Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Memulai....


__ADS_3

"Setiap anak memiliki reaksi yang berbeda-beda saat memiliki trauma. Perasaan mereka bisa datang dan pergi secara tiba-tiba. Anak Anda mungkin murung dan menarik diri pada waktu-waktu tertentu, membeku karena kesedihan dan ketakutan di waktu lain.Tidak ada perasaan 'benar' atau 'salah' setelah peristiwa traumatis, sebaiknya jangan mendikte apa yang seharusnya dipikirkan atau dirasakan oleh anak Anda." Vely dan Bryan terus mendengarkan perkataan ahli psikolog itu, Cio hanya diam melihat penjelasan kakek di depannya


"Terimakasih atas sarannya, kami juga ingin melihatnya kembali seperti semula, bahagia dan periang, dia tidak seperti dulu lagi semenjak kejadian itu..." ungkap Bryan


"Benar, anak anak yang mengalami traumatik dapat membuat sifat nya yang dulu berubah 99% dari sebelumnya,...jadi cobalah untuk melakukan saran yang saya sebutkan tadi,... ajaklah dia pergi ke tempat tempat yang mungkin membuatnya bahagia dan senang, kalau bisa sering sering lah menghadirkan baju jas berwarna abu abu di kamar kalian seperti itu..." ucap Mr David sambil menunjuk ke arah manekin patung milik Miss Margareth


"Atau kalian memiliki mobil putih, dan sering lah memperlihatkan mobil putih padanya agar dia tidak takut lagi...." Bryan Dan Vely menganguk, keduanya pamit pulang, tepatnya menjemput Hansel di rumah utama,


Deodory Hansel Christan adalah nama anak kedua Vely dan Bryan...Bryan menambahkan nama nya di belakang nama Cio dan Hansel


Lucio thedore Cristian dan deodory Hansel Christan adalah putra dari Vely dan Bryan...

__ADS_1


"Cio nanti kita ke kebun binatang, Cio mau ikut gak?" tanya Vely saat sudah di dalam mobil, kini Cio tidak duduk di carseat nya lagi. melainkan di pangkuan Vely


"Au....,my agan pegi ke umah kekek agi yah, io akut iyat atung itu..." ucap Cio, tak lupa dia menegelamkan wajahnya di dada sang Mommy...


"Nak, Cio kan pernah bilang kalau Cio lebih hebat dari dedek, masa sama patung dan mobil aja takut..." pancing Vely


"Ukan atung na. my, api baduna tu" Cio kesal di bandingkan dengan dedeknya, menurutnya dia lah yang paling hebat,


"endak dad, io akutna tama badu dan mobin putih..., mobin putih delek, buang aja mobinna" ucap Cio lagi,


"Tetap aja adek yang lebih hebat, contohnya adek gak Takut sama mobil putih dan jas berwarna abu abu..., Cio Cemen deh" tutur bryan, Cio kesal dan menatap tajam wajah Bryan

__ADS_1


"Dak akut..." ucap Cio percaya diri, Bryan senang Cio bisa percaya diri seperti itu. ada peluang besar untuk mengembalikan mental anak nya yang trauma akibat kekerasan yang di terimanya dari Daniel,


oh ya apa kabar dengan Daniel, apakah peria itu sudah mendapatkan pelajaran? tentu Daniel sempat mau di hukum mati, namun Bryan tidak mau, dia maunya Daniel di siksa seumur hidup di penjara. di beri makan satu kali sehari dan kamar sel yang sempit di dekat WC...


"Kalau begitu buktikan Dong. masa cuman ngomong aja" kini Vely yang memancing keberanian Cio


bibir mungil itu melengkung ke bawah, mata dan hidungnya mulai memerah, tak lama terdengar isak tangis dari anaknya itu "Hiks hiks hiks, pokokna io lebih ebat dari dedek. my," sebenarnya Cio masih takut namun dia tidak mau di katakan Cemen apalagi di katakan penakut...


"Ya sudah, kalau begitu. Cio yang paling hebat,...sudah dong nangisnya," Vely lebih memilih untuk tidak memaksa putranya itu, dia akan perlahan lahan saja...


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2