, saya akan membayar mahal untuk RS ini" ucap Bryan bergetar....
__ADS_1
TAMAT