Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Perkelahian...


__ADS_3

Dorrr dorrrr dorrrrr


"KELUARRRRRR!!!!!" Teriak Bryan kuat....


Daniel kaget saat mendengar teriakkan Bryan yang mengema di ruangan pertemuan sedangkan dia sedang di ruangan kecil bersama Cio


"Kurang ajar, mareka lolos..." ucap Daniel, dia memegang bahu Cio, sontak Cio menangis kesakitan


"Dad....ini Cio dad....!!" teriak Cio kuat,


Cio ketakutan dan trauma akibat kekerasan yang di berikan Daniel,


"Apa mareka membunuh semua anak buah ku? aku harus kabur...." Daniel keluar dari pintu rahasia dengan cepat, sedangkan Cio di tinggal sendiri di ruangan itu, tak lupa Daniel menutup fentilasi udara dan membuat ruangan itu hilang oksigen....


pintu terbuat dari besi itu susah untuk di dobrak, Cio hampir kehabisan nafas di dalam ruangan itu....


Richo melihat Daniel Keluar dan segera menembak kakinya, Daniel tersungkur, sedangkan anak buah yang lain berlari masuk menyelamatkan Cio...


'Dorrrrrrrrrrrr' ledakan senjata menghantam kunci pintu, Bryan segera menginjak kepala Daniel dan segera menyelamatkan anaknya..


"CIO KAMU YANG KUAT NAK, DADDY DI SINI.....CIO ANAK DADDY YANG KUAT!!!!" Teriak Bryan kuat berharap anaknya mendengarkan nya,


'Dorrrrrrr' dalam sekali tembak kan pintu itu hancur, Bryan segera masuk dan melihat anaknya lemah dengan tubuh yang memar keunguan, anak yang bertubuh mungil itu sudah pingsan....


"Cio kamu yang kuat nak, kita segera pergi dari sini..." Bryan melepaskan jaketnya dan membungkus anaknya mengunakan jaket miliknya


"Richo, Gilang aku percaya pada kalian, terima kasih sudah membantu ku, sekarang terserah kalian mau apakan dia...." Bryan menendang kepala Daniel,

__ADS_1


"Aku akan transfer nanti...." Richo dan Gilang menganguk, mareka segera menyeret tubuh Daniel yang lemah, mareka akan membawanya ke kantor polisi untuk di tindak lanjut, mareka tidak mau membunuh Daniel karena mareka mau dia di hukum seumur hidup


***


Kini Bryan Marco dan Cio sudah di mobil, mobil itu melaju menuju rumah Bryan,


"Vely pasti kawatir..." Bryan memeluk anaknya dan mencium keningnya


"Bos hp mu berbunyi" Bryan mengangkat telpon dari Mamanya


"Hallo ma" sapa Bryan


"Bryan kamu sudah ketemu sama Cio, dia sudah sama kamu kan" Alice kawatir Cio tidak di temukan


"Cio sama Bryan mah, beritahu Vely kalau kamu akan datang..."


"kalian di RS mana mana ma,? sher lokasinya Bryan akan ke sana"


Bryan pun mematikan sambungan telponnya dan menepuk pundak Marco


"Kita ke rs...#####" Bryan dan Marco segera ke RS tempat Vely akan melahirkan


***


" Cio sudah ketemu kan ma...?" Vely yang baru saja baring itu segera duduk dan menanyakan Cio


"Sudah nak, puji Tuhan dia selamat" Vely menangis haru, Cio nya sudah kembali dia sangat takut terjadi sesuatu kepada anaknya itu

__ADS_1


"Auchhh ma, sakit...." Vely mengaduh saat perutnya kembali kontraksi,


"Sayang, kayaknya pembukaan nya menambah..." ucap Wenda


"Bryan kapan nyampe ma? katanya dia mau dampingi aku melahirkan" lirih Vely sedih, apakah dia melahirkan tanpa suami lagi?


***


Bryan masuk ke RS dengan terburu-buru, dia membawa Cio untuk di periksa terlebih dahulu,


Cio demam karena ketakutan, lebam di bahu dan kakinya membengkak, Bryan sebenarnya marah dan ingin membunuh Daniel namun dia menyerahkan Daniel kepada Gilang dan Richo untuk di hajar


Anak malang itu di obname, dia sudah di pindahkan di ruang VIP anak, Bryan meminta tolong kepada Lisa untuk menjaga Cio, dengan senang hati Lisa menjaga keponakannya itu


"Daddy pergi ke mommy dulu ya nak, Daddy janji nanti Daddy ke sini lagi..." tak ada Jawaban, Cio sedang tertidur setelah di obname


***


ckelkkkk....


"Sayang, kamu gak apa apa kan?" Bryan masuk dan segera menghampiri Vely yang meringis


"Ibu Vely kami pindahan ke ruang bersalin pak, soalnya sudah pembukaan sembilan," Bryan menganguk, dia membantu mendorong ranjang pasien


"Bryan jaga Vely, mama dan mami Wenda mau ke ruangan Cio, mama mau liat keadaan cucu mama..." Bryan menganguk


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2