Perfect Daddy (Bryan& Vely)

Perfect Daddy (Bryan& Vely)
Obat laknat


__ADS_3

Malam kembali.....


Malam ini Bryan akan pergi ke club malam, sekedar menikmati minuman yang menjadi temannya saat melihat penghianatan Ariel dulu, dia ingin melepas lelah,


apa gunanya dia bekerja namun uangnya tidak ada yang gunakan, Bryan berharap Vely mau menikah dengan nya dan menjadi ratu di rumahnya, namun! itu hanya hayalan. Vely bahkan tidak menggubris masalah pernikahan itu


Dari kejauhan seorang wanita cantik sedang berdiri di dekat tembok, wanita itu tidak terima jika Bryan menikah dia akan merebut kembali apa yang menjadi miliknya, miliknya? tentu saja Bryan akan menjadi milik Vely....


"Ini pak wine nya...." Bryan meneguk habis minumannya,


Ariel tersenyum puas saat melihat Bryan menghabiskan minuman yang di masukan obat perangsang oleh Ariel


Marco pun melihat Bryan yang nampaknya kepanasan, mata Marco menangkap seorang wanita yang iya kenal, seketika iya membawa Bryan ke mobil, sebelum Bryan melakukan hal bodoh


***


"Maaf....Al aku tidak bisa menjadi kekasih mu..." tolak Nia, dia tidak mau terikat dengan seorang laki laki yang sangat playboy,


"Aku mohon Nia...." Nia mengeleng kepala dan pergi,


Nia kembali berbalik dan menatap wajah tampan Algazali dan mengatakan


"Aku harap ini pertemuan terakhir kita...." Nia pun melanjutkan langkahnya dengan laju


Algazali mengacak rambutnya frustasi,


"Arghhhh, siapa yang kasih tau aku banyak cewek ke Nia...? Brengsek" kesal Algazali, dia tidak menyangka kalau keinginannya untuk memiliki Nia hanya angan,

__ADS_1


Di ujung cafe.....


"Uuuu rasain tu" ucap Ella, Widia dan Ella tersenyum licik....


"Iya.. mau buat teman kita sakit hati hadapi dulu kita" Ucap Widia sambil mengelus dadanya bangga


Mareka berdua sukses membuat Nia tidak menjalin hubungan dengan seorang Algazali yang terkenal playboy dan main wanita...


Pakkkkkkkkk mareka berdua kompak dan saling tatap dan


"Wahhahahahah....." Nia yang mendengar ada tawa pun berbalik badan dan melihat kedua kecunguk sedang tertawa lepas


"ngapain kalian berdua" selidik Nia


"gagal pacaran ya?" ejek Ella


"Karena kalian menyelamatkan kebahagiaan ku maka aku telaktir kalian....gimana?" mareka menganguk kepalanya bahagia


***


"Boss kita kemana?" tanya Marco saat Bryan mengila dan ingin memeluk nya, hal itu membuat Marco jijik


"Kos....vel-- Vely" ucap Bryan dia juga ilfil jika memeluk tubuh Marco


Sampainya di depan kos Bryan pun di oaoah ke lantai lima, dimana Vely baru saja akan tidur,


Tok tok tok tok

__ADS_1


"Vel....velyy" pangil Marco


Vely keluar dengan piama tipis yang iya gunakan, bahkan dia tidak mengenakan bra


"Ada apa...?" Vely kaget saat melihat Bryan ingin memangsa nya...


"Urus dia...." Marco mendorong Bryan masuk dan segera turun ke bawah...


"Cio kau bakalan memiliki adik lagi" ucap Marco terkekeh dan segera masuk ke mobil...


sementara Bryan


"Apa yang kau lakukan...?" Vely kaget saat Bryan mencium dan meremas dadanya


"To---long aku Vely...dia sudah memasuki obat perangsang di dalam minuman ku aku akan mati jika hasrat ku tidak tersalurkan" ucap Bryan parau


"Apakah ada cara lain? aku tidak mau jika itu terjadi lagi" ucap Vely takut


"Ada...aku butuh air dingin, iya. guyur aku dengan air dingin" Vely membawa Bryan ke dapur dan menghidupkan keran air, namun air tidak hidup dan iya lupa jika hari ini Tandon air di bersihkan dan akan di isi esok pagi


"Gawat....air habis" Bryan pun sudah memerah menahan hasrat dan burungnya sudah tegang dan keras.....


"Apa tidak ada cara yang lain?" vley masih trauma


"Vely aku akan mati..." Bryan mengiba, Vely menghembuskan nafas dengan tekat yang kuat dia memapah Bryan,


"Lakukanlah...."Ucap Vely pasrah, walaupun berat dan takut.....

__ADS_1


BAB 24 SELESAI


__ADS_2