Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Rencana liburan


__ADS_3

hari ini adalah jadwal operasi Lion, anak yang baru berusia sepuluh tahun itu dengan semangat empat lima duduk di kursi rodanya, dia akan berjalan sebentar lagi, sedangkan Reza dia khawatir sekali...


"kamu yang tenang.za, semua pasti berjalan dengan lancar..."Ariel yang ikut serta ke RS pun menenangkan Reza yang Gugup...


"I--ya nyonya, terimakasih" Ariel duduk di samping Reza, dia juga sebenarnya cemas..


"Za..." Reza menoleh ke arah Ariel,


"Ka--kamu sudah punya pacar?" tanya Ariel, dia berdoa kepada Tuhan semoga saja jawaban Reza 'belum'..


"Saya saja miskin, nyonya. bagaimana mama hidupin anak orang sedangkan saya dan Adek saja hidup pas pasan..." keluh Reza, dia terkekeh kecil saat dia mengingat bagaimana dia dan adiknya di tinggal sang mama, mama Reza Masih hidup cuman dia lebih memilih untuk pergi bersama suami barunya tanpa perduli dengan Reza dan Lion


"Oh, baguslah" celetuk Ariel, ada rasa lega di hatinya


"nyonya sendiri, apa sudah punya pasangan...? maaf lancang" ucap Reza,


"Saya? kalo saya sudah pernah pacaran dengan seorang pria tampan, namun saya menduakan nya, hingga dia putusin aku dan menikah dengan wanita lain yang sudah punya anak, tapi itu anak kandungnya juga" ucap Ariel, dia sebenarnya malu untuk mengungkapkan kisahnya yang sering tidur dengan laki laki hidung belang, tepatnya dia takut Reza malahan jijik kepadanya

__ADS_1


Ber jam jam keduanya menunggu di depan ruang operasi, hingga lampu merah mati bertanda selesainya proses pembedahan...


"Syukurlah" ucap Reza, tak lama kemudian keluarlah dokter bedah itu, dia menyampaikan kalau operasi berjalan dengan lancar...


"Ja, aku pamit pulang yah, nanti aku datang lagi jenguk adek kamu" Reza membungkuk dan mengantar Ariel ke parkiran.


***


Menangis dalam kalbu... wanita cantik yang satu ini sedang asik dengan make up nya dia melupakan suaminya yang sedang duduk manis menunggu nya


"Kita liburan, mau?" tanya Bryan, Vely nampak berfikir, tak lama kemudian dia menganguk,


"Apa hanya kita berdua?" Bryan menganguk, dia menghimpit tubuh mungil Vely yang berbalut lingerie seksi...


dia melebarkan kaki Vely dan menampilkan segitiga Bermuda yang indah nan wangi, benar benar mengugah selera bercinta


"Aku masukkan sekarang yah" Vely menganguk, dengan perlahan lahan Bryan memasukkan centong nasi ke dalam panci yang sudah siap untuk di obok obok,

__ADS_1


******* Vely menambah nada bercinta yang mencapai seratus persen derajat Celcius, mata Vely sayup sayup menandakan bahwa dirinya lemas saat di Serang oleh centong Bryan, Bryan pun merasakan kenikmatan yang hakiki saat segitiga itu menyedot dan memijat centong nya,


Hingga keduanya memekik keras saat semburan lahar Bryan menyeruak masuk ke dalam rahimnya, tentu saja itu tidak akan jadi malaikat kecil, karena Vely memakai susuk penunda kehamilan


Vely tertidur lemah, sedangkan Bryan menelpon Marco untuk menyiapkan tiket pesawat ke Paris, mata Bryan menangkap banyak tanda kemerahan di pangkal paha dan dada Vely, dia pun memiringkan kepalanya heran "Apa aku sebuas itu?" ucapnya sendiri


***


"Abang jangan ke sana!" teriak Hansel saat Lucio berlari ke Padang rumput,


"Biar aja kak, nanti juga capek" ucap Alice keluar dari vila, para pelayan dan Bebysiter mengendong Beby kembar keluar, anak anak bayi itu takjub melihat pemandangan indah di hadapan mareka,


"Oma, kakak pergi sama Abang yah"


"Iya, jangan lupa balik yah,..." Hansel berteriak kemudian berlari dengan kaki mungilnya menuju Lucio yang bermain dengan bebek dan kuda...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2