Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Janin kecil


__ADS_3

Ketiga sahabat Vely membawa Vely ke RS hanya untuk mengecek apakah Vely benaran hamil atau tidak,


sepulang kuliah Vely di bawa ke RS, Vely terdiam sejenak dan menunduk, iya elus perut ratanya, jika benar ada kamu di dalam, aku akan merawatmu, bagaimanapun juga kamu darah daging ku, ucap Vely di dalam hati


mobil terparkir sempurna di parkiran RS.


Vely dan teman temannya menungu antrian,


banyak pasangan mata yang menatap ke empat sekawan itu,


bahkan mareka berbisik bisik karena melihat anak muda bahkan sangat muda sedang menunggu antrian di depan ruangan cek kandungan


Saat nama Nadia velysa di pangil, Vely dan sahabatnya segera masuk,


dag Dig dug jantung Vely, dia tidak berhenti berdoa kepada Tuhan semoga tidak ada janin di rahimnya


"di antara kalian yang bernama Nadia velysa yang mana ya?" tanya dokter itu Bingung menatap empat wanita cantik di depannya


Ketiganya menunjuk Vely sedang kan Vely menunjuk dirinya sendiri....


"Sa--ya dok" ucap Vely

__ADS_1


"Ke sini mau ngapain? cek kandungan atau tes kehamilan?" ucap sang dokter


"dia mau tes kehamilan dok" Ella tidak tahan untuk tidak menjawab, pasalnya Vely hanya diam dan tidak banyak bersuara....


"Silahkan duduk dek," dokter itu mempersilahkan Vely untuk duduk, sedangkan ketiganya berdiri....


"Apa ada keluhan?" tanya sang dokter


kepada Vely


"Saya sering muntah muntah di pagi hari dok, nafsu makan saya sedikit meningkat dan saya telat datang bulan" ucap Vely menerangkan keluhannya


"Itu tanda tanda kehamilan, mungkin kita harus USG untuk mengecek apakah hamil atau tidak" Vely terdiam dan bertanya


"Tidak," Vely bernafas lega dan segera membuntuti sang dokter, Ella Nia dan Widia menyemangati Vely,


"Tenang Vel kita selalu ada kok," Vely tersenyum dan mengangguk


saat sudah baring di atas ranjang, dokter segera mengoleskan Clear ultrasound gel ke atas perut Vely USG memakai sebuah alat bernama transduser untuk memancarkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi....


Vely dan para sahabatnya melihat layar USG dan menatap wajah dokter itu

__ADS_1


"Bagaimana dok?" tanya Widia


"Selamat mbaknya hamil, dan usia kandungannya menginjak satu Minggu," ucap dokter tersebut sambil memberikan tisu ke perut Vely....Vely terdiam dan menagis, benar ini benar benar ada janin di rahimnya, Vely merutuki Bryan sang CEO berhasrat tinggi itu


"Vely loe hamil, dan di sini ada janin kecil" ucap Widia sambil mengelus perut rata Vely


"Kalian masih mau berteman dengan ku? aku hanya seorang perempuan yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu sekaligus ayah untuk anak ku" Vely tak kuasa menahan air matanya, dia menatap nanar ketiga sahabat nya


"Jadi mbaknya hamil di luar nikah?" tanya dokter.....


"Dia korban permekosan dok," ucap Ella


"Astaga, kasian sekali, sebaiknya kamu pertahanan kandungan kamu dek, dia tidak tau apa apa," dokter merasakan kalau Vely akan frustasi dan membunuh janinnya


"Tenang dok, saya waras kok. saya tidak mungkin membunuh benda kecil ini, dia memilih rahim saya tempat dia berteduh" Vely tersenyum.... biarlah dia merawat anak nya itu, toh dia juga pernah mengalami hidup tanpa ayah dan ibu dia tidak ingin anaknya itu hidup tanpa ibu walupun tanpa ayah


"Kamu berfikiran dewasa, saya salut sama kamu" ketiga sahabat Vely tersenyum dan senang, mareka sempat berjaga jaga jika Vely ingin mengugurkan kandungan nya


dokter memberikan resep obat dan penerangan tentang makanan bergizi seimbang dan meminta untuk Vely datang ke RS untuk USG bukan depan, Vely menganguk sambil tersenyum.... bukan nya dia bodoh mau menerima janin di rahimnya, dia juga tidak perduli jika di katakan mengandung anak haram, toh dia yang merawat dan menjaganya.....Vely dan sahabatnya menebus obat dan segera mengantar Vely pulang..


Vely juga akan memberi tahukan kepada Wenda kalau dia tengah mengandung.......

__ADS_1


BAB 3 SELESAI


__ADS_2