
Satu bulan usia si kembar, berat badan si princess juga sudah menaik menjadi empat kilo dua ons..
Mareka sudah membuat nama untuk ke empat bayi tersebut, kelahiran si kembar membuat Keluarga besar Rahardian heboh, pasalnya Bryan mencetak rekor mendapatkan anak banyak dalam keluarga...
Lisa dan Dimas akan melakukan program kehamilan lagi, doa untuk mareka pun mulai di panjatkan, ketiga sahabat Vely pun tak sabar ingin memiliki malaikat kecil, terkecuali Ella, dia dan sang suami masih ingin menyelesaikan kuliah barulah mareka memikirkan itu
Kristianus Ahzarel Cristian
Kristino Abdiel Cristian
kristio Adriyel Cristian
Merry Cristy Cristian......
jadi nama pangilan Kris, Tino, Tio, dan Cristy
Bryan sedang memperbaiki letak Tubuh Kris yang sedikit ke pinggir, sedangkan Vely dia sedang menyusui Tio yang dari tadi menangis
Cristy dan Tino masih asik di alam tidur mareka setelah puas menghabiskan susu di dalam botol tanpa menyisakan se tetes pun
Hansel masuk ke dalam kamar tanpa permisi...
"Dedek...!" serunya, Vely menoleh dan meletakan telunjuknya di bibir
"Stttt jangan kuat kuat kak, nanti adek bangun" Hansel membekap mulutnya rapat-rapat kemudian berjalan pelan-pelan
"Dedek..." Hansel mengerutkan keningnya bingung
__ADS_1
"Ini siapa, my?" tanya Hansel sambil menunjuk ke arah Tino yang masih tidur
"Itu, dedek Tino..." Hansel paham kemudian dia pun mencium pipi Tino
"Kakak mana?" tanya Bryan, dari tadi Lucio tidak muncul muncul, kemana si sulung
"Masih tidur..." jawab Hansel, Hansel memegang perutnya yang buncit
"My, lapar..." Vely tersenyum, dia memastikan kalau Tio tertidur lelap, barulah dia turun dari kasur besar itu
"Mommy masak dulu yah, mas engak masuk kerja....?" Bryan mengeleng kepala,
"loh kenapa?"
"Mas kan udah kerja dua Minggu ini, jadi hari ini mas libur sebentar..." Vely menganguk, dia memutuskan untuk meminta satu bebysister saja yang membantunya, ya itu Rani bebysister Cio dulu, mungkin hari ini Rani libur karena ada Bryan di rumah
"Eh, Kakak sudah bangun. sudah mandi belum?" Vely mengelus kepala Lucio dengan lembut, dia mengecup pipi putranya itu
"Gosok Gigi aja, my soalnya dingin" Vely mengerti, dia pun turun ke bawah bersama kedua ekornya
"Pasta enak pasta enak, ayo cicipi.....daging ayam di pangang...." Hansel bersenandung, Vely yang mendengar itu langsung saja membuat bumbu ayam panggang, karena itu kode dari Hansel, ya Hansel adalah tukang makan, biasanya habis makan Hansel makan muffin dan remah roti, jika tidak dia akan merasakan lapar dan cemberut seharian
Setelah memasak makanan untuk kedua putranya yang bernama Lucio dan Hansel itu, Vely pun membuat kopi untuk suaminya,
"Mom..."Pangil Cio
"Ya" Vely menoleh
__ADS_1
"Cio di antar siapa ke sekolah?" tanya Cio, Vely duduk dan memegang tangan putranya itu, dia yakin pasti Cio Hiri karena Bryan terus menerus bersama si kembar..
"Sama siapa, mom?" tanya Cio lagi
"Nanti mommy tanya ke Daddy yah, sekarang Cio habiskan sarapan nya kemudian mandi yah..." Lucio menganguk pasrah, dia pun mulai makan lagi
Vely masuk ke kamar Lucio dan Hansel, dia menyiapkan baju seragam olahraga Cio, karena hari ini hari Jumat jadi SD masih sekolah, engak seperti paud yang libur di hari Sabtu dan jumaat
setelah semuanya selesai dia pergi ke kamarnya dan Bryan..
Vely melihat Bryan yang memasang kaus tangan Cristy yang lepas....
"Mas..." Bryan menoleh dan menatap wajah cantik Vely yang alami tanpa make up
"Apa sayang?" Bryan berdiri dan memeluk pinggang Vely
"Antar Cio sekolah yah, dia ngambek loh.." Bryan tersenyum dan mengangguk,
"Iya, mas mau antar dia ke sekolah, tapi kamu harus pastikan kamu tidak lelah," Vely menganguk pasti, hari ini Wenda Alice dan Farhan akan pulang dari jalan mareka, Alice dan Farhan dari Singapura sedangkan Wenda dari kampungnya,
Setelah mandi Bryan langsung memasang bajunya dia akan mengantar putra pertamanya itu ke sekolah, dia sadar dia juga harus adil kepada Lucio dan Hansel yang dulu mungkin sering di manja olehnya
"Mas, kamu sadar gak sih? kalau Cio dan Hansel kalau kita lagi bermain sama si kembar, mareka kayak gak suka?" Bryan tau, namun dia ingin anak anaknya yang dewasa itu berfikir sejenak untuk mencoba mengalah
"Mas tau...mas juga paham kok, kita harus membuat Cio dan Hansel menjadi Abang yang baik, dan pengertian" Vely tersenyum, suaminya ini pandai dalam menjajarkan dan mendidik anak-anaknya
BERSAMBUNG
__ADS_1