
Bryan masih bermain dengan Lucio dan Hansel di Timezone.. Vely duduk di bangku kecil sambil memperhatikan keempat anak kembarnya....
Dari kejauhan Vely melihat orang yang sempat ada di masalalu Bryan. kebetulan Ariel juga melihat ke arah Vely, dengan cepat Ariel datang dan duduk di samping Vely...
"Hai.." sapa Vely,
"Hai juga, ini anak kamu?" Vely menganguk, Ariel bermain dengan keempat bayi itu
"Keduanya kakaknya di mana?" tanya Ariel lagi
"Lagi main sama Daddy mareka...." Ariel menganguk, dia pun lanjut bermain,
"Ini siapa namanya?" tanya Ariel
"itu Kris dan ini Tino Tio dan Cristy" Vely memperkenalkan anak anaknya
"Wah... tampan dan cantik semua yah" Vely tersenyum mendengar tuturan Ariel, keduanya berbincang-bincang ala wanita
"Kamu gimana, udah punya teman hidup?" tanya Vely, Ariel menatap wajah Vely
"Aku sempat suka sama seorang laki laki yang berkerja di cafe ku, namun aku takut" ucap Ariel, dia inggin curhat sama Vely
"Kenapa?" tanya Vely lebih jauh
"Kamu tau kan masalalu aku bagaimana? aku sering bergonta-ganti pasangan dan..." Ariel tidak bisa meneruskan perkataannya, Vely mengerti arah pembicaraan Ariel,
__ADS_1
"Aku takut dia tidak bisa menerima keadaan ku, dan memilih untuk mendua, apalagi dia laki laki yang baik dan polos" ucap Ariel pelan,
Vely mengelus punggung belakang Ariel,
"Cobalah untuk mendekatinya dan bercerita lah, dan tidak perlu menutup semua nya, aku yakin jika dia laki laki yang baik, dia akan menerima keadaan kamu apapun itu dan seburuk apa pun masalalu kamu" Ariel serasa mendapatkan angin segar setelah mendengarkan nasehat Vely,
tak lama kemudian Kris san Tino menangis, Ariel membantu Vely memberikan susu ke mulut Tino..
"Aku boleh Gendong satu gak?" dengan senang hati Vely meletakan Tino di tangan Ariel, Ariel kaku sekali,
"Wah, lucunya" Ariel bermain main dengan anak Vely dan Bryan, dia kini tidak ada rasa suka lagi sama Bryan karena dia sadar kesalahannya yang sangat fatal, dia juga tidak mau merusak rumah tangga Vely yang sangat baik padanya
Tak lama kemudian Bryan Lucio dan Hansel datang menghampiri Vely dan Ariel, Ariel tersenyum Bryan membalas senyuman Ariel, tentu saja itu nasehat dari sang istri cerewetnya itu
"Tante...." sapa Hansel, dia tersenyum manis kepada Ariel,
"Masih inggat Tante gak?" tanya Vely
"Tante polisi kan?" ucap Hansel sok tau, padahal Ariel kan napi bukan polisi..
"Bukan polisi, tapi mantan napi" celetuk Ariel, Hansel hanya mengangguk, dia sempat ngefens sama Ariel karena dia mengira Ariel itu polisi....
"Napi itu apa?" tanya Hansel, Vely menyela pembicaraan
"enak gak main nya tadi?" tanya Vely, Ariel yang paham pun hanya diam saja
__ADS_1
"Enak, my...lain kali adek adek ikut main sama kakak kita lompat lompat di trampolin...
Mareka tertawa, lama berbincang akhirnya Ariel memutuskan untuk pulang, dia inggin kembali ke cafenya...
Bryan dan Vely pun kembali ke rumah mareka, karena hari sudah mau sore...
****
malam harinya, Bryan sedang menunggu Vely dari kamar Lucio dan Hansel, tak lama pintu terbuka dan memperlihatkan Vely yang sedang membawa empat botol dot dengan isi yang penuh,
"Mareka sudah tidur semua..." uxtsl Bryan, Vely pergi menaruh botol dot itu ke pemanas nya...
"Mas aku mau pakai susuk penunda kehamilan, kamu setuju kan?" Vely kini sedang memeluk tubuh Bryan dengan erat
"Tentu saja, mas gak mau kamu hamil lagi" Vely senang, setidaknya Bryan menyetujui sarannya,
"Tadi Ariel ngomong apa sama kamu?" tanya Bryan penasaran
"Dia curhat" ucap Vely enteng
"Curhat apa?" Vely mendongkak dan menatap wajah tampan suaminya dengan jahil
"Kepo deh..." Bryan mencubit gemas pipi sang istri,
"Kamu ini yah..." kesal nya, di saat anak anak mareka tertidur kah waktunya Bryan bermesraan dengan istrinya,
__ADS_1
BERSAMBUNG