
Kini Bryan Vely dan Lucio saling tatap muka, Bryan menatap tajam wajah Cio yang serius seriusnya
"Kamu yakin? bukankah dia yang sudah membuatmu terauma..." Cio duduk di pangkuan Bryan, dia menangkup wajah Daddy nya itu
"ya...tapi dia sudah minta maaf kepada ku...aku tidak tega, dad..." ucap Cio, sambil memukul-mukul dada bidang Daddy nya
"Aku janji gak bakalan minta mainan lagi, dad" Vely menatap wajah tampan suaminya, sedangkan Bryan dia memukul mukul pantai Cio
"Masih banyak hal yang harus kau minta..tidak adakah selain membebaskan orang jahat dari penjara?" Cio mengeleng kepala, dia duduk di kasur dan menangkup tanganya
"Dad...palse.." mohon nya
"Mom..bujuk Daddy" Vely mengangkat putranya dan di dudukan di pangkuannya, dia mengecup pipi Cio dengan gemas, anak yang masih mengunakan piama putih itu memohon dengan membulatkan matanya yang lucu
"Oky Oky...Daddy akan menuruti perintah anak Daddy yang satu ini...." Cio bersorak gembira dia melompat lompat tinggi di kasur Daddy dan mommy nya
"thanks dad...aku sayang Daddy.." lama mareka berempat baring sambil berbincang bincang, Hansel dari tadi menikmati kudapan yang iya ambil di lemari Snack
"Dad, kapan adek sekolah?" tanya hasel serius, mata nya memerah dan bibirnya melengkung ke bawah bertanda akan menangis, kudapan nya dia berikan kepada Cio yang memeluk mommy nya
"adek kan masih kecil...nanti yah tunggu empat tahun pas..." ujar Bryan..
"Awas boong..." dengan gemas Bryan mengecup kening Hansel,
"Anak anak, ayo bobo" Vely menuntun kedua putranya ke kamar, Cio bergumam lirih
"Habislah aku" ujarnya pelan
__ADS_1
Saat sudah memasuki kamar kedua putranya Vely tergelak dan kaget melihat kapal pecah alias baju yang berserakan
"Cio, jelaskan sama mommy, kenapa baju baju Cio berhamburan di lantai?" Cio menunduk dia memegang tangan Vely dengan cemas
"Tadi Cio cari ****** *****, tapi gak ada" aku Cio
"Jadi? kenapa harus di hamburkan, kan Cio tau mommy capek lipat baju ini..." Vely berpura pura sedih, dia ingin melihat respon Cio
"Mom..nanti aku bantu lipat baju nya..." Vely tersenyum dia mencium pipi Lucio dan mencubit gemas pipi itu
"Awas gak bantu..." Cio tersenyum dan mengangguk,
"Ya..." jawabnya
"Ya sudah sekarang kalian berdua buka seprei dan sarung bantal. kita ganti dengan yang baru" Lucio dan Hansel membuka sprei bedcover dan sarung bantal yang berwarna biru dan bergambar tirex itu, Cio dan Hansel sangat menyukai dinosaurus.
Setelah selesai Menganti tempat tidur Vely segera membaringkan kedua putranya,
"Tidur yang nyenyak yah, Jangan bergadang dan nonton tv lagi...," keduanya menganguk patuh kemudian mendapat ciuman di kening dari sang mommy
setelah menutup Lampu dan pintu Vely pun berlalu ke kamar nya dan Bryan
"Mas, kamu di mana?" Vely melihat di balkon kamar dia melihat Bryan sedang menghisap sebatang rokok
"mas, kamu merokok lagi?" ucap Vely, dia sengaja duduk di pagar, Bryan mematikan rokok nya kemudian menarik Vely ke pelukannya
"Aku hanya hisap sedikit saja..." Bryan ingin mencium bibir Vely, namun Vely mendorong wajah Bryan
__ADS_1
"Bau,..." Vely Engan mencium jika bau rokok masih ada di mulut Bryan
"Aku gosok Gigi dulu..." Bryan berlalu pergi ke kamar mandi sedangkan Vely, dia Menganti bajunya dengan baju piyama tipis berbahan kain tisu
"Sayang..." lamunan Vely terhenti saat Bryan memeluk pinggang ramping nya dari belakang
"Apakah kau bersedia hamil lagi? aku ingin punya bayi lagi..." Vely mengeleng kepalanya,
"Bukankah kita sudah sepakat untuk menunda kehamilan..., lalu apa lagi?" Bryan mencium pipi sang istri
"Kita akan punya princess bukan?" Vely menganguk, dia berbalik dan mengaitkan tanganya di leher Bryan, dia mengecup bibir itu sejenak
"Aku bingung, Cio itu benar benar mengambil sifat mu yang lembut dan pemaaf..." Vely menyunggingkan senyumnya,
"Tentu saja, saat aku hamil dia, hanya aku yang mengelus perutku namun saat lahir dia mengambil wajah mu dan hanya matanya saja yang sama dengan punya ku... biarlah sifatnya ikut dengan ku, kau sudah mendapatkan wajah kedua putramu itu" celetuk Vely gemes saat Bryan tidak puas puasnya menguasai wajah kedua putranya itu
"Aku ragu untuk membebaskan Daniel, aku takut dia mengambil mu dari ku" Vely mengerutkan keningnya heran
"Apakah aku ragu melepaskan Ariel dari penjara?" tanya Vely
"Tidak..." jawab Bryan
"Apakah kau akan tergoda lagi padanya?" Bryan mengeleng lagi
"Aku pun... karena kamu sudah menguasai seluruh hati ku... bahkan wajah kedua putra kita hanya kau yang menguasainya..." Vely menegelam kan wajahnya yang cantik itu di dada bidang milik suaminya
Bryan membopong tubuh Vely ke kasur, dia akan melakukan ritual yang tidak pernah berhenti untuk iya lakukan...
__ADS_1
BERSAMBUNG