
Vely meningalkan anaknya pada neneknya, dia sebenarnya ingin anaknya tinggal sama bebysister aja, tapi karena di paksa akirnya Vely menyetujui kalau anaknya di titipkan kepada camer.....
"Tante nanti kalau Cio rewel telepon aja saya, saya tidak mau kalau Cio merepotkan kalian" ucapnya saat akan meninggalkan bayi lucu itu
"Tenang saja, Tante udah pro dalam merawat bayi, kamu belajar yang baik dan benar tidak perlu mengawatirkan anakmu...." Vely tersenyum dan mengangguk, kemudian Bryan dan Vely bergantian mengecup pipi putranya itu
setelah keberangkatan Bryan dan Vely Alice dan Lisa pun masuk membawa bayi tampan yang tidak terlalu cerewet itu
Beberapa menit kemudian
"Terima kasih sudah membawa saya ke kampus" Bryan mengangguk,
tiba tiba dari kejauhan Adi datang dan memegang tangan Vely,
"Vel pak Rahmat minta kita....." Adi tidak sempat melanjutkan perkataannya karena tatapan mata Bryan yang Seolah-olah ingin memangsa hidup hidup tubuh Adi
"dia milik ku, bisakah kau tidak memegang tangannya?" ucap Bryan dingin,.....Adi terhenyak mendengar kalimat Bryan yang sangat mengejutkan baginya
"Hahaha kau belum menikahi nya tuan Bryan, jadi dia belum seutuhnya milik mu" kekeh Adi, Bryan geram dengan tuturan Adi seolah-olah sedang mengejeknya...
__ADS_1
"Lepaskan tangannya atau perusahaan ayah mu aku ratakan dengan tanah" ancam Bryan, sontak Adi melepaskan tangan Vely,
Setelah menarik Vely dari Adi Bryan pun menatap wajah cantik Vely dan mengecup bibir ranumnya,
Vely terkejut namun Adi lebih terkejut
"Lihatlah dia milik ku" Bryan pun membawa Vely ke mobilnya dan melakukan mobil mewah itu ke arah kantor, Vely yang masih dalam keadaan kaget itu pun hanya diam dan memegang bibirnya,
Vely yang melihat bahwa Bryan melajukan mobilnya ke arah lain pun menjadi protes,
"Hey, aku mau ke kampus, hentikan mobil mu ini" ucap Vely kesal dan memukuli Bryan yang Engan untuk menghentikan mobilnya
*Kau pikir aku ini barang, dasar peria aneh* batin Vely kesal
"Kau!!.... sudahlah aku tidak ada apa apa dengan Adi, dia hanya teman ku" Bryan terdiam, dan menghentikan mobilnya serta menatap wajah cantik Vely
"Benarkah? aku pegang omongan mu kalau dia hanya temanmu saja" Vely menganguk, Bryan segera memutar balik mobilnya menuju ke kampus....
Setelah sampai di depan kampus Vely pun turun tampa menoleh sedikitpun kepada Bryan, dia malas di hadang lagi....
__ADS_1
Bryan pergi saat tubuh mungil Vely tidak keliatan lagi,
"Vel, loe dari mana aja?"selidik Ella saat melihat Vely masuk
"iya... Bahakan menghilang begitu saja" tutur Nia dan di anguki Widia dan Ella
"Aku di rumahnya Bryan...., hurfttttt aku capek sekali..." Vely yang dari lantai bawah itu pun segera mendudukkan dirinya di kursi serta menangkap es milik Widia
"Kau, di rumahnya Bryan, apa yang kau lakukan?" Ella juga menyeruput es miliknya
"Mama dan papanya Bryan ingin bertemu dengan cucunya, makanya aku nginap di sana" tak lama mareka mengobrol datanglah Adi dan ikut bergabung
Bayang bayang Vely yang di cium oleh Bryan masih bertengger jelas di pikirannya, hingga teriakkan Nia menghalau lamunan Adi
"Kenapa?" Nia pun penasaran sedangkan Vely dia hanya diam saja,
"Vely, apakah kau ingin menikah dengan Bryan?" tanya Adi saat Vely menatapnya
"Tidak tau..." Vely pun segera menarik teman temannya menuju kantin untuk makan sebentar
__ADS_1
BAB 22 SELESAI