
seminggu telah berlalu....
Vely duduk di matras bersama Cio, Cio baru saja habis makan siang, namun anak itu lebih banyak diam dan melamun, namun jika di tanya dia hanya menjawab kalau dia Takut kepada paman,....Vely merasa takut melihat mental anaknya yang berubah setelah kejadian seminggu yang lalu. biasanya sehabis makan Cio akan berbicara banyak hal dan bermain dengan Rogi dan tayo nya. namun, anak itu hanya diam tak bergeming dari duduknya
Vely dan Bryan sudah menemukan orang yang akan mengembalikan mental Cio seperti semula, rencananya hari ini mareka akan bertemu dan berkonsultasi....
_**********_
sore harinya...
Cio duduk di carseat miliknya, matanya tertuju kepada mobil putih, dia ketakutan dan menangis
"Dak au my, akut di ukun agi" hati Vely terasa tersayat pisau yang tajam, melihat anaknya yang dulu periang kini sensitif terhadap mobil putih dan peria berjas abu abu...
"Tenang nak, disini ada mommy dan Daddy, Cio liat mommy sekarang" Cio melihat kearah Vely "Cio Jangan takut yah, sini sama Mommy" Vely mendekap erat tubuh mungil putranya, tidak di sangka bayinya yang dulu sangat gemuk dan lucu mengalami hal yang menyedihkan....
"Mas, kapan kita sampai nya?" ucap Vely
"Kata Marco rumah Mr David dan Miss Margareth ada di perumahan ini" Bryan membelokan mobil mareka ke arah perumahan elit
__ADS_1
saat sudah sampai di depan rumah Bryan dan Vely di sambut hangat oleh Mr David dan Miss Margareth....
"selamat datang di rumah kami tuan Bryan dan nyonya Vely," Vely dan Bryan menganguk dan ikut masuk,
lagi lagi Cio menagis saat melihat jas berwarna abu abu di manekin patung milik Miss Margareth...
"Buang tu my...." tunjuk Cio
"Nak kamu tenang yah..." Cio memeluk erat tubuh mommy nya...
Miss Margareth dan Mr David sengaja menaruh manekin patung yang ber jas abu abu itu, karena mareka tau kalau Cio paling Takut dengan jas abu abu
"Akut kek, anti iya ukun agi takik io" lirihnya sedikit takut
"Engak apa apa, kan di sini ada mommy dan Daddy nya....ada kakek dan nenek juga" balita itu tetap takut dan memeluk erat tubuh sang mommy
Bryan dan Vely mulai berkonsultasi dengan ahli psikolog itu
"Trauma bukanlah hal yang mudah dilewati oleh anak-anak. Anak yang mengalami trauma bisa merasa tertekan dan dihantui oleh peristiwa yang membuatnya trauma. Kondisi ini bahkan mengganggu perkembangan mereka." ucap Mr David pelan,
__ADS_1
"Lalu apa solusinya Mr?....kami takut terauma nya hingga iya dewasa nanti..." ucap Vely
"Trauma pada anak bisa terus berlanjut hingga ia menjadi orang dewasa. Di sinilah peran orangtua sangat diperlukan untuk melakukan berbagai terapi dan cara menghilangkan trauma pada anak." ucap Mr David..
"Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu anak menghilangkan trauma. Beberapa cara menghilangkan trauma pada anak" lanjutnya
"Apa apa saja Mr,?" tanya Bryan, dia tidak sabar untuk membuat anaknya kembali periang
"Memberikan perhatian lebih, kita memang tidak dapat memaksa anak untuk menghilangkan traumanya, namun cobalah untuk berperan aktif dalam proses penyembuhannya dengan menghabiskan waktu bersama dan mengobrol.Memberikan rasa aman pada anak bisa membuatnya lebih baik..."
"Kdua kalian bisa melakukan aktivitas fisik bersama anak,
Aktivitas fisik dipercaya bisa melepaskan endorfin yang mampu meningkatkan suasana hati dan dan membantu anak tidur lebih nyenyak. Ajaklah anak Melakukan Olahraga yang ia sukai, seperti berenang, sepak bola, bulu tangkis, dan lainnya.Bergerak aktif dapat membantu membangunkan sistem saraf anak yang terhambat karena kejadian traumatis. Selain itu, Anda juga dapat mengajak anak pergi ke taman bermain, menonton film atau bertamasya untuk membuatnya bahagia, itu pun bisa di lakukan"
"Ketiga memberikan asupan yang baik,
Makanan yang dikonsumsi anak dapat memengaruhi suasana hati dan kemampuan anak untuk mengatasi stres. Memberi anak asupan yang baik, seperti buah dan sayur segar, protein berkualitas tinggi, dan lemak sehat bisa Memperbaiki Suasana Hati anak dan meringankan gejala traumanya.Sebaiknya, masaklah makanan di rumah karena makanan di luar memiliki lebih banyak gula dan lemak tidak sehat. Hal ini tentu dapat berdampak pada kesehatan anak.Ketika waktu makan, ajaklah anak untuk makan bersama dengan seluruh anggota keluarga. Kebiasaan ini dapat meningkatkan kedekatan bersama anak dan membuatnya merasa aman."
"Trauma juga dapat membuat anak merasa lebih sulit memercayai lingkungan sekitarnya dan membuatnya merasa tidak aman. Bantulah anak untuk membangun kembali rasa aman dan percaya.Tunjukkan kepada anak bahwa Anda akan melakukan apa pun untuk membuatnya merasa aman. Beri pengertian pada anak bahwa peristiwa traumatis sudah berlalu, dan sudah saatnya bagi mereka untuk kembali hidup seperti biasanya.Pada dasarnya adalah bukan melupakan trauma tersebut, tapi bagaimana ketika trauma itu muncul anak tak lagi merasakan rasa sedih, cemas, dan khawatir. Oleh karena itu, memang diperlukan dukungan lebih untuk mencapai hal tersebut sehingga kondisi psikologis anak pun berangsur membaik." ujar Mr David
__ADS_1
BERSAMBUNG