Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
inta maap sekalang...


__ADS_3

Hari ini seperti yang di janjikan Bryan, Cio sudah rapi di dalam mobil, matanya asik mengamati sang adik kecil


"Dedek, nagan nakan yah. anti di gigit namuk" Hansel hanya diam saja,


Vely masuk dan duduk di samping Bryan, sedangkan Cio duduk di pangkuan Bryan, ya Bryan menyetii sambil memangku anaknya, hal itu sudah biasa iya lakukan


"Engak bahaya mas? nanti kita nabrak loh" ujar Vely penuh kekawatiran


"Tenang saja yang, aku sudah biasa kok, apalagi kalau Cio ikut aku ke kantor" Vely kembali diam,


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, kini keempatnya sudah di depan Polsek..


"Selamat datang bapak Bryan, silahkan masuk" Bryan menganguk Kemudian mengekori kepala polisi itu


Kini mareka sudah duduk di bangku tunggu, tak berselang lama datanglah orang yang di tunggu-tunggu


mata Daniel menatap tajam wajah Bryan, begitupun Bryan,


"Vely..." sapa Daniel lembut


"Apa yang sudah kau lakukan pada anak ku?" herdik Vely geram


"Aku mencintaimu, jangan benci aku" iba nya

__ADS_1


"Cinta, cinta dan cinta, itu terus yang kau katakan sejak dulu, apakah kau belum puas hah...?" Daniel terdiam, Cio dan Bryan menyimak perkataan Vely


"Tak puaskah kau? ayah dan ibu ku banyak berkorban untuk keluarga mu, tapi apa! sedikitpun kalian tidak ada yang menolong mareka,..." hati Vely terasa perih kala mengigat dirinya pernah datang dan bersujud untuk membantu orang tuanya


"Itu kedua orang tua ku, aku ingin sekali membantu kalian" elak Daniel


"Saat kalian bangkrut dulu! siapa kah yang membantu kalian? hah...ayah dan ibu ku kan? setelah kami jatuh dan miskin kalian seakan-akan tidak mengenal kami..." tangis Vely pecah, sudah lama dia ingin mengeluarkan unek-unek nya


"aku hanya ingin kalian membantu kedua orang tua ku,...tapi apa? kalian mengumumkan bahwa kalian sudah membeli prushaan ayah dan membanggakan diri, dimanakah perikemanusiaan kalian saat itu....? dasar tidak tau berterima kasih" herdik Vely,


"Setelah kalian pergi jauh. lalu kau kembali lagi dengan tanpa salah nya kau memukul putra ku hingga pingsan karena hampir kehabisan nafas....KAU! DAN KE-DUA ORANG TUA MU ITU IBLIS DANIEL!!!!" teriak Vely mengila


"Sabar sayang..." Bryan membisik


"Tama mumi duga" lanjutnya


"Maafkan aku Vely, aku tidak tau kejadian itu akan seperti ini..Mama dan papa ku membawa ku pergi. Vel, ketahuilah bahwa aku sungguh sungguh mencintaimu" Vely tersenyum miring,


"Tak ada cinta, aku benci dengan mu..., tidak hanya padamu aja tapi kedua orang tua mu juga.." Vely berdiri hendak pergi, namun Cio menghentikan langkahnya


"inta maap ulu sama io dan mumi. om daat," Bryan tersenyum licik,


"Minta maaf kepada putra ku, jika kau masih ingin melihat dunia ini" ujar Bryan dingin

__ADS_1


"Cih... kepada anak ini? anak bodoh dan lemah ini" Bryan geram,


"Dia tidak lemah, kau yang lemah Daniel, anak kecil kau berani lawan....tapi dengan ku, kau hanya ibarat ANJING!" perkataan Bryan pelan, namun tersirat kekejaman yang hakiki


"kau yang anjing,..." ujar Daniel


"Minta maaf Sekarang atau...aset prushaan mu akan jatuh ke tangan ku!!!" ancam Bryan


Dengan terpaksa, Daniel memohon kepada Cio agar memaafkannya...


"Maafkan om, om tidak sengaja..." ucap Daniel, Bryan mendecih. apa tadi? tidak sengaja? dasar bodoh


"Dangan ulangi agi om, nanti di pukun takit Lo" nasehat Cio, bocah itu memegang pundak Daniel, seolah-olah rasa hangat menyerap ke tubuh nya, Daniel mendongkak


"Maafkan om..." kini Lebih tulus


"Ya... sekalang inta maap tama mumi agi.." perintahnya


"Ve-vel a-ku minta maaf, dan berjanji tidak akan muncul lagi di hadapan mu...aku juga akan berubah Vely menjadi yang lebih baik..." Vely tersenyum lebar...


"aku memaafkan mu... karena aku bukan tipe pendendam..." Vely melangkah keluar dan di ikuti oleh Bryan dan Cio yang sadari tadi jadi mengekori nya


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2