
Bryan dan Vely saling tatap,
"please, dikit aja...sekali masuk udah cabut lagi" Bryan mengeleng kepala
"Ayolah, kan sama sama enak dan nikmat" ucap Vely
"Aku engak mood....buat gituan" Vely mendengus sebal
"Baiklah" Vely meletakan piring bubur itu dengan kasar,
"Susah amat, tinggal masukkan telan dah beres," ucap Vely menggerutu kesal
Vely pun duduk di sofa sambil menatap tajam wajah Bryan yang menyebalkan,
Dia berdiri lagi dan mengambil piring itu,
"Ayolah" Bryan akirnya mengalah dan memakan bubur itu dengan masam
"Sayang nanti kalau aku udah pulang aku nginap di kos kamu ya..., plase.." ucap Bryan memohon
"iya, nanti aku yang rawat kamu, soalnya kan ku begini gara gara aku" ucap Vely,
"Ini gara gara aku sayang.... masalalu aku yang kurang beruntung itu membuat aku harus menemukan wanita iblis itu" mengingat wanita iblis Bryan pun meraih hp Vely dan membuka layarnya
"Ada pulsa gak?" tanya Bryan saat hp Vely sudah di genggamnya
"Ada.. " Bryan mengetik no Marco dan menekan pangilan
"Hallo ini siapa?" tanya Marco
__ADS_1
"Marco, ini aku Bryan, wanita gila itu sudah kamu urus?" tanya Bryan
"akhirannya kau sudah sadar....Ariel sudah di dalam jeruji besi, hukumnya berlangsung selama lima tahun karena dia melakukan tindakan percobaan pembunuhan..." Bryan menghela nafas panjang karena lega, Bryan mematikan sambungan telponnya dan menatap wajah cantik Vely
"Sayang masalah pernikahan, kita bicarakan sama papa dan mama yah...." Vely menganguk,
MALAM KEMBALI LAGI........
"Cukup aku sudah kenyang...." Vely menautkan kedua alisnya
"baru tiga kali aku menyuapi mu..., apakah lambung mu sekecil lambung Cio?"
"Apakah tidak ada makanan lain? aku ini seorang ceo yang berkuasa di negeri ini...apa kata dunia kalau dibalik tampannya seorang CEO termuda dan terkaya memakan bubur seperti anak kecil" ucap Bryan menyombongkan diri
Cukkkkk' Vely menyucuk bekas jahitan luka Bryan,
"Awwwww...." pekik Bryan merasakan ngilu di dekat jahitannya
"Inikan luka bukan jahitan baju, enak aja main cucuk...." Vely terkekeh geli,
"Kamu mau makan apa? kue...?" tanya Vely lembut persis seperti seorang ibu yang membujuk anaknya
"Makan nasi..." ucap Bryan manja
Vely pun memesan nasi dan ayam goreng untuk Bryan,
setelah mendapatkan nasi dan ayam goreng Bryan segera di suapin oleh Vely,
"Udah habis, pinter ya" Bryan tersenyum dan mengecup bibir Vely dengan tiba tiba, Vely membelakan matanya,
__ADS_1
cup,.....Vely balas mencium Bryan,
"Nakal..." ucap Bryan meledek Vely
"Kau yang duluan" ucap Vely, Bryan tersenyum mesum,
***
Bryan kini tidur dengan nyenyak sambil berpelukan dengan Vely, Vely di paksa Bryan untuk tidur di sampingnya,
mareka berpelukan dengan sangat erat, Vely menegelamkan wajahnya di dada bidang Bryan sedangkan Bryan merenguh pingang Vely,
***
"Pa, cucu kita tampan ya..." ucap Alice saat sedang duduk di pinggir kasur sambil menimag nimang cucunya
"Tampan ma," ucap Farhan dengan tersenyum sambil mengecup puncak kepala Cio yang masih berkedut kedut (Apasih yang di kepala bayi yang paling atas tu yang bergoyang-goyang kayak nadi...)
"Pa. nanti kalau Lisa hamil cucu kita makin banyak dong" Farhan duduk di samping istrinya,
"Untuk Lisa, kita harus banyak berdoa yah ma...Bagaimana pun juga Lisa itu belum genap setahun pengangkatan kista di rahimnya, masih butuh proses ma" ucap Farhan, Lisa memang memiliki penyakit kista di rahimnya, walaupun masih kecil namun itu sudah di angkat dan kata dokter ada kemungkinan Lisa bisa hamil dan ada kemungkinan juga tidak....
Tak lama hp Farhan berdering nyaring
"Hallo Dim." ucap Farhan
"Hallo pa, gini besok kan Bryan pulang ke rumahnya, Dimas dan Lisa ada yang mau di omongin...." ucap Dimas
"Omong apa nak?" tanya Farhan
__ADS_1
"Ada deh, surprise for you" ucap Dimas kemudian mematikan sambungan telponnya
BAB 34 SELESAI