
Berbulan bulan lamanya proses pembangunan panti asuhan dan panti jompo itu, Bryan mempekerjakan Puluhan kuli bangunan serta arsitek terkenal...
Kini bangunan untuk panti asuhan dan panti jompo itu selesai dan siap di tempati, namun sebelum itu Bryan dan Vely akan memotong pita untuk pertama kalinya pembukaan dua gedung yang bersebelahan tersebut
"Hadirin sekalian yang saya hormati dan hargai, kita akan melakukan pemotongan pita yang langsung di potong oleh tuan Bryan dan nyonya Vely" ucap pemandu acara tersebut
"Dalam hitungan ke tiga," ucapnya lagi
"Satu!"
"Dua!"
"Tiga!...potong pita di mulai" dengan sekali Tek gunting tersebut berhasil memutuskan tali pita persemian gedung...
Bryan dan Vely di minta untuk berkeliling di dalam panti asuhan, fasilitas lengkap dengan halaman luas untuk anak anak bermain, lapangan sepak bola, lapangan bola basket, kolam renang, dan berbagai mainan taman yang ada di halaman tersebut, dengan pagar tinggi yang menghalau seseorang untuk sembarangan masuk...
__ADS_1
"Mas, aku terharu melihat nya" ucap Vely saat melihat anak dari yayasan kasih sayang bunda yang di pindahkan di situ, mareka nampak bahagia mempunyai mainan dan kolam renang...tawa mareka adalah kebahagiaan untuk Bryan dan Vely, Jangan tanyakan di mana si kembar empat, mareka sengaja di tinggal karena jika tidak mareka akan rusuh, jadi yang di bawa Hanya Hansel dan Lucio
Setelah dari panti asuhan Bryan dan Vely berpindah ke panti jompo, sama seperti panti asuhan panti jompo pun memiliki fasilitas yang bagus, toilet untuk Kusus lansia, ada halaman luas tempat para lansia berjemur ada sepetak tanah untuk berkebun ada kolam air hangat, sengaja. Bryan meminta untuk membuat gerbang yang menyambung ke halaman panti asuhan, agar anak anak bisa menghampiri para nenek nenek dan kakek kekek supaya kedatangan anak anak membuat para lansia tidak kesepian....
Saat berjalan jalan, Lucio bertemu dengan seorang gadis kecil cantik, gadis kecil tersebut menatap wajah tampan Lucio dengan intens kemudian tersenyum
"Bolehkah aku meminta sepatumu?" ucap gadis tersebut, Cio mengeleng kepala, Namun sedetik kemudian dia terpaku melihat air mata anak kecil tersebut
"Cio kau di sini rupanya" tegur Vely saat menemukan putranya, sedangkan Hansel dan Bryan masih di panti jompo, kedua nya sedang berbincang bincang dengan nenek nenek-nenek yang lagi curhat
"Nak siapa nama mu?,dan apa kau mau sepatu? Tante bisa belikan" tawar Vely, namun bocah kecil nan cantik tersebut menolak,
"Tante yang cantik dan baik nama ku Claudia Clara Sebastian, Clara mau sepatu itu aja, boleh kah?" iba Clara Kepada Vely, Vely menatap wajah tampan Lucio, sepertinya Lucio Engan memberikan sepatu kesayangannya, sepatu Nike Jordan asli milik Cio berwarna putih hitam...
"Clara mohon Tante..." iba nya lagi
__ADS_1
"Lucio kasihan dia, kau punya Banyak kan di rumah" Lucio mengerucutkan bibirnya,
"Baiklah, ini" Lucio melepaskan sepatunya berserta kaus kaki,
"Jadi aku kaki ayam ni...?" ucap Cio, Vely tersenyum, Clara melepaskan sendal jepit nya
"Ini, pakai lah..." Clara mengambil sepatu Cio dan meninggalkan sendal Jepit nya, kemudian berlalu pergi
Lama Lucio dan Vely menatap sendal jepit tersebut, "Aku pakai ya mom" ucap Lucio,
"Pakai lah..." suruh Vely, Lucio memakai sendal tersebut kemudian menghentakkan kakinya seperti jalan di tempat
"Kekecilan mom" Ucap Lucio mengeluh..
"Pakai aja...ayo kita ke Daddy dan Hansel, pasti mareka sudah nunggu kita" keduanya berjalan menuju gerbang ke arah panti jompo, tentunya sendal jepit Clara di pakai Lucio..
__ADS_1
BERSAMBUNG