
Hari ini Cio sudah rapi dan wangi, dia sedang sibuk dengan roti miliknya, matanya tidak luput dari mobil putih yang terparkir di depan rumah nya....
"Hey boy, sudah siap ke kebun binatang?" Cio menoleh,
"Dad, mobin tiapa tu?" tanya nya
"Mobil Daddy lah, tadi di beli oleh om Marco.." Cio menatap tajam wajah Bryan
"Tengaja ya, bian io akut?" selidik anak itu
"Tentu tidak, Daddy senang melihat mobi itu, jadi Daddy beli" Vely yang selesai mandi itu menghampiri keduanya yang sedang berbincang-bincang....
"Mas. mobil siapa di depan?" tanya Vely, sama kayak Cio. dia juga penasaran
"Mobil kita, mas baru beli tadi malam" Vely membulatkan matanya tidak percaya, namun itu kenyataan. suaminya suka buang buang uang....
"Kau membeli mobil Ferrari putih, untuk apa? bukankah mobil mu di garasi mau hampir se lusin..." Vely tidak mengerti lagi, suami nya ini benar benar pria yang pemborosan
"Tentu saja untuk anak ku ini," dia memegang belakang Cio dan mengedipkan matanya ke arah Vely berharap Vely ngeh...
"Oh, untuk Cio..." Vely ngeh dan berhenti mengomeli keborosan Bryan yang hakiki..
setelah memasang sepatu miliknya yang mahal Cio pun berdiri dan berjalan menuju mobil, tapi tentu saja maskernya hingga ke mata, mungkin masih takut
"Cio kok maskernya sampai di mata sih, tutup hidungnya nak..." Cio mengeleng,
Melihat itu Bryan ingin sekali tertawa terpingkal-pingkal melihat Cio..namun dari balik masker yang menutupi mata nya, Bryan bisa melihat tatapan tajam milik sang anak..
"Nangan tawa, dad tengaja kan bili mobin om na daat...?" Cio yang memang pandai itu tidak susah mengatahui kalau Daddy nya sengaja
__ADS_1
"Engak kok.." Cio duduk di pangkuan Vely, dia ingin menagis saat melihat dalam mobil yang sangat persis seperti milik Daniel, mulai dari jok merah, tempat stirnya yang berwarna putih... ngirip sekali..
"Puyang aja dad, io akut nih" Vely menenangkan putranya, dia mengelus punggung Cio yang mungil
"Cio...sudah yah jangan takut di sini ada Daddy yang akan melindungi Cio..." Cio menganguk kepalanya, mobil baru itu melesat ke jalan besar menuju kebun binatang,
Hal tak terduga terjadi, Cio menyanyi di dalam mobil itu,
"Tingkokong badana betan tapi aneh takina pendek, lebih aneh didiyna io bandana besan io na tecin...(Kingkong badannya besar tapi aneh kakinya pendek, lebih aneh daddy nya Cio badannya besar Cio nya kecil)" lagu itu Cio ubah menjadi lagu yang aneh, Vely menahan tawanya, dia senang mendengar Cio yang menyanyi dengan gembira
"Coba nyanyi lagu tayo lagi nak.." rayu Vely
"Tapi nanti Bili kan io mobin tayo yah...Dandi loh gak boleh placu.." Vely menganguk, Cio mulai mengatur nada nya
"ay tayo ay tayo, iya bis tecin lamah belaju belambat ayo telalu enang, ey ayo ey ayo dia bis tecin lamah belaju belambat ayo telalu enang, dalan melambat dalan bebelok dia telalu belani, **** pun delap dia tak tendili negan teman tak pelu lasa akut...ay tayo ay tayo, iya bis tecin lamah belaju belambat ayo telalu enang, ay tayo ay tayo, iya bis tecin lamah negan teman di cicina ayo telalu tenang..." anak itu terus bernyanyi di pangkuan Vely, Bryan menikmati lagu yang di nyanyikan Cio sedang tenang, kadang bahasa Cio yang belum mudah di mengerti membuat Bryan mencari sendiri artinya...
__*********__
Sudah mendapatkan tiket masuk, Vely dan Bryan mulai masuk dengan Cio yang di gendongan Bryan, anak itu mengamati hewan hewan di dalam kebun binatang itu,
"Telinci my..." pekik nya
"Apa bahasa Inggrisnya kelinci?" tanya Vely
"cubit..." jawaban Cio
"Rabbit, nak" ralat Bryan. apaan cubit
"Bayaya..." pekik Cio lagi saat melewati kandang buaya jantan dan betina
__ADS_1
"io mau dadi bayaya..." Vely dan Bryan saling tatap, dan tersenyum..
"Buaya jantan apa betina" Cio berfikir dulu kemudian menjawab
"Bayaya dantan bian banak tewekna.." Bryan mengusap dadanya, anaknya ini akan menjadi Playboy akut saat besar nanti
ketiganya menyusuri jalan setapak kebun binatang, Cio terus mengabsen semua jenis binatang, Vely dan Bryan selalu sabar untuk menjawab pertanyaan anaknya itu yang ingin tau
"Uuuu ikan apa tu...?" Cio kini sedang menempelkan dirinya di kaca akuarium besar, dia menatap hiu dan paus
"Kalau yang itu namanya ikan paus, dan yang itu di akuarium sebelah namanya ikan hiu..." ucap Bryan,
"Mau liat pertunjukan ikan lumba-lumba?" tanya Vely
"kau sudah mendapatkan tiketnya?" ujar Bryan
"Sudah, ayo kita pergi" sebelum pergi Cio bertanya lagi
"Ikan omba omba tu apa?" tanya nya
"ikan lumba-lumba itu ikan yang mudah jinak, Cio pernah kan nonton di TV pertunjukan ikan lumba-lumba." Cio menganguk bertiga nya berjalan menuju area pertunjukan ikan lumba-lumba,
sampai di sana Cio antusias sekali, apalagi saat ikan itu melompat lompat tinggi mengikuti pelatihnya,
"Uuu io mau belenag..." gumamnya
"Nanti Daddy ajarin, gaya berenang buaya jantan, dan kodok melompat..." ujar Bryan asal, Vely hanya diam saja mendengar obrolan yang aneh itu
BERSAMBUNG
__ADS_1