
Saat malam di rumah bryvel..
Usai membersihkan diri Vely dan Bryan merebahkan diri di king size milik mareka,
mareka berdua saling tatap kemudian berpangutan mesra...
"Ceritakan perjalanan mu dan Cio hari ini..." ucap Vely sambil memeluk tubuh kekar Bryan, dan menghirup aroma maskulin dari tubuh Bryan itu
"Ceritanya mau dari yang mana?" tanya Bryan, Vely nampak berfikir
"Dari awal kamu dan dia keluar dari rumah" ucap Vely seraya menatap wajah Bryan dengan mata bulatnya
"Aku dan dan Cio pergi ke stadion bola basket untuk bermain, kemudian Cio sepertinya lemas dan tidak mood untuk melanjutkan permainan..." ucap bryan
"Lalu?" tanya Vely
"Aku duduk dan bertanya mengapa dia lemas, dan dia malah menjawab, Mi...." Vely mengerutkan keningnya heran
"dia merindukanmu," Bryan mengecup kening Vely sekilas " tapi tidak berlangsung lama, dia kembali mendapatkan mood nya saat aku mengajaknya beli mainan di mall" Vely terkekeh kecil
"Setelah itu apa yang kalian lakukan?" tanya Vely
__ADS_1
"Selepas membeli mainan aku dan dia pergi ke cafe untuk makan siang..., kemudian kami pergi ke taman hiburan anak anak..." lanjut Bryan, "Dia senang sekali mendapati banyak anak anak sebayanya yang juga bermain bersama ayah dan ibu mareka..." Vely berubah murung, seharusnya dia ada bersama mareka untuk menghabiskan waktu bersama Putra sulungnya sebelum Cio harus berbagi kasih sayang dengan adiknya
"maaf..,Aku harus nya ada bersama kalian..." ucap Vely pelan, tak terasa air matanya mengalir di pipi mulusnya
"Kau menangis? ada apa,?" tanya Bryan panik,
"seharusnya aku meluangkan waktu ku untuk Cio, namun aku selalu saja melewati masa masa itu..." ucap Vely sedih, akhir pekan selalu di habiskan di rumah bersama Cio dan Bryan namun jarang sekali mareka ke taman hiburan bersama mengingat kondisi tubuh Vely yang kadang baik dan kadang tidak
"Cio bahagia sekali hari ini, dia seakan melupakanmu, kau tau dia berjalan dengan lincahnya di atas rumput dan bermain di trampolin dengan lucunya dia melompat lompat..." ucap Bryan menceritakan aktivitas Cio saat bersama dadynya
"Akhir pekan ini aku ingin berjalan bersama kalian, aku mohon luangkan waktumu untuk aku dan Cio, tunda dulu pekerjaan Mu..." Bryan tersenyum dan mengangguk, dia mengecup bibir Vely dengan rakusnya...
"Iya..." ucap Bryan singkat, dia bahkan tidak sedikitpun merasa bersalah dalam menjawab pertanyaan Vely
Vely membulatkan matanya lebar dan mencubit kuat perut kotak kotak Bryan,
"Awwww sakit awwww...." pekik Bryan kesakitan di bagian perutnya
"Kau, aku menyuruhmu untuk berjalan bersama Cio, lalu kau menyempatkan diri untuk bertemu wanita... dasar suami tak puas" Vely meneteskan air matanya, "Kau mau menduakan ku setelah kau membuat ku hamil....?" lirih Vely sedih, tak lupa tatapan matanya yang bulat namun tajam menghunus ke jantung Bryan
"Benarkan?" bentak Vely
__ADS_1
"Apanya, kau mengambil kesimpulan bahwa aku berselingkuh,?" tanya Bryan
"Iya, lalu apa lagi? mendua hah" teriak Vely dengan air matanya yang mengalir deras, bahkan dia sudah duduk dengan perut bulat dan sedikit mulai membuncit yang naik turun akibat nafas Vely yang memburu...
"Kau bertanya, aku bertemu wanita hari ini kan? lalu aku Jawab iya, memang benar kalau aku bertemu wanita hari ini..." Vely mencerna dengan baik "Wanita tua, anak kecil, seorang ibu dengan anaknya, anak kampus yang pulang kuliah, dan gadis biasa yang keluar masuk mall, mareka wanita bukan dan aku bertemu dengan mareka, lalu apa yang salah?" tanya Bryan balik...
Vely terdiam dan menunduk, 'malunya aku... mengambil kesimpulan yang salah' batin Vely meronta ronta karena malu yang luar biasa
"Apa salah?" tanya Bryan lagi...
tak ada jawaban dari Vely, dia hanya diam karena malu,
"Lalu kau, pasti bertemu dengan laki laki hari ini..." selidik Bryan, Vely mengangkat wajahnya dan menganguk
"tentu karena pelayan mall itu seorang laki laki..." ucap Vely "Bahkan tukang roti itu juga laki laki, dan penjaga perhiasan juga laki laki" Bryan mengelus kepala Vely dan mengecup kening Vely dengan hangat...
"Jangan meragukan ku..." bisik Bryan lembut mampu membuat Vely menjadi tenang
"Maaf aku sudah meragukan mu..." keduanya saling mengecup dan *******, kemudian tertidur dengan nyenyak karena aktivitas mareka siang tadi yang menguras tenaga
BERSAMBUNG
__ADS_1