
Bryan mengedong Vely ke arah kamar, dia mengecup kening mata dan terakhir di bibir,
"Aku akan melepaskan trauma mu..." Vely menganggukkan kepalanya, dia sebenarnya Engan melakukan itu, tapi dia juga bingung mau melakukan apa
dengan lembut Bryan membuka baju Vely,
dan dia juga membuka pakaiannya
mareka berdua kini sudah tidak berpakaian,
Vely ketakutan saat melihat burung yang siap terbang, matanya melotot dan Takut apakah sesakit dulu?
"Aku akan lembut..." Bryan memposisikan diri ke arah inti Vely,
pelan pelan, dan jelepppp.....
"Ahhhhhh" desah Vely dan Bryan bersamaan, untung kosan itu kedap suara, jadi tidak ada yang mendengar itu
"ini.... sempit," Bryan memompa tubuh Vely, Hinga terdengar bunyi alat yang menyatu dengan sempurna
erangan panjang dan nikmat keluar dari mulut keduanya, Bryan melakukan itu hingga tiga kali dan barulah efek obat laknat itu hilang....
"siapa yang memberikan obat itu pada mu?" ucap Vely saat mareka tengah berbaring saling memeluk....tidak ada kecanggungan karena mareka berdua mungkin saling jatuh cinta,
"Aku tidak tau....tapi tadi aku sedikit mendengar kalau Marco mengucapkan nama Ariel" ucap Bryan memeluk pinggang ramping Vely,
__ADS_1
"Siapa dia?" tanya Vely penasaran
"mantan kekasih ku" vley terhenyak,
dan mengembuskan nafasnya,
"sebaiknya kita tidur..." Vely tidak mau membahas masalah mantan, dia memilih untuk tidur...
Bryan dan Vely terlelap, untung kegiatan mareka tidak terganggu oleh si kecil jadi mareka bebas....
Keesokan harinya....
Vely mengeliat dan membuka matanya, netra hitam pekat itu menangkap wajah tampan Bryan yang tertidur pulas....
Vely tidak menyangka kalau dia dan Bryan akan melakukan hal itu....
setelah rapi dan wangi Vely segera menengok Cio dan melihat wajah anak bayinya tertidur di pelukan Daddy nya....
Vely tersenyum melihat pemandangan itu... apakah ini yang di katakan cupeel, mareka seperti copyan aja....
Vely duduk di sisi ranjang dan memperbaiki selimut kedua peria berbeda generasi itu...
Bryan terbangun dan menangkap tangan Vely dan menariknya untuk berbaring di tengah tengah antara ia dan Cio....
"kita akan menikah....jika tidak kau akan hamil lagi" ucap Bryan saat Vely sudah di pelukannya....
__ADS_1
*benar juga apa yang di katakan Bryan, kalau aku menolak dan tidak mau....dan tadi malam kami melakukan itu....pas aku hamil gimana* Batin Vely takut
"Baiklah..." Vely akirnya menerima ajakan Bryan untuk menikah
"Yes....yes...Cio bentar lagi kamu akan tinggal sama Daddy..." pekik Bryan senang, dia tak henti-hentinya mengecup Vely yang sudah wangi itu...
wajah Vely masam saat Bryan tidak henti hentinya mengecup wajah nya, bahkan seperti orang yang makan mangga
"Cukup Bryan, aku engap kalau di tindis begini..." Vely mencoba untuk menghentikan aksi Bryan yang mengecup nya
"Makasih yah....aku bahagia sekali" Vely menganggukkan kepalanya dan membalas tatapan mata Bryan, mata Vely yang indah dan teduh mampu membuat Bryan tenang...
"tunggu Hinga mama dan papa balik ke Indonesia, kita akan menikah" ucap Bryan, Vely tersenyum dan memeluk Bryan,
Vely akui setiap perhatian yang di berikan Bryan padanya sudah cukup, dia juga bisa melihat saat Bryan di jebak dia tidak mencari wanita lain hanya kepadanya lah dia datang menyelamatkan diri....
"Apa kau mulai mencintai ku?" Bryan harus tau apakah Vely mencintainya
"Semua perhatian mu dan kasih sayang untuk anakmu sudah cukup untuk ku...aku juga tidak mau egois, Lucio butuh ayahnya" ucap Vely lembut...
"jadi kamu mencintaiku?" tanya Vely...
"Tentu..."Mareka saling memeluk dan tersenyum penuh cinta....
__ADS_1
BAB 25 SELESAI