Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Kehilangan hal berharga


__ADS_3

"Jangan tuan saya mohon, saya mohon" Vely menangis tersedu sedu kala merasakan benda tumpul panjang dan besar itu berusaha menerobos masuk ke dalam benda sempit miliknya


"Ahhhhhh....." Vely hampir pingsan kala merasakan benda itu benar benar menembus lubang nya, bersamaan dengan itu cairan merah keluar dari **** * Vely


Di gempur habis habisan... menangis tidak ada gunanya, lelah dan perih membuat Vely tidak sadarkan diri,


setelah selsai Bryan pun tersadar dan merasa bersalah kala melihat wajah wanita yang iya setubuhi,


"Apa yang sudah aku lakukan, aku merusak gadis kecil ini" Bryan merasa bersalah dan menatap Surai hitam legam Mili Vely


Bryan tidur di samping Vely karena lelah..


sementara Vely dia yang cukup merasa kalau Bryan sudah terlelap segera berdiri dengan tertatih karena selangkangannya perih,


Dia mengenakan bajunya dan segera pergi dari ruang terkutuk itu,


tangisnya bersatu dengan dentuman musik.


hingga wanita yang cukup setengah abad menarik tangan Vely.....


"Mami Wenda, hiks hiks, aku....di perkosa" ucap Vely tersendat sendat karena menangis


"Astaga nak, kenapa bisa?" Wenda merasa kasian dan bersalah atas kejadian yang menimpa Vely


"Bukankah mami sudah menegaskan kepada para pengunjung bar, agar tidak menyentuh mu" Wenda geram sekali, dia segera menyuruh security mencari laki laki yang melakukan tindakan bejat terhadap anak angkatnya itu

__ADS_1


"Mi, sebaiknya tidak usah, tidak perlu mencarinya... biarkan Vely pulang mi, Vely lelah" Wenda tidak bisa berbuat apa apa, dia berjanji kepada alm ibu nya Vely untuk menjaga gadis manis itu..... merasa gagal, Wenda segera mengejar Vely sebelum hilang di parkiran


"Ada apa mi?" Vely berbalik badan saat mendengar teriakkan Wenda


"Mami antar pulang yah nak, mami Takut kalau kamu pulang malam malam begini" Vely menganggukkan kepalanya


saat sampai di kosannya Vely pamit untuk masuk, sedangkan Wenda memberikan uang upah Vely,


"Tidak perlu mi, Vely tidak bekerja dengan baik" Vely menolak halus uang yang di berikan Wenda


"Ini uang untuk kamu nak, uang dari mami. angap saja mami adalah orang tua mu," Vely terharu dan menangis, pasalnya bertahun tahun iya tinggal di bumi Tampa ayah dan ibu, dan dia menyadari kalau Wenda selalu memberikan kasih sayang padanya


Vely menerima uang itu dan segera masuk, dia juga mengatakan kalau dia tidak masuk kerja besok, Wenda juga sudah melarang Vely kerja di bar miliknya, Wenda akan mencari kerjaan yang aman dan baik untuk wanita manis yang satu ini


Satu Minggu berlalu.... melupakan rasa sakit dan trauma akibat pemerkosaan yang di alami Vely, kini dia bangkit kembali dan mulai beraktivitas seperti biasa nya


jadwal masuk hari ini jam sembilan jadi dia bisa lebih santai saat ke kampus....


Vely bekerja di restoran sebagai pelayan, dia bersyukur bisa mendapatkan pekerjaan dari mami Wenda.....


"Hallo Widia hallo Ella hallo Nia" sapa Vely ceria, dia memiliki tiga sahabat, Vely merasakan senang karena ada sahabat kecilnya ya itu Nia....


"Cie yang udah bangkit dari keterpurukannya" canda Ella


"loe yang sabar yah Vel, gue yakin kok tu cowok bakalan dapet ganjaran nya yang setimpal" ucap Widia menyemangati sang sahabat......

__ADS_1


Vely bercerita masalah yang iya alami kepada ketiga sahabat nya, dia mempercayai Mareka....


tiba tiba Vely merasakan gejolak aneh di perutnya, serasa di aduk aduk dan ingin segera mengeluarkan isi perutnya....


"Uekkkk,,,," Vely Berlari menuju toilet untuk segera memuntahkan sarapan paginya


"Aduh gawat, apa jangan-jangan Vely hamil lagi" bisik Ella


"Aduh kasian Vely, kita samperin yuk," mareka bertiga segera mengejar Vely,


Nia dengan sigap mengurut tengkuk Vely,


"Vel apa loe haid bulan ini?" tanya Nia sambil mengurut tengkuk leher Vely


"Harusnya sudah dari tanggal empat kemarin, dan aku telat tiga hari" ucap Vely Setelah memuntahkan sarapan paginya


"Kita test pack aja Vel, aku takut kamu hamil" ucap Ella, Vely melotot dan tidak percaya,


"En---engak mungkin El," ucap Vely menangis tersedu sedu


"Vel, benar yang di katakan Ella, jika loe benaran hamil perut loe pasti makin hari makin buncit" sambung Widia


Vely terdiam dan menunduk,


jika benar dia hamil. berarti anak yang iya kandung anak laki laki berengsek itu.....

__ADS_1


Vely sudah tidak tahan lagi dengan takdir hidupnya, dia rasanya ingin tengelam di lautan yang dalam dan melupakan sejenak masalah hidupnya....


BAB 2 SELESAI


__ADS_2