
Hari weekend sudah selesai, hari ini Vely akan pergi ke kampus untuk menimba ilmu, Cio sudah di antar kepada Alice untuk di titipkan,
"Kamu mau kan berhenti aja kuliahnya? aku mau kamu dirumah aja jagain Cio dan nunggu aku pulang..." ucap Bryan saat Cio sudah di keasih ke Alice
"Bry, kamu tau kan aku kuliah itu atas harapan ayah dan bunda, aku gak mau mareka kecewa bry...." ucap Vely tertunduk, dia juga sebenarnya ingin tidak kuliah, namun dia sudah setengah jalan tinggal menunggu tiga tahun lagi dia akan wisuda dan mendapati gelar sarjana perkantoran....
"Terserah padamu," ucap Bryan pasrah, gimanapun juga itu keputusan Vely dan dia harus menghargai keputusannya
"maaf yah..." ucap Vely pelan, dan merasa bersalah sudah menantang Bryan
"tak apa" ucap Bryan, hening sejenak mengambil alih di antaranya keduanya, Vely rasa Bryan marah padanya,
"kamu marah?" Bryan tidak menjawab melainkan hanya terdiam..
Vely menghela nafas berat,
setelah sampai di kampus Vely meminta tangan Bryan untuk di cium, Bryan pun menyodorkan tangannya malas, Vely hanya diam dan segera berlalu....
Bryan menatap ke arah Vely yang jalan dengan langkah gontai memasuki kampus,
"Hargai keputusan istri mu Bryan..." ucap Bryan menenangkan diri sendiri
dia segera menancap gas dan melaju ke arah kantor,
__ADS_1
***
"Mas udah dong, coba pergi sudah, ini telat loh" ucap Lisa jengkel, Dimas tidak mau ke kantor tiga hari ini akibat melihat kemolekan tubuh Lisa yang makin hari makin berisi dan nafsu nya kian memuncak dan membara...
"Sekali aja, plase..." ucap Dimas memelas,
"no no no" ucapnya Lisa segera mengambil jas Dimas dan memasangkannya ke tubuh Dimas yang kekar...
"Ayo, cepetan" Dimas dengan pasrah pergi ke kantor, walaupun si burung nya berdiri dan Sesak,
"Nanti malam aku yang servis..." bisik Lisa, Dimas semangat empat lima dan laju pergi ke kantor....
"Dasar tak pernah puas, hampir tiga malam ini aku melayani nya,..." Lisa berlalu dan pergi menuju anaknya yang masih tidur,
nama Manuel pun Farhan yang buat,
Lisa dan Dimas hanya memberikan nama Goivano sedangkan Farhan memberikan nama Manuel yang nama itu sangat penuh arti,
Lisa tidak berharap banyak jika tuhan memberikan keajaiban untuk mendapatkan anak kedua, namun jika tuhan berikan maka dia sangat bahagia sekali, kehadiran Manuel di tengah mareka membuat Lisa sangat bahagia bukan main,
***
"Aku bingung, di satu sisi aku berharap bisa menyelesaikan kuliah ku, namun di sisi lain aku ingin menuruti permintaan Bryan," keluh Vely saat sedang berkumpul bersama teman-temannya
__ADS_1
"Aduh Vel, lakik loe kan kaya raya, harta berlimpah... mendingan loe turutin aja kemauan nya..." ucap Ella
"Tau lah, aku bingung, aku mahasiswi dan aku juga seorang istri, tak ada yang berubah dalam rumah tangga kami namun Bryan selalu menuntut untuk berhenti dari kampus, aku benar-benar tidak mengerti," ucap Vely menunduk menandakan kebingungan
yang hakiki
"Jalankan aja dulu," Vely menganguk,
***
Vely pulang dari kampus pukul lima sore, Bryan mungkin sudah pulang dari jam lima kurang, mungkin juga dia sudah menjemput Cio dari rumah Alice.....
vely memasuki rumah dan tidak melihat Bryan, dia memasuki kamar dan melihat Bryan yang sedang memasang baju Cio yang mungkin habis mandi bersamanya
"Cio udah mandi?" tanya Vely mencairkan suasana yang hening
"Hemm" jawab Bryan singkat..
"aku mandi dulu," Vely segera meletakkan tasnya dan segera mandi, usai mandi dia keluar dan melihat Bryan sedang mengerjakan sesuatu di labtob miliknya
Vely ke dapur untuk memasak, sedangkan Cio sedang meminum susunya menggunakan botol di kasur, mungkin anak itu akan tertidur setelah kenyang
tamat
__ADS_1