
Pagi harinya.....
"sayang ku dimana kau menaruh jas dan kemeja ku....?" ucap Bryan saat melihat vely memasak di dapur
"Ada di lemari" ucap Vely menjawab perkataan Bryan
Bryan mengenakan stelan baju kantornya, dia juga membantu Vely mengurus bayi yang sadari tadi ingin di gendong....
"Aku mandi dulu, kalau mau sarapan sarapan aja duluan..." Vely mengambil alih Cio dari gendongan Bryan dan menaruh bayi itu di ayunan elektrik
"Mandilah aku akan menunggumu," Vely segera mandi dan membersihkan dirinya
Vely sibuk sekali pagi ini, memasak membangunkan Bryan memandikan Cio semua dia lakukan dengan cepat,
"Kamu cocok jadi istri ku...." ucap Bryan saat mareka sudah ada di dalam mobil....
"Oya....kau juga sangat cocok jadi suami ku" Vely dan Bryan salin senyum dan berangkat ke tempat mareka berdua sehari hari
"Hati hati, Jangan mengebut" Bryan menganguk dan melajukan mobilnya ke arah kantor
"Vely.....!!" pekik ketiga orang yang tak lain Nia Widia dan Ella
"Oh hey..." ucap Vely
"Kita habis ngampus ke cafe yuk, lama loh kita engak ngumpul" ucap Nia
"Benar tu, masa kita bertiga aja yang ngumpul....udahin dulu ngumpul bareng calon suami, giliran sama sahabat lagi...." ucap Ella menimpali perkataan Nia
"Oke oke...." mareka pun ber yes ria,
"Ya udah ayo masuk..." Vely dan sahabatnya masuk ke kampus saling beriringan
"Oh iya, katanya Adi mau keluar ya dari kampus?" ujar ella
"Astaga....dari mana kamu tau berita itu?" ucap Nia
"Dia yang bilang...." dari kejauhan Adi muncul dengan teman temanya
__ADS_1
"Hai...." sapa Adi
"Loe mau pindah..?" tanya Widia
"Belum tentu, kalau papa dan mama jadi bangun perusahaan di London Inggris aku mungkin pindah kuliah di sana..." ucap Adi, sedangkan Reno dan Rama menyaksikan adegan diam pembicaraan mareka....
"Ohhh....lagian kenapa juga harus pindah" ucap Ella
"Entah...."
"Ayo masuk, kita hampir telat ni..." mareka pun masuk ke ruangan kelas,
Seperti biasa vely dan teman temannya pergi ke cafe sesuai janji mareka,
"Kalian ada rencana untuk cari pasangan?" tanya Vely sambil menyeruput secangkir es taro miliknya
"Tidak..." jawab mareka serentak, Vely terhenyak kaget
"Loh kenapa?" tanya Vely bingung
"loe mau ngk pacaran kalau loe sama kayak kami?" tanya Ella
"Itu dia....!" ucap mareka bertiga serentak seperti tadi
"Kalian habis makan apa sih, kok serentak gitu jawabnya?" ketus vely
"Tau ya, munkin efek rokok" jawab Widia
"Rokok? kalian merokok?" kaget Vely
"Cuman tes tadi malam... efeknya batuk batuk dan serentak saat menjawab pertanyaan" ucap Ella asal
"Sebaiknya jangan merokok deh....bahaya tau lah" ucap Vely menasehati ketiga sahabat nya
"Vely Vely, baru sekali isep langsung batuk batuk, gimana mau sering apa gak bolong leherku" ucap Nia terkekeh
"Baguslah,....." mareka pun berbincang bincang layaknya anak muda,
__ADS_1
"Loe kapan menikah sama tu Bryan....?" tanya Nia
"Nanti deh bahas itu...., oh iya aku lupa, aku harus pulang sekarang soalnya bi Rani tadi bilang kalau ibunya sakit, aku takut bi Rani mau balik" Ucap Vely mengingat perkataan bi Rani tadi pagi
"Baiklah, kita balik aja udah mau sore juga..." mareka berempat pulang satu mobil,
***
"Selamat sore bi...." sapa Vely
"Sore neng.... kebetulan neng pulang" ucap bi Rani, wajahnya nampak sekali tegang dan kawatir
"Ada apa bi?" ucap Vely,
"Anu neng, ibunya saya sakit keras dan harus di rujuk ke rumah sakit, saya bisa ijin pulang sekarang?" ucap bi Rani
"Pulanglah bi, oh ini ada sedikit uang untuk bibi" Vely memberikan uang sebesar dua juta rupiah untuk bi Rani, Vely sempat mampir ke ATM untuk menarik uang mengunakan kartu kredit Milik Bryan
"Terimakasih neng, neng pengertian sekali, saya ucapkan terimakasih sekali lagi" ucap bi Rani terharu
"Pulanglah bi...." bi Rani segera berdiri dan turun ke bawah dengan terburu-buru
***
"Ada apa Marco...?" tanya Bryan saat melihat Marco masuk ke dalam ruangan dengan tergesa gesa
"Tidak apa apa, saya capek karena naik tangga dari lantai bawah sampai lantai delapan belas..." ucap Marco segera merebahkan diri di sofa
"Kan ada lift Bambang" ucap Bryan
"Lift kariawan rusak dan lift kusus milik bos masih dalam proses perbaikan" Bryan membulatkan matanya
"Apa!!!! jadi aku turun pakai tangga negitu?" ucap Bryan sambil mengebrak mejanya
"Iya lah tuan...." sewot Marco...
"oh tuhan mengapa kau memberikan cobaan berat untukku, mengapa" dengan lemas Bryan duduk
__ADS_1
BAB 30 SELESAI