
Hari berlalu dengan cepat, kini kandungan Vely sudah menginjak ke lima bulan, perutnya mulai terlihat dan bulat,
hari ini tepat sekali hari ayah se dunia, Bryan memilih untuk mengajak Cio berjalan jalan. sedangkan Vely dia ingin berjalan bersama Mama Alice dan mami Wenda...
***
Bryan mengenakan baju kaos oblong berwarna putih yang bertuliskan 'perfect Daddy' dan celana pendek berwarna abu abu senada dengan celana pendek Cio....
sedangkan Cio dia mengenakan baju kaos hitam bertuliskan 'Anak Daddy dan mommy'
"Nak kita akan pergi ke stadion bola basket untuk pergi bermain. apakah kau setuju..." Cio hanya mengangguk, dia kembali memakan remah roti tawar kesukaannya
keduanya berjalan menuju mobil dan melaju ke arah stadion bola basket untuk berlatih dan bermain bersama,
***
berbeda dengan Bryan dan Cio, Vely sedang sibuk memilih baju dengan kedua ibu ibu yang mengajaknya belanja...
"Vely sepertinya baju daster ini muat padamu.." Alice memberikan baju daster kepada Vely, namun Vely tidak mau mengunakan baju itu
"sebaiknya tidak perlu ma, soalnya aku engak terbiasa mengunakan baju yang panjang se mata laki ini" Alice tersenyum, namun tetap membeli beberapa lembar daster karena Vely pasti membutuhkannya nanti
Setelah beberapa juta habis ketiganya beralih ke toko perhiasan, mareka benar benar shoping besar besaran menghabiskan uang masing masing...
"Vely sepertinya kalung ini cocok untuk mu..." Vely mengenakan kalung yang di berikan mami Wenda dan tersenyum,
"Cantik..." ucap Vely tersenyum melihat liontin perak di kalung itu
__ADS_1
"Mami yang belikan. kusus untuk anak mami..." Vely bahagia dan memeluk tubuh mami Wenda
melihat itu Alice pun mencari pasangan untuk kalung itu, "Nah ini pasangannya," Alice memasang gelang perak di tangan Vely, lagi lagi Vely tersenyum, gelang itu cocok di tangannya
"Terimakasih mami dan mama, kalian baik sekali...." Vely memeluk keduanya, Wenda dan Alice menganguk dan sama-sama mengelus kepala Vely...
Puas di perhiasan ketiganya berjalan mengikuti langkah kaki dan singgah di toko roti, Vely tergiur melihat roti berselai coklat dan stroberi...
"Apa kau mau?" tanya Wenda
"Mau mi.."
"Kami pesan roti ini dan yang stroberi satu, jangan lupa kopi susu nya dua," Wenda menatap wajah cantik Vely dan bertanya
"kau mau minum apa?" tanya Wenda kembali
"Es kelapa saja, jangan di campur gula nanti anak ku besar dan sulit di keluarkan..." ucap Vely terkekeh
***
"Oper ke ayah..." pekik Bryan sambil berteriak-teriak kepada Cio
"Au..." ucap Cio lemas dia berlari kecil ke arah bangku dan meminum minuman miliknya
"Hey boy apa yang terjadi pada mu hingga kau lemas seperti ini?" Bryan memangku anaknya dan mengecup pipi gembul itu
"Mi..." ucap anak itu sambil menyenderkan kepalanya di dada sang Daddy
__ADS_1
"Mommy? kau merindukanya?" tanya Bryan sambil mengangkat sebelah alisnya
"Ya.." Bryan mengeleng kepala dan tersenyum,
"Bagaimana kalau kita pergi ke mall mencari mainan, apa kau setuju?" ujar Bryan, Cio mengangkat kepalanya dari dada bidang Bryan dan tersenyum manis
"tun kah? gak boong?" Bryan menganguk dan mengendong anaknya itu kemudian keluar dari stadion bola basket menuju mall mencari mainan
***
"cio sedang sibuk pastinya, apalagi Bryan ada waktu untuk bermain bersamanya" ucap Vely sambil mengunyah roti coklat
"Dalam rangka apa dia mengajak Cio keluar?" tanya Alice pada Vely
"Bukankah ini hari ayah se dunia, tentu saja Bryan tidak mau Melawati semua itu.." ucap Vely
"Benarkah? oh tuhan aku harus ke makam ayah ku dan mengucapkan hari ayah..." Wenda dan Alice berencana pergi ke pemakaman, kebetulan sekali ayah mareka di makamkan di TPU yang sama
"Sebenarnya aku pun ingin pergi ke makam ayah dan bunda, namun terlalu jauh di desa..." Wenda tersenyum dan mengelus kepala Vely dan berkata
"Kirimkan doa untuk mareka, mami yakin mareka pasti bahagia sekali..." Vely menganguk dan melanjutkan memakan roti yang enak itu
"Suka ya sama rotinya?" tanya Alice
"Suka ma, aku doyan.." mareka tertawa
"Doyan apa lapar...?" Vely nyengir lucu
__ADS_1
"Dua duanya..." kembali mareka tertawa, Vely yang sedih tidak bisa ke makam kedua orangtuanya itu kembali tertawa melihat kedua ibu ibu yang berusaha membuatnya tersenyum...
BERSAMBUNG