
tak terasa waktu sudah jam tiga sore, Cio yang baru saja keluar dari kebun binatang itu terlihat letih sekali, banyak kendala saat menonton pertunjukan ikan lumba-lumba tadi,
saat sudah menunjukan satu atraksi, ikan itu malas bergerak dan berenang kesana dan kesini
"Kita mau kemana lagi mas..?" tanya Vely,
"Bili ayam dan tayo, my.." lain yang di tanya lain yang jawab
"Beli ayam?..." Bryan menaikan alisnya bingung
"Ayam na idup, io mau pilihala..." Bryan pun menganguk, sedangkan Vely dia sendiri Takut dengan ayam, malah Cio mau melihara ayam
ketiganya menyusuri jalan mencari orang yang menjual ayam, hingga Mareka stop di perempatan jalan, di sana ada yang menjual ayam hias,
"Ayam na walana walni.." mata Cio berbinar, namun dia segera menepis tangan nya
"My, ayam yang ini aja...." ucapnya saat Vely mengandeng tangan nya menyusuri jalan untuk mencari ayam yang lain
Bryan yang tidak terbiasa berada di pasar itu hanya mengikuti saja, sebenarnya dia jijik namun demi anaknya dia mau melakukan apa pun
Vely menanyakan harga ayam kecil yang sengaja di cat itu..
"Berapa bang?" tanya nya
__ADS_1
"sepuluh ribu se ekor Bu..." Vely membeli dua, warna biru dan hijau,
setelah mendapatkan ayam, Bryan dan Vely memutuskan untuk pulang, Cio juga sudah capek...
"Siapkan diri, kita besok pergi ke pantai..." Cio berbinar, dia ingin sekali berenang gaya buaya jantan dan kodok melompat
"Jalin io belenag, kodok ompat dan bayaya dantan..." Bryan terkesiap, perkataan nya yang di pertunjukan ikan lumba-lumba itu masih di ingat oleh anaknya...
"Kapok..." ucap Vely berbisik
"ya nanti kita berenang yah, kita mommy..." Vely menatap wajah tampan dengan sorot mata tajam
"Kan mommy sama dedek, jadi Daddy aja yang berenang..." ibarat senjata makan tuan, Bryan Hanya bisa pasrah, demi sang buah hati tercinta
"Dad...ayam na namana tiapa ya, buntuin mikil dong" ucap Cio, dia ingin Bryan membantu untuk mencari nama yang bagus untuk ayamnya
"Namanya Lucio aja," ucap Bryan tanpa menoleh, Cio kesal
"Itu kan namana io..." tak terima namanya di kasih ke ayam akirnya Cio ngambek
"Terus, kita kasih nama apa dong?" Bryan berfikir sejenak
"Belayen..." balas Cio
__ADS_1
"Enak aja, itu kan nama Daddy" entah siapa yang mengajari Cio menyebut nama Bryan
"nak, gak boleh ngomong nama orang tua yah, nanti berdosa" Cio menganguk
"maap dad, gak tengaja.." Bryan tersenyum, anaknya itu sudah bisa meminta maaf dan tau di mana letak kesalahannya
Cio dan Bryan saling berbincang bincang, Vely hanya diam, sesekali dia memperbaiki kosa kata Cio yang belepotan
Setelah sampai ketiganya turun, Vely tidak sabar untuk segera bertemu dengan Hansel, mungkin anak itu sangat merindukan nya
"Hallo anak mommy." Cio mendekati adeknya
"Allo adek abangna io yang danteng..." Alice Farhan Bryan dan Vely tersenyum melihat Cio yang memuji dirinya sendiri
Mareka berbincang bincang hangat, Cio tersenyum, kemudian mengusap wajah adiknya
"Dek, anti talo betan tita belenag kodok ompat yok," ajak Cio, lagi lagi Bryan menghela nafasnya
"Kodok melompat?," ucap Alice bingung
"Ajaran bryan ma..."Mareka tertawa, setelah senja keempatnya mengucapkan selamat tinggal, mareka kembali ke kediaman mareka
BERSAMBUNG
__ADS_1