
Kini kandungan Vely menginjak usia ke sembilan bulan,
Tubuhnya terkadang tidak vit akir akir ini...
kadang perutnya mengeras,
Seperti biasa dia akan pergi berolahraga dengan berjalan kaki di sekitar halaman rumah megah ini itu, tak lupa Cio yang mengekori sang mommy yang berjalan tanpa alas kaki itu...
"My, atit taki na?" Tanya Cio sambil menggoyangkan lengan nya
"Engak nak, emmm Cio kita ke taman yok," ajak Vely sambil sedikit membungkuk agar dapat melihat wajah anaknya itu, Vely terkekeh geli melihat Cio yang mengunakan baju kaos bergambar kan kuda poni dengan tanduk runcing di depannya, jangan kan itu warna baju nya aja pink dengan sedikit manik kecil yang menghiasi baju kaos itu...
"Tapa tawa my...?" tegur Cio itu memicingkan matanya tajam, dia tau arah tujuan mata sang mommy yang melihat baju kaos nya....
"Engak nak, mommy cuman lucu liat muka Cio" Vely memalingkan wajahnya sambil menahan tawa
"Buta da badu ni, my..." Cio ngambek dan ingin membuka baju yang iya kenakan,
"Jangan dong nak, kamu gak kasian sama mommy?" Vely memelas agar Cio tidak membuka baju yang iya gunakan
__ADS_1
"Nini baduna tewek my...io ni akik.." protes Cio dengan mengerucutkan bibirnya kesal, pasalnya Vely menyuruh Cio mengunakan baju kaos unicorn atau kuda poni dengan alasan adek yang minta, sempat ada perdebatan kecil antara anak dan mommy nya hingga akhirnya Cio ysng mengalah
Cio terus protes dengan keadaannya sekarang yang memakai baju kuda poni, sedangkan Vely dia malah menarik anaknya itu ke taman... Tentunya tanpa rasa bersalah
***
Sedangkan Bryan, dia sedang meeting bersama klien untuk prushaan miliknya di Singapura, matanya dari tadi tidak bisa diam melihat Daniel yang tampaknya tidak nyaman, ya Daniel ikut serta meeting bersama klien Singapura karena dia juga memiliki prushaan yang bekerja sama dengan Morgan...
Setelah menyetujui, klien dari Singapura itu pun pamit undur diri begitupun Daniel, Marco yang sudah tau apa masalah Daniel pada Bryan itu pun membawa Bryan ke ruang pribadi untuk berbicara
"Sudah tau apa masalahnya?" Marco menghela nafas berat,
"Jadi, dia mantan kekasih istri ku?" Marco menganguk
"Mareka putus akibat Daniel yang harus pindah ke Jerman bernama ayah dan ibunya, namun belum ada kata putus dari hubungan keduanya..." Bryan geram dan mengepalkan tangannya, istrinya itu tidak pernah jujur padanya, namun dia tidak berhak memarahi Vely karena dia pun tidak mungkin memberitahukan kepada Bryan kalau dia punya mantan kekasih, untuk apa juga mengungkit masa lalu sedangkan keduanya mau memulai masa depan yang indah
"Jadi masalah itu adalah istri saya? dia kesal karena Vely menikah dengan saya?" selidik Bryan
"Mungkin..." Bryan tersenyum licik
__ADS_1
"Jika dia memulai permainan maka kita akan ikut bermain..." ujar Bryan, Marco bergidik ngeri melihat Bryan yang berubah seperti mafia yang ingin membunuh mangsanya,
***
"Aus my..." Vely menghadap ke anaknya
"Mau minum?" Cio menganguk,
"Mommy pergi beli dulu ya, Cio diam di bangku aja" Cio mengangguk kemudian melanjutkan acara makan arumanis
Di mobil Ferrari putih seorang sepertinya mengintai Vely, matanya terus menatap wajah cantik wanita yang sempat menjadi ratu di hatinya,
"Siapa anak itu?" tanya Daniel kepada Asisten Jhon
"Dia adalah anak pertama nona Vely," Daniel menyeringai,
"culik dia diam diam..." perintah Daniel, Jhon segera keluar mobil untuk menculik Cio yang makan arumanis di bangku taman, sedangkan Vely dia sedang menunggu antrian untuk mengambil air minum...
BERSAMBUNG
__ADS_1