
"Kalian semua tolong Bryan...." amrco segera mengangkat bos nya itu dan memasukkannya ke dalam mobil....
"ikut kami....!" bentak polisi itu kepada Ariel....
Ariel dan rekannya di bawa ke kantor polisi untuk di tindak lanjut...
di mobil Bryan.....
"Ku mohon tetaplah sadar dan dengarkan aku...." Vely mencoba membuat Bryan untuk tetap sadar
"Mana janjimu... katamu kau akan menikahi ku," ucap Vely lagi
"Bryan..." Vely menggoyang bahu Bryan
"Kau pembohong. Cio sedang menunggu kita, kumohon, sadarlah untuk ku dan dia..." Vely tak patah arang dalam menyadarkan Bryan
"Jangan inkar janji Bryan...." Vely menunduk dan mementokkan wajahnya di kening Bryan
Saat sampai di RS Vely segera membantu para perawat mendorong berangkar pasien...
"Lakukanlah yang terbaik untuknya..." Vely terduduk lemas di lantai, derai air matanya menghiasi pipinya. teringat saat Bryan memeluk Ariel dari depan guna menahan agar Peluru tidak mengenai nya dan dengan seiring peluru pistol yang menancap sempurna di dada bidang Bryan....
*jagalah dia Tuhan, aku mohon padamu biarkan dia hidup aku dan anaknya masih membutuhkan nya.....* batin Vely berdoa
"Nona... sebaiknya nona berganti pakaian, pakaian nona penuh darah" Vely melihat bajunya penuh dengan darah
__ADS_1
Tak berselang lama Dimas dan Lisa datang,
"Bagaimana keadaan Bryan Marco...?" tanya Dimas
"Masih di tanganin oleh dokter" Lisa memapah Vely yang masih berlumuran darah ke kursi tunggu di depan ruang operasi...
tak lama bunyi hp dimas mengusik ketegangan di Depan ruang operasi
"hallo ma..." ucap Dimas saat melihat siapa yang menelepon
"Hallo Dimas, gimana keadaan adek kamu nak....?" Isak Alice di seberang sana
"Masih di tanganin oleh tim dokter ma...mama tenang aja Bryan pasti baik baik aja, kita hanya perlu berdoa" Dimas menenangkan mama nya...
lama menunggu akhirnya lampu di depan ruang operasi mati bertanda kalau proses operasi telah selesai....
Tak berselang lama keluar lah dokter yang tak lain yang menangani operasi Bryan...
"Bagaimana keadaan nya dok?" Vely berdiri dan menanyakan keadaan Bryan
"Operasi berjalan dengan lancar, pak Bryan juga sudah melewati masa kritis nya dan sekarang kita tunggu pak Bryan sadar...." ucap dokter laki laki itu,
"Puji Tuhan terima kasih...." Vely mengungkapkan syukur kepada Tuhan
"Dok apakah kami boleh menjenguk Bryan...?" tanya Dimas
__ADS_1
"Kami akan memindahkan pasien keruang rawat inap, Setelah itu baru boleh di jenguk..." ucap dokter itu
"Oh, terima kasih kalau begitu..." dokter kembali masuk ke ruang operasi
"Vely sebaiknya kamu pulang mandi dulu, lihatlah darah di baju mu...." saran Lisa
"Aku engak mau kak. aku mau jagain Bryan..." Vely bersikukuh untuk menjaga Bryan
"Cio mana Vely?" Vely terhenyak kaget dan segera meminta untuk pulang, bagaimana bisa dia melupakan anak manis itu
"Kak aku pulang sekarang kak, Cio aku titip sama orang tadi..." Marco pun mengantar Vely pulang ke kos nya... tak lupa Vely menitipkan Bryan kepada Dimas dan Lisa yang masih ada di RS
***
Sampainya Vely di kosannya dia segera mengambil anaknya dari temannya itu yang mungkin sudah tidur
"la, la....ini aku Vely." seorang wanita membuka pintu dan
"Aaaaa zombie" pekik la...
"Ini aku Vely, aku mau jemput Cio..." setelah mengambil alih Beby Lucio dari temannya Vely segera naik ke atas untuk mandi,
"Cio, Daddy sedang berjuang keras untuk bertahan, jadi Cio harus berdoa untuk Daddy yah..." Beby Cio yang kebetulan bangun itu hanya menatap wajah cantik mommy nya yang sembab
BAB 32 SELESAI
__ADS_1